Pages

Tuesday, May 13, 2014

The Godfather: Sibak Topeng SBY, 'Sang Jenderal Prihatin'

01sby
"I Love United States with all its faults and consider it as second country"..

Sebuah ungkapan mendasar tanpa makna, namun anda akan bergeming apabila ternyata itu ucapan fenomenal Susilo Bambang Yudhoyono, ia mengungkapkan betapa dalam cintanya pada Amerika Serikat!
Taukah Anda Sisi Menakutkan Dari Susilo Bambang Yudhoyono
Mungkin Anda adalah salah satu dari sekian banyak rakyat Indonesia yang meremehkan SBY dengan segala stigma yang dilekatkan kepadanya di media-media nasional yang terkait dengan karakter dan kinerjanya selama menjadi presiden, misalnya "Jenderal kok peragu", atau "Jenderal belakang meja", atau "SBY lamban seperti kerbau" atau "Jenderal yang hobi curhat", dan lain sebagainya.

Akan tetapi kisruh Partai Demokrat yang beberapa bulan lalu diserang kanan-kiri oleh lawan politiknya dengan tuduhan partai paling korup telah membuka mata kita semua bahwa SBY tidak selemah penampilannya, apalagi melihat bagaimana SBY bereaksi dengan mengatakan partai lain lebih korup dari Demokrat dan dia akan membuktikan hal tersebut, dan bagaimana hari ini seluruh petinggi partai politik yang menyerang Demokrat mungkin hanya Hanura yang masih selamat, sebab yang lain mulai petinggi dari PKS, PPP, Golkar, PDI-P sudah terbongkar kasus korupsinya, bahkan termasuk skandal seks maupun narkoba mereka. Terakhir telah terjadi pengejaran dari sisi hukum terhadap Dinasti Banten yang merupakan pendukung Golkar dan PDI-P.
Dari sisi karakter atau sifat, tampaknya SBY termasuk dalam orang-orang yang bersifat plegmatif yang dari luar selalu terkesan peragu, pendiam, lamban dan perlu didorong. Akan tetapi karakter plegmatif yang terlalu sering ditekan dapat membalas dengan lebih keras sekali dia membulatkan tekad bahwa dia telah cukup bersabar dengan para penganggu. Jadi secara teoritis orang plegmatis hanya tampak lemah di luar tetapi sebenarnya mereka berkarakter kuat.
sby-prihatinSelain itu, kita juga melupakan bahwa SBY memang bukan jenderal yang ahli pertempuran lapangan sehingga tidak heran secara wibawa dia kalah dan tampak tidak setegas dari purnawirawan jenderal lain, katakanlah Prabowo, namun demikian jenjang karir SBY sebagai intelejen ABRI (sekarang TNI) justru dapat membuatnya jauh lebih menyeramkan daripada purnawirawan jenderal lain.
Bangsa kita memang pelupa sehingga melupakan bahwa SBY adalah lokomotif utama reformasi. Berkat operasi intelejen yang dilakukannya-lah maka "para pseudo reformis" dapat menjatuhkan Pak Harto yang saat itu dikawal dua jenderal paling kuat, Wiranto sebagai mantan ajudan dan Prabowo yang masih menantunya, termasuk dengan penyebaran press release tanpa izin Wiranto bahwa ABRI sudah tidak mendukung Soeharto. Jadi "Bapak Reformasi" yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.
penyebaran press release tanpa izin Wiranto bahwa ABRI sudah tidak mendukung Soeharto. Jadi "Bapak Reformasi" yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.
Saat itu dengan hanya bergerak di belakang layar, SBY bukan saja mampu mendorong jalannya reformasi, akan tetapi juga mengambil kesempatan dari rivalitas antara Wiranto dan Prabowo untuk kemudian memetik hasilnya sehingga sanggup menjadi presiden Indonesia sebanyak dua periode dan membangun Dinasti Cikeas.
0SBYDari sisi apapun jelas operasi senyap yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.
Kisruh MK hari ini membuktikan pameo bahasa Inggris yang mengatakan "don't judge book by it cover" dan bisa dibilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelejen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani. -
Demi mengejar kekuasaan pribadi dengan menggadaikan SDA negara untuk kekuasaan dan menikam 3 Presiden sebelumnya, yakni Soeharto, Gus Dur dan Megawati."Salam sandiwara bangsa" [Ahmad/Ridwan S/voa-islam.com]
Membungkam Lawan dengan isu Korupsi dan Terorisme
godfatherXXSatu persatu semua musuh politik Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat terseret kasus korupsi. Bukan suatu kebetulan apabila lawan politik habis diberangus KPK.
SBY cukup pandai memainkan silent operation dalam memberangus dengan menggunakan isu korupsi dan terorisme yang telah menjadi momok menakutkan di Indonesia. Memang seorang presiden secara Undang-undang tidak bisa mencampuri Yudikatif, akan tetapi ia pandai mengunakan perannya, Presiden kita ini, dia mencampuri urusan Yudikatif dengan "meminjam tangan-tangan orang yang berwenang" untuk menghajar lembaga Yudikatif, Eksekutif maupun Legislatif.
Johan Budi, juru bicara KPK menyatakan "Saya menyimpulkan, korupsi tidak berjalan sendirian, ada kerjasama antara Lembaga YUDIKATIF, LEGISLATIF, EKSEKUTIF dan PENGUSAHA."
Misalnya saja pusaran korupsi Partai Golkar ini, sedikit demi sedikit mulai menyeret dinasti Banten Chasan Sochib dan Ratu Atut. Dengan tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar yang berasal dari Partai Golkar, bersama kroni Golkar lainnya Chairunisa yang menjabat Bendahara MUI, Tubagus Chair Wardana alias Wawan Sochib yang merupakan adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut, dan Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah Gambit Bintih.
chasanLalu pusaran kasus PDI-P mulai diangkat Ahok Center dan Kroni Jokowi yang disinyalir bagian dari pengusaha hitam pengemplang dana BLBI ratusan triliun, disebutlah Edward Suryajaya, lalu kroni lain James Riady yang di duga bagian dari intelejen Cina, lalu ada Djan Faridz dan tentunya keluarga Prabowo Subianto dan Hashim Djoyohadikusumo.
Kongkalikong Bunda Putri dan Luthi Hasan Ishaq
Berikutnya, dinasti PKS nampaknya menjelang ajal dan sulit meningkatkan elektabilitas dalam waktu cepat. Rusaknya reputasi dihantam dengan isu yang di benci Ibu-ibu di Indonesia, dibumbui perselingkuhan di luar nikah Fathanah dengan skandal seks artis porno majalah Popular Vitalia Sesha! Kasus korupsi PKS ini di setting dengan menyeret Luthi Hasan Ishaq dan Fathanah dengan isu memalukan yang lebih parah dari korupsi, yaitu poligami dibawah umur Darin Mumtazah maupun sepak terjang Don Juan Fathanah. Benar atau tidaknya kasus suap sapi import ini sudah bukan tujuan utama pelaku Spin doctor (agen pembuat dan pengalihan isu), esensi yang terpenting berangus dan kendalikan persepsi publik atas pembunuhan karakter petinggi PKS menggunakan tangan perantara seperti Bunda Putri, dan misi berhasil, mission accomplished!
bunda-putriBunda Putri memiliki nama lengkap Non Saputri. Pengaruh Bunda Putri untuk membantu memuluskan proyek di berbagai Kementerian, tampaknya bukan isapan jempol semata. Menurut Luthfi, Bunda Putri memiliki informasi yang valid terkait kebijakan reshuffle karena dekat dengan SBY. Fathanah didakwa bersama-sama Luthfi menerima uang Rp 1,3 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan kuota impor daging sapi. Keduanya juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membayarkan, dan membelanjakan harta kekayaan.
Luthfi mengungkapkan bahwa Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Luthfi pernah mendatangi rumah Bunda Putri di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
PKSimagesDitemui di Gedung Pengadilan Tipikor, Kuningan, Luthfi Hasan Ishak, penuh senyum, dan tidak menunjukkan adanya kesedihan sedikitpun di wajahnya. Luthfi mengatakan tidak menerima uang sepeserpun, terkait dengan kasus daging import.
Karena, sejatinya dia hanya menjadi korban, yang sengaja dibuat (diskenariokan) oleh rezim SBY. "Pemerintah SBY sengaja mau menghancurkan PKS, karena tidak mau nurut", ujar Luthfi, Kamis, 10/10/2010.
Menurut Luthfi Hasan Ishak, sudah sejak dua tahun lalu, hubungan PKS dengan SBY, tak nyaman dan harmoni. Pasalnya, PKS tidak mau nurut dengan SBY, dan selalu menentangnya. Khususnya, terkait dengan Bank Century, dan kenaikan BBM.
Inilah smooth criminal ala SBY atas belitan skandal korupsi Demokrat, ia bereaksi dengan mengatakan partai lain lebih korup dari Demokrat dan dia akan membuktikan hal tersebut, dan bagaimana hari ini seluruh petinggi partai politik yang menyerang Demokrat mungkin hanya Hanura yang masih selamat, sebab yang lain mulai petinggi dari PKS, PPP, Golkar, PDI-P sudah terbongkar kasus korupsinya, bahkan termasuk skandal seks maupun narkoba mereka. Terakhir telah terjadi pengejaran dari sisi hukum terhadap Dinasti Banten yang merupakan pendukung Golkar dan PDI-P.
Kasusnya jebakan batman sepertinya sama dengan kasus Antasari Azhar, hanya beda cara penjebakannya dan diprediksi kasus ini akan bertahan hingga pilpres. Presiden dan Abraham Samad pun senang. Presiden selamat dari Kasus Century dan Hambalang sedangkan Abraham Samad selamat dari janjinya yang akan mundur jika 1 tahun kerjanya di KPK tidak bisa membongkar Century maka dia akan mundur
SBY, dengan hanya bergerak di belakang layar saja mampu mendorong jalannya reformasi
Dari sisi apapun jelas operasi senyap kubu SBY yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.
Kisruh MK hari ini membuktikan pameo bahasa Inggris yang mengatakan "don't judge book by it cover" dan bisa dibilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelejen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.
Tinggal "Bobok Celengan" demikian istilah aparat dalam membongkar dan melemahkan jaringan koruptor. Tinggal menunggu waktu saja. Dalam setahun ini akan ada Conflict, Crisis, dan yang terakhir adalah Chaos! Nah, kalo sudah terjadi Chaos, tidak ada lagi hukum yang mampu mengendalikan negara dalam kondisi chaos, kecuali MILITER!
Operasi Tangkap Ternyata Pengalihan Isu demi Godfather
den88bannerLalu bagaimana dengan aktivis Islam? Saudara muslim yang aktif di dunia pergerakan dan dakwah terus menerus dimandulkan dengan isu deradikaliasi terorisme yang terus dihembuskan BNPT dan Densus 88.
Bahkan BNPT akui penggerebekan teroris untuk pengalihan isu dan ternyata hal itu bukan omong kosong. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengakui hal tersebut.
"Perbandingan 80 persen dan 20 persen. 20 Persennya yang pengalihan isu, tetapi kalau di era Soeharto dulu persentasenya sangat tinggi," ujar Ansyaad saat ditemui di ruangannya, Jumat (10/5) malam.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui bahwa penggerebekan aktivis islam yang di tuduh teroris adalah pengalihan isu. Para teroris itu sebenarnya sudah dipantau cukup lama, namun kapan dilakukan penggerebekan menunggu saat yang tepat sehingga bisa memecah isu yang sedang berkembang di masyarakat.
Abu Roban misalnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai menyebut bahwa jihadis yang di fitnah sebagai teroris ditembak mati di Batang itu telah diendus sejak tahun 2012. Namun Densus 88 baru melakukan penggerebekan untuk menunggu waktu atau moment yang tepat. Penggrebekan terduga teroris sudah di set-up sejak lama (baca: dijebak, didanai, disulut semangatnya, dan diprovokasi untuk membuat makar dan akhirnya lalu ditangkap), lanjut Mbai, juga menunggu moment yang tepat. Menurut Mbai, penggrebekan teroris adalah berita seksi yang bisa digunakan untuk mengalihkan isu.
Screen-Shot-2013-10-10-at-3.29 1"Memang iya benar Abu Roban 2012 sudah kita cari dan dipantau sejak ramai kasus perampokan di Sumatera," ujar Ansyaad di kantornya, Jumat (10/5) malam.
Menurut Ansyaad, Menko Polhukam, Djoko Suyanto sudah memerintahkan agar teroris secepatnya ditangkap. Meski demikian aparat baru bergerak bila kelompok teroris itu dianggap cukup bukti akan melakukan aksi.
Tak hanya itu, isu penembakan polisi sebenarnya adalah isu "jeruk makan jeruk" demi menjaga sentimen kebencian kepada umat Islam terus meningkat hingga Pemilu 2014 nanti, kita bisa catat setiap bulan akan ada isu baru yang terus menyerang lawan politik dan umat islam dengan isu-isu yang dikembangkan oleh agen spin doctor.
Jurnalis senior, Hanibal mengkonfirmasi isu tersebut "Ada kejanggalan kasus pada penembakan polisi ini, dikerjai sesama aparat dalam bisnis pengawalan. Kejanggalan bisa dibandingkan penanganan yang di Kuningan sama di Ciputat dan Tangsel... juga yang di Depok, mengapa lama sekali? Namun, apabila di konfirmasi kepada petinggi TNI dan POLRI memang mengarah kepada aparat yang bermain, hanya saja mereka bungkam karena tidak menguntungkan mereka..."
Penggerebekan menunggu mereka merencanakan, lalu ada senjata, ada bom dulu lah. Tidak langsung digerebek, Kepentingan itu ada (pengalihan isu), Ini supaya di media massa yang diangkat ya itu (penggrebekan teroris)" terangnya.
Korupsi Rombongan Partai adalah musuh sesungguhnya
KORUPSIFakta infografik di atas cukup banyak berbicara, ini lebih dari sekedar fenomena gunung es, partai terkorup adalah GOLKAR, lalu PDI-P dan berikutnya partai anak kemarin sore, Partai Demokrat. Dalam 10 tahun terakhir, si anak kemarin sore nampaknya sudah berani mendekati partai generasi Orde Baru ini.
Dengan fenomena demikian, masihkah anda percaya pada sistem demokrasi yang begitu sesat dan menyesatkan banyak pihak. Indonesia sudah lebih dari 60 tahun merdeka dan menyandarkan kekuasaan pada sistem demokrasi ini, namun hasilnya tak lebih hanya melahirkan raja-raja baru, bak Fir'aun moderen yang arogan.
Kini saatnya hati nurani akan bicara mengungkap kebenaran sejati.
Demokrasi adalah Thaghut
Thoghut atau Thaghut adalah istilah dalam agama Islam yang merujuk kepada setiap yang disembah selain Allah yang rela dengan peribadatan yang dilakukan oleh penyembah atau pengikutnya, atau rela dengan ketaatan orang yang menaatinya dalam melawan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Bentuk-bentuk thaghut antara lain :
Setan
Thaghut ini selalu menyeru beribadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalil-nya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang artinya: "Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu." (QS: Yaasiin 36:60)
Penguasa Zhalim
Penguasa zhalim yang mengubah hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala. Seperti peletak undang-undang yang tidak sejalan dengan Islam. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mengingkari orang-orang musyrik. Mereka membuat peraturan dan undang-undang yang tidak diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: "Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" (QS: Asy-Syuuraa 42:21)
Hakim Zhalim
Hakim yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jika ia mempercayai bahwa hukum-hukum yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak sesuai lagi, atau dia membolehkan diberlakukannya hukum yang lain. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: "Dan barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir". (QS: Al-Maa'idah 5:44)
Mengaku Tahu Ilmu Ghaib
Orang yang mengaku mengetahui ilmu ghaib selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam hal ini Allah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: "Katakanlah, 'Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah'." (Qs: An-Naml 27: 65)(2)
Penyembah Atau Yang Disembah
Seseorang atau sesuatu yang disembah dan diminta pertolongan oleh manusia selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, sedang ia rela dengan yang demikian. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang artinya: "Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah Tuhan selain Allah'. Maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zhalim." (QS: Al-Anbiyaa' 21:29)
SBY Galau Menjadi Teman Dekat Bunda Puteri?
Presiden SBY galau, karena seperti ditusuk oleh mantan Presiden Partai PKS, disebut memiliki hubungan dekat dengan Bunda Puteri. Pernyataan SBY yang menolak dan menyangkal memiliki kedekatan dengan Bunda Puteri, justeru membuat rakyat, semakin tidak percaya.
SBY yang baru mendapatkan apresiasi atas keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah KTT APEC, di Nusa Dua, Bali, di mana dihadiri 21 Kepala Negara, ratusan CEO dari korporasi internasional, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan KTT ASEAN.
Tetapi Kamis lalu (10/10/2013), SBY seperti disambar petir mendengar pernyataan mantan Presiden Partai PKS, Luthfi Hasan Ishaq yang menyebut bahwa Bunda Puteri sebagai orang dekatnya SBY. Bunda Putri itu, tak lain, adalah Non Saputri, anak seorang tokoh Golkar.
Sebelumnya, Ridwan Hakim, anak Ketua Majelis Syuro, menyebut Sengman, sebagai utusan Presiden SBY. Mula-mula Istana membantah Sengman memiliki hubungan dengan SBY, tetapi kemudian Istana mengakui hubungan Sengman dengan SBY.
Integritas dan kredibelitas SBY sebagai kepala negara dan Presiden dipertaruhkan. Jika kenyataannya benar, adanya hubungan antara Bunda Puteri dan SBY, dan Bunda Puteri menjadi orang kepercayaan SBY, maka apa yang dikemukakan Luthfi Hasan Ishak di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10/2013), benar belaka. Betapa hubungan antara fihak Ekskutif (kepala pemerintahan) dengan pengusaha itu, tidak bisa dipungkiri.
Tentu, SBY menjadi masygul, bagaimana sekapasitas dirinya sebagai Presiden, memiliki hubungan dengan Bunda Puteri, dan bukan hanya terkait dengan masalah bisnis dan proyek di departemen, tetapi yang paling pelik, terkait dengan masalah yang sangat peka, yaitu menyangkut masalah politik, dan masuk kategori rahasia negara.
Bahkan, Bunda Puteri termasuk mengethui adanya reshuffle kabinet, dan Bunda Puteri bisa mendapatkan informasi yang masuk kategori A1, sangat rahasia. Karena itu, Bunda Puteri merupakan sosok tokoh yang sangat penting.
Sekalipun, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis (10/10/2013) menyangkal bahwa orang yang disebut sebagai Bunda Putri banyak mengetahui rahasia negara, termasuk reshuffle kabinet, sebagaimana diutarakan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq.
"Disebut Bunda Putri, saya tidak tahu, saya tidak kenal, dan tidak ada kaitan dengan saya," ujarnya dalam jumpa pers khusus di Bandara Halim Perdanakusuma sepulang dari KTT Asean di Brunei Darussalam.
Tentu, tidak main-main, karena harus dicatat bahwa Luthfi dalam kesaksiannya di bawah sumpah pada persidangan di Pengadilan Tipikor untuk terdakwa Ahmad Fathanah, Kamis (10/10/2013) mengungkapkan beberapa hal. Luthfi bertemu dengan Bunda Putri sekitar tiga atau empat kali. Pertemuan terakhir pada 29 Januari 2013.
Menurutnya, Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan Presiden SBY dan mengetahui informasi negara, termasuk kebijakan reshuffle kabinet. Luthfi merasa perlu mendapatkan informasi mengenai reshuffle kabinet karena ada ancaman reshuffle bagi PKS sebagaimana diberitakan media massa.
Luthfi yakin terhadap kredibilitas Bunda Putri karena dikenalkan oleh Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin. Mentan Suswono juga mengenal Bunda Putri. Dalam kesaksiannya di bawah sumpah untuk terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor Kamis (3/10/2013), Suswono menginformasikan soal Bunda Putri.
Suswono menyebut Bunda Putri seorang pengusaha dan pernah bertemu di Kalimantan. Setelah bertemu di Kalimantan, Suswono mengaku pernah datang ke rumah Bunda Putri di Pondok Indah.
Selain kasus Sengman dan Bunda Puteri, publik masih ingat bahwa DPR pun beberapa tahun lalu mendesak Presiden segera mengadakan perombakan dan pembenahan kabinet di lingkungan Istana. Sebab, kasus keteledoran tidak dikeluarkannya Keppres pengangkatan kembali Hendarman Supandji sebagai Jaksa agung dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II bukan yang pertama kalinya.
Kepala Negara telah memerintahkan kalangan Istana untuk mengumpulkan informasi mengenai sosok Bunda Putri. SBY berharap sudah memiliki data lebih lengkap dalam 1-2 hari mendatang. Semua itu menunjukkan ruwetnya Ring-1 istana SBY dan harus ada pembaruan untuk memperbaiki situasi itu.
Selama tidak ada penataan ulang Ring-1 istana, maka SBY akan terus menghadapi potensi persoalan yang sama. Sengman, Bunda Puteri, kasus tidak dikeluarkannya Keppres Jaksa Agung Hendarman Supandji, sekedar contoh, tidak boleh terulang kembali.
Selama masih ada persoalan di Ring 1 Istana, gossip tentang peran orang dalam dalam kasus korupsi masih belum akan berarti. Atau kah kondisi seperti ini sengaja dibiarkan? Harus dicamkan bahwa aib ini mencoreng istana sendiri.
Namun, di tengah kegalauan Presiden SBY, sekarang beredar foto dikalangan wartawan, di mana dalam foto itu tampak Bunda Putri mengenakan kaca mata, berbaju warna hitam. Sementara, Dipo Alam mengenakan baju safari berwarna coklat dan terlihat sudah menggunakan pin anggota kabinet.
Dalam foto itu, tampak Bunda Putri dan Dipo terlihat akrab. Mereka berfoto sambil tersenyum lebar. Bunda Putri inilah yang disebut memiliki kedekatan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Inilah akan terus membuat SBY semakin galau, tetapi jika ia mau jujur, dan terbuka kepada rakyat, tidak akan menimbulkan "big question" terhadap SBY. Beranikah SBY jujur?
Siapa Bunda Putri dan Apa Hubungan Dgn Dinasti SBY?
Bunda Putri merupakan pebisnis berskala global bidang konveksi, terutama pemasok konvensi Jilbab untuk Turki. Lebih gilanya lagi, ini orang punya jalur khusus (hotline) kepada Presiden Erdogan. Sehingga Bunda punya pintu masuk dan jalan tol memasok jilbab dan pakaian-pakaian muslimah lainnya.
Bunda Putri praktis harus dibaca sebagai 'mitra intelijen' berbagai kepentingan-kepentingan strategis para elite Amerika dan Inggris, untuk membangun pengaruh di kalangan para petinggi partai politik di Indonesia. Tidak cuma Partai Demokrat dan PKS, tapi hampir smua partai di indonesia.
Mari kita telisik lebih lanjut fakta-fakta selanjutnya. Madame Putri ternyata jaringan koneksinya juga meluas ke Mesir. Bunda Putri juga diyakini merupakan pemilik pabrik pupuk organik terbesar di Kalimantan Barat.
Namun ada satu versi cerita yang cukup menarik. Ternyata pabrik pupuk organik milik Bunda Putri ini, justru membuka pasar ke luar negeri dengan ekspor ke Jepang dan Korea Selatan. Alasanya karena dianggap pesaing oleh pabrik pupuk BUMN, sehingga pasar di dalam negeri justru diblokir.
Sampai di sini cerita makin menarik, dengan munculnya fakta lain, bahwa Petro Kimia atau yang saat ini jadi PT Pupuk Indonesia Holding, malah melakukan impor bahan baku pupuk kimia terbesar dari Canpotex Kanada, melalui jejaring Wilmar atau ke Jordania Phospate Corporation.
Tentu saja pada taraf ini peran Bunda Putri tidak bisa dibaca sekadar sebagai broker atau arranger sekelas Artalita Suryani atau Hartati Murdaya Poe Sekalipun. Ini orang pastilah pemain yang cukup berkelas.
Sehingga dalam situasi ketika para elite politik dan ekonomi kita pada kena demam impor produk asing, peran Bunda Putri jadi fenomenal.
Tapi kenapa SBY harus kebakaran jenggot kayak gitu? Nah dari pertanyaan menggelitik ini, muncul satu lagi fakta baru. Bahwa Bunda Putri juga main di sektor migas. Bahkan disinyalir merupakan aktor strategis dalam permainan migas di Indonesia. Untuk itu lah Rudi Rubiandini disikat agar tidak mengganggu bisnis migasnya. Bahkan Petronas pun merekrut Bunda sebagai penasehat strategis.
Bunda Putri bisa masuk ke pusat urat syaraf 'kartel migas' Indonesia, pastilah atas rekomendasi kekuatan-kekuatan korporasi global. Sekadar informasi, Bunda Putri punya koneksi dan relasi yang kuat dan solid dengan di ARAMCO, Qatar Oil and Gas di Dubai, Singapura hingga Hong Kong.
Beberapa perusahaan minyak yang saya sebut di atas, merupakan perusahaan-perusahaan minyak berskala global di Timur Tengah, dan berada dalam orbit pengaruh Amerika Serikat dan Inggris sejak awal. Lantas, untuk siapa Bunda Putri bekerja sebenarnya?
Kedekatannya dengan Keluarga Besar Kerajaan Arab Saudi, Emir Qatar, Kerajaan Thailand hingga Kesultanan Bolkiah di Brunei Darussalam, dan bahkan keluarga kekaisaran Jepang, orang ini tidak bisa kita anggap enteng.
Bunda Putri Mitra Intelijen?
Kalau melihat fakta jaringan koneksi dan relasinya, Bunda Putri, saya harus simpulkan sebagai 'mitra intelijen' yang mungkin bekerja untuk Amerika Serikat dan Inggris. Ini sangat dimungkinkan karena ayah dari Bunda Putri adalah pendiri golkar dan juga seorang jenderal tentara terkemuka dalam bidang intelijen selain Benny Moerdani, Namun disamarkan melalui kerja sama dengan Jepang dan Korea Selatan. Bukankah Jepang dan Korea Selatan tetap berada dalam orbit pengaruh Amerika Serikat.
Sebelumnya, SBY terlihat marah ketika memberikan keterangan pers usai melakukan lawatan ke Brunei Darussalam. Beliau memberikan keterangan pers di Base Ops TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma
Dari serangkaian kisah dan fakta-fakta terbaru terkait profil Bunda Putri, jadi menarik untuk menjawab kenapa SBY harus marah besar ketika sosok ini mencuat ke publik melalui fakta persidangan? Karena jika bunda putri tertangkap maka kasus-kasus besar seprti migas dan pertamina, akan terkuak. Dan SBY berikut orang-orang dalam lingkar istana akan terseret jauh dalam semua kasus skala besar.
Sebelumnya, SBY terlihat marah ketika memberikan keterangan pers usai melakukan lawatan ke Brunei Darussalam. Beliau memberikan keterangan pers di Base Ops TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (10/10) malam. SBY membantah kenal sosok Bunda Putri yang sebutkan Lutfhi Hasan Ishaaq dalam kasus impor sapi
Dinasti Baru *SBY*
Berikut adaah daftar dinasti dan kroni jabatan politik SBY dan Ani Sarwo Edhie Wibowo. Berikut datanya :
  1. Edhie Baskoro Yudhoyono (anak SBY) Dapil Jatim VII, telah menjadi Sekjen Partai Demokrat di usia 30 Tahunan, Sang Istri, Aliya Rajasa aktif di Rotaract / Rotary Club Jakarta.
  2. Jend. (Purn) Pramono Edhie Wibowo, Adik Ani Yudhoyono (adik Ipar SBY), mantan petinggi TNI AD yang langsung menjabat menjadi Dewan Pertimbangan Partai Demokrat
  3. Sartono Hutomo (sepupu SBY) Dapil Jatim VII
  4. Hartanto Edhi Wibowo (adik ipar SBY) Dapil Banten III
  5. Agus Hermanto (adik ipar SBY) Dapil Jateng I
  6. Nurcahyo Anggorojati (anak Hadi Utomo yang juga ipar SBY) Dapil Jateng VI
  7. Lintang Pramesti (anak Agus Hermanto) Dapil Jabar VIII
  8. Putri Permatasari (keponakan Agus Hermanto) Dapil Jateng I
  9. Dwi Astuti Wulandari (anak Hadi Utomo) Dapil DKI Jakarta I
  10. Mexicana Leo Hartanto (keponakan SBY) Dapil DKI Jakarta I
  11. Decky Hardijanto (keponakan Hadi Utomo) Dapil Jateng V
  12. Indri Sulistiyowati (keponakan Hadi Utomo) Dapil NTB
  13. Sumardani (suami Indri Sulistiyowati) Dapil Riau I
  14. Agung Budi Santoso (keluarga Hadi Utomo) Dapil Jabar I
  15. Sri Hidayati (adik ipar Agung BS) Dapil di Jawa Barat III
  16. Putut Wijanarko (suami Sri Hidayati) Dapil Jatim VI
Selamat datang di Kerajaan Dinasti AtutPahit versus Sriwi-SBY (Rio. C/Abdullah/voa-islam)
Perang Para Pemilik Dinasti Kekuasaan Indonesia
Betapa sekarang terjadi "The Real Battle" (perang yang nyata) antara para pemilik dinasti yang ingin mempertahankan kekuasaannya secara turun-temurun di Indonesia. Mereka saling menyerang dengan berbagai cara yang sengaja ingin menghancurkan lawan-lawan politiknya.
Saling serang diantara para pemilik dinasti kekuasaan ini, semakin terasa menjelang pemilu 2014. Mereka terus melakukan langkah-langkah secara sistematis, bagaimana agar lawan-lawan politiknya hancur. Sekarang seperti antara Golkar dengan SBY, atau SBY dengan Mega.
SBY, layaknya Soeharto yang menggunakan pilar kekuasaannya melalui Golkar, militer dan pengusaha, selama tiga dekade (tiga puluh tahun), dan berusaha melestarikan kekuasaannya, dan menciptakann dinasti melalui anak-anaknya dan kroninya, tetapi Presiden Soeharto yang berusaha membangun dinasti kekuasaan, gagal karena semua skenario yang dibangun, ibaratnya seperti tumpukkan pasir. Rezim KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) Soeharto itu, berakhir di tahun 1998.
Betapa rapinya SBY membangun jaringan dinasti kekuasaan dengan menggunakan Partai Demokrat, jaringan militer, dan pengusaha, selama dua periode, kenyataannya menjelang akhir kekuasaannya, porak-poranda.
Kekuasaan SBY perlahan-lahan seperti puncak gunung es. Meleleh. Di mana SBY sebagai pemilik dinasti kekuasaan yang berusaha terus melanggengkan kekuasaannya, perlahan-lahan runtuh. Akibat keserakahanan mereka. Seperti mereka menghancurkan dirinya sendiri.
Seperti Soeharto, runtuh karena KKN yang sangat menggerogoti tubuhnya. Jaringan KKN sudah seperti penyakit "cancer" stadium 4, perlahan-lahan melemahkan tubuh kekuasaan rezim Orde Baru, dan akhirnya dinastsi kekuasaan Soeharto roboh dan mati.
Sisa-sisa dinastinya yang ingin membangun kembali jaringan kekuasaan, seperti melalui anak-anaknya, kroninya, militer, dan pengusaha, tak dapat langgeng. Seperti anaknya Tutut dan Tomy, berusaha membangun kembali kekuasaannya, berkolaborasi dengan sejumlah jenderal dan pengusaha, membangun partai politik, dan gagal.
SBY, realitas yang dialami sama dengan Soeharto, dan SBY lebih pendek lagi umur kekuasaannya. Karena konstitusi yang membatasi kekuasaannya.
Sekalipun, pernah ada wacana melakukan amandemen terhadap konstitusi, dan mengembalikan konstitusi seperti di zaman Soeharto, tetapi rakyat dan kekuatan-kekuatan politik lainnya menolak. Selama dua periode SBY berkuasa, ingin membangun politik dinasti melalui keluarga, tetapi kenyataannya tidak bisa berlangsung efektif.
SBY, benar-benar "copy paste" Soeharto, di mana dia menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, anaknya Ibas menjadi Sekjen Partai Demokrat, dan sejumlah keluarganya memiliki posisi strategis, secara politik, dan bisnis. Istrinya, Ani yang menjadi anak Jenderal Sarwo Edi, sangat berpengaruh.
SBY berbesan dengan Hatta Rajasa, yang menjadi Menko Ekuin. Sementara, sekarang langkah-langkah sedang dipersiapkan menghadapi perubahan politik, di tahun 2014, di mana akan terjadi sirkulasi kekuasaan. SBY akan berakhir kekuasaannya. Siapa yang harus menggantikannya? Ini sekarang sedang menjadi agenda SBY?
Ini akan nampak nanti dari keputusan konvensi calon presiden (Capres) Partai Demokrat. Jika yang dimunculkan yaitu Jenderal Edi Pramono, mantan Kasad, ini sudah dapat di simpulkan, memang SBY ingin melanggengkan kekuasaannya. Ingin melanggengkan dinasti kekuasaan melalui keluarganya.
Tetapi, sebelum sampai kepada keputusan menetapkan calon presiden bagi Partai Demokrat, tentu langkah-langkah yang dilakukan SBY, menghancurkan kekuatan-kekuatan politik yang menjadi lawannya.
Demokrat yang sudah luluh-lantak, sejak korupsi yang menghancurkannya, dan terbongkarnya kasus-kasus korupsi yang melibatkan para tokoh dan pemimpin Partai Demokrat, seperti Ketua Umum, Anas Urbaningrum, Wakil ketua, Andi Mallarangeng, Bendahara Umum, Nazarurddin, dan Wakil Sekjen, Engelina Sondakh, dan sejumlah tokoh lainnya, sekarang ini, SBY menghancurkan Golkar yang menjadi lawan politiknya.
Kasus sogok terhadap Akil Mochtar, Chairun Nisa, dan Atut, benar-benar menjadikan Golkar "mimpi buruk" (nightmare), dan menghabiskan harapan rezim dinasti Golkar yang masih bermimpi tentang kekuasaan.
MK (Mahkamah Konstitusi) yang menjadi lambang tertinggi bidang hukum dan pencari keadilan, runtuh dan hancur, akibat kasus sogok, dan menimpa Akil Mochtar. Akil Mochtar, Chairun Nisa, dan Atut dikenal, sebagai orang-orang Golkar.
Seperti serangan yang menggunakan senjata pamungkas (pemusnah massal) yang terjadi di Suriah, gas sarin, yang digunakan rezim Bashar al-Assad, serangan yang terjadi terhadap Golkar saat ini.
Di mana terbongkarnya kasus sogok terhadap Akil Mochtar, sulit akan dapat menyelamatkan Golkar di tahun 2014. Apalagi, posisi Aburizal Bakri yang berobsesi menjadi presiden, itu seperti mimpi di siang bolong.
Efek damage (kerusakannya) akibat kasus Akil Mochtar, Chairun Nisa, dan Atut itu, sejatinya adalah : "game is over" alias "power game is over" (permainan kekuasaan sudah usai).
Seperti dikatakan oleh Indra J.Piliang, salah satu fungsionaris Golkar, yang menuduh SBY, sengaja mengarahkan opini terhadap Golkar, terkait dengan politik dinasti, Ratu Atut.
Bukan hanya Indra yang memberikan komentar, tetapi Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakri, Ketua Dewan Pembina Golkar, Akbar Tanjung, mengatakan, bahwa kekuasaan Ratu Atut, sah secara konstitusi, karena ia dipilih melalui pemilu.
Ditangkapnya Akil Mochtar, Chairun Nisa, dan adik Ratu Atut - Wawan, tidak dapat dipungkiri membuat kegelisahan di internal Golkar, terutama dikalangan elite partai warisan Soeharto. Seperti senja kala yang sedang memyelimut partai itu.
Karena, seperti dikemukakan oleh Indra J.Piliang, Banten menjadi satu-satunya wilayah yang dinasti dan kekuasaan Golkar masih tetap kokoh. Di Jawa, tidakk ada lagi kekuatan dan pengaruh Golkar, kecuali hanya tinggal di Banten.
Akibat kasus Akil Mochtar, Chairun Nisa, dan Ratu Atut, perlahan-lahan, kekuatan Golkar terpereteli dan akan menjadi ringkih. Siapapun tahu, bahwa Pulau Jawa, wilayah yang paling padat penduduknya di Indonesia. Karena, sejak zaman Soeharto, Jawa selalu menjadi perhatian khususnya.
Sesudah Demokrat luluh lantak, skenario yang dihancurkan adalah PKS, dianggap menjadi kekuatan baru, representasi kalangan Islam modern, sekarang PKS, menjadi puing. Akibat belitan sapi, dan berbagai kasus, yang sangat destruktif. PKS tidak diinginkan akan menjadi kekuatan politik masa depan di Indonesia.
Sehingga, banyak kalangan yang sangat skeptis, terhadap masa depan PKS. Seperti dikatakan oleh mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak, sejatinya dirinya hanya korban, dan sengaja ada keinginan SBY menghancurkan PKS. Karena, menurut Luthfi, PKS tidak mau nurut dengan SBY, sebagaimana yang dikemukakan oleh Sudi Silalahi kepada dirinya.
Tetapi, tak kalah dahsyatnya, serangan yang dilontarkan oleh Luthfi Hasan Ishak, saat berlangsung sidang di Pengadilan Tipikor, Kamis (10/10/2013), di Jakarta. Di mana Luthfi menyebutkan bahwa seorang tokoh yang menggunakan anonim, Bunda Putri, menjadi orang dekatnya SBY. Pernyataannya Luthfi di depan Pengadilan Tipikor itu, membuat Istana kocar-kacir, dan sampai hari ini, tak dapat menjelaskan siapa Bunda Putri.
Bahkan, Bunda Putri bukan hanya memiliki kedekatan semata, tetapi sampai ke tingkat masalah politik, termasuk adanya rencana reshuffle kabinet. Inilah yang terus menjadi persoalan pelik bagi SBY, dan terus menghantuinya. Berbagai kalangan berspekulasi, siapa sejatinya Bunda Putri itu? Adakah benar teman dekatnya SBY, dan Bunda Puteri itu operatornya Ani Yudhoyono?
Sekarang yang belum dihancurkan tinggal PDIP dan Megawati. Jika Mega ingin menjadikan Jokowi calon presiden bagi PDIP, ini sebuah langkah politik baru bagi Mega. Setidaknya, Mega akan melakukan "deal" politik dengan kekuatan regional atau multilateral.
Mega kemungkinan akan mencari dukungan politik dari Chinese Overseas (China Perantauan), yang sekarang ini menguasai 80 persen asset ekonomi Indonesia, atau dengan China daratan, yang sekarang posisinya sudah menggantikan Amerika Serikat.
Di kawasan Asia Pasific sedang terjadi perebutan pengaruh antara China dan Amerika Serikat, dan Indonesia masih tetap penting bagi kepentingan China dan Barat.
Siapapun yang akan menjadi penguasa di Indonesia pasti tidak akan terlepas dari tangan-tangan kepentingan dua raksasa itu. Apakah Mega akan menggandeng Jokowi dengan dukungan China? Sebaliknya, SBY akan terus membangun dinasti kekuasaannya dengan dukungan Amerika? Kita lihat nanti. syh/hh
Bakar Gedung, Habisi Dokumen Century dan Hambalang
Mungkinkah The Godfather berperan atas (Berkas Acara Pidana) BAP Edhie Baskoro Yudhoyono dalam kasus hambalang raib?
Anda akan bertanya-tanya, memang Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terlibat juga?
Tak banyak media yang berani membeberkan hal ini, umat Islam perlu membuka mata atas sandiwara yang lebih seram dari film James Bond.
Kenapa?
Ada konspirasi penguasa, KPK dan TNI yang ikut bermain. Rio C, Seorang jurnalis yang aktif di Barisan Rakyat Peduli Antasari Azhar (Baretaz) mengungkap CIKEASLEAKS secara runtun dan terkadang menimbulkan banyak pertanyaan di kepala kita. Ini serius?
Ia mengungkapkan, sedikitnya ada 20 orang penyidik TNI yang menangani kasus Hambalang. Ironisnya, semua BAP yang menyebutkan dugaan keterlibatan Ibas tiba-tiba hilang. Alat bukti soal dugaan keterlibatan Ibas juga dihilangkan. Pelibatan TNI sebagai penegak hukum ini menyalahi amanat reformasi yg memerintahkan TNI untuk profesional dengan kembali ke barak dan fokus pada tugas pertahanan.
Reformasi keamanan sendiri masih mengalami kendala serius dengan penolakan TNI untuk memasukkan delik umum ke dalam peradilan umum (revisi RUU peradilan militer), apalagi pidana khusus untuk pemberantasan korupsi. Ini dibuktikan KPK dan BPK hampir tidak pernah memproses kasus korupsi di TNI.
KPK untuk merekrut TNI sebagai penyidik mengganggu 2 agenda reformasi sekaligus yaitu penghapusan dwi fungsi ABRI dan pemberantasan korupsi.
Memasuki tahun politik sepatutnya penguasa tidak menyeret-nyeret TNI ke dalam politik di luar tupoksi TNI. Belum tuntas kontroversi pelibatan lemsaneg dengan KPU, sdh menyusul kontroversi KPK yg melibatkan TNI sebagai penyidik di saat reformasi keamanan belum tuntas.
Manuver-manuver menyeret TNI ke dalam politik akan membawa mundur sebagaimana masa Orba dimana TNI digunakan sebagai alat kekuasaan oleh rejim penguasa.
Tak hanya di kejutkan dengan berita hilangnya BAP Ibas di KPK dalam kasus hambalang. BAP itu sengaja di hilangkan untuk menutup pemberian mobil Ferrari dari Choel Mallarangeng kepada Ibas. Kita di kejutkan dengan kebakaran gedung BPK lantai 11. Di lantai 11 gedung BPK itu adalah ruangan vital yang menyimpan berkas audit Century dan Hambalang.
Lengkap lah sudah permainan busuk KPK, BPK juga Istana untuk menyelamatkan orang-orangnya yang tersandung korupsi Hambalang dan Bank Century. Akhirnya listrik di jadikan "kambing hitam" dalam kebakaran tersebut.
Ketua tim penyidik kasus Hambalang juga berasal dari TNI. KPK juga tidak berani menetapkan adik Andi Mallarangeng, Andi 'Choel' Zulkarnaen Mallarangeng sebagai tersangka karena khawatir Choel akan membuka suara terkait penerimaan mobil Ferrari kepada Ibas.
Hilangnya Arsip MK
Setelah BAP Edie Baskoro yang terlibat kasus Hambalang raib di KPK, tragisnya gedung BPK terbakar dan sekarang sejumlah arsip MK hilang terkait pengangkatan SBY-Boediono..!!
Sejumlah arsip milik Mahkamah Konstitusi hilang terkait pengangkatan SBY-Boediono pada 2009 lalu. Artinya SBY-Boed presiden tidak sah dan Indonesia tidak punya presiden alias negara auto pilot..
Dengan hilangnya arsip ini, maka Rakyat harus tahu bahwa SBY dan Boediono bukan Presiden dan Wakil Presiden Rakyat, karena illegal, atas hilangnya arsip yang dipandang Mahkamah Konstitusi sebagai tindakan kesalahan prosedur.
Rio menyatakan, dari segi hukum tata Negara pasalnya, sebelum UUD 1945 di ubah, dasar hukum pelantikan Presiden adalah Ketetapan MPR (TAP MPR). Namun, setelah UUD 1945 di ubah, sejak tahun 2004 MPR tidak dapat lagi mengeluarkan Ketetapan dan Keputusan MPR. Selama dua periode, dari 2004 dan 2009, SBY dilantik tidak berdasar pada ketetapan MPR, tetapi hanya berdasar pada Pleno Penetapan KPU.
Presiden dipilih langsung memalui pemilu yang digelar KPU. Setelah perhitungan selesai, KPU gelar Pleno untuk menetapkan calon Presiden peraih suara terbanyak sebagai pasangan capres dan wapres terpilih. Setelah itu diusulkan ke MPR untuk dilantik. Arsip tentang inilah yang raib dari MK.
Kemudian muncul pertanyaan mendasar, atas dasar Presiden dan Wapres di angkat? Apakah dengan suara terbanyak dan ditetapkan sebagai pemenang pemilu, sudah cukup bagi MPR untuk melantik Presiden dan Wapres terpilih? Sedangkan di UUD dan UU KPU tidak ada mengatur hak KPU untuk menetapkan Presiden dan Wapres baru.
Eng Ing Eng..... James Bond pun akan bingung dibuatnya
Gedung BPK lantai 11 yang terbakar adalah ruangan Gatot Supartono, suami Holly yg tewas di apartemennya di Kalibata.
Indonesian Police Watch meminta Badan Pemeriksa Keuangan untuk mencopot tugas Gatot Supiartono sebagai auditor yang memeriksa kepolisian. Pencopotan dipandang sebagai cara untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan dalam penyidikan kasus pembunuhan Holly Angela Ayu yang diduga turut melibatkan Gatot. Semakin menjadi misteri dan semakin tersambung benang merah antara kematian Holly dengan kasus Hambalang juga Century yang akan di bongkar Gatot.
Media nasional terus memberi label kepada Gatot sebagai terduga kuat aktor pembunuhan Holly. Hmmm.. mana yang benar? Holly di bunuh untuk menekan Gatot? Ataukah Gatot pelaku utamanya? Lalu untuk apa? Simak penelusuran kami berikutnya.
RUSAKNYA NEGARA, KEMBALI UNGKAP IBROH YANG HAKIKI DARI NABI IBROHIM
Hari ini, bertepatan dengan Idul Adha 1434 H, puluhan ribu khatib akan mengupas tentang ibroh dan pelajaran yang dapat diambil dari Nabiyullah Ibrahim dan keluarganya - alaihimus salaam -. Baik dari sisi pengorbanannya, perjuangannya maupun kepemipimpinannya.
Ustadz Fuad Al Hazimi menyindir atas sikap banyak khatib yang secara terang-terangan tidak berani mengupas hakikat dari Ibroh yang paling penting dari kehidupan Nabi Ibrohim -alaihis salaam- yaitu : MILLAH IBRAHIM yang di antara pokok-pokoknya adalah :
1. Bara'ah (pelepasan diri) dari segala bentuk ibadah, jalan hidup, tata aturan, hukum dan undang-undang jahiliyyah serta dari para pengusungnya.
2. Kufur (ingkar) terhadap semua hal di atas
3. Deklarasi permusuhan dan kebencian selamanya tanpa kompromi.
4. Hanya keimanan, satu-satunya yang bisa menjadi syarat "perdamaian" antara Ahlut Tauhid dan Ahlul Kufr

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ
"Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja". (QS Al Mumtahanah 60:4)
Ironisnya, justru keteladanan Nabi Ibrohim bisa "dipelintir" untuk kepentingan Pilkadal (Pemilihan para kadal), melegitimasi demokrasi atau kepentingan sesaat penguasa dan para pendukungnya. (muhammad, rio c, ustadzfuad/voa-islam)
Istana Presiden Dikendalikan Para Broker?
Presiden SBY berjanji dalam satu atau dua hari akan mengungkap siapa sejatinya Bunda Putri? Tetapi, sampai hari ini Presiden SBY dan Istana tidak memberikan klarifikasi tentang jati diri Bunda Putri. Jadi siapa sejatinya yang jujur dan pembohong?
Sosok tokoh Bunda Putri mencuat di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 29/8/203, dan diangkat oleh Ridwan Hakim, anak Ketua Majelis Syuro PKS, Hillmi Aminuddin. Sosok Bunda Putri, kembali diangkat oleh mantan Presiden PKS, Lutfhi Hasan Ishaq, di persidangan Tipikor, saat mengadili Ahmad Fathonah, di mana Luthfi menjadi saksi, pada Kamis, 10/10/2013.
Luthfi Hasan Ishaq secara eksplisit menyebutkan Bunda Putri memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Presiden SBY. Luthfi memiliki kepentingan bertemu dengan Bunda Putri, karena tokoh ini memiliki informasi yang akurasinya tinggi. Menurut Luthfi perkenalannya dengan Bunda Putri melalui Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin.
Selanjutnya, Luthfi menemui Bunda Putri di rumahnya di Pondok Indah, sebagai kapasitasnya Presiden Partai PKS, dan ingin mendapatkan informasi yang jelas, tentang posisi dan nasib menteri PKS, saat menjelang reshuffle (pergantian menteri kabinet).
Bunda Putri, bukan hanya sosok yang sangat dekat dengan SBY, sebagai tokoh yang memiliki relasi dalam bisnis semata, tetapi Bunda Putri memiliki informasi detil situasi dan perkembangan politik atau kebaijakan di tingkat atas (presiden). Seperti dikatakan oleh Lutfhi bahwa Bunda Putri menjadi perantara antara Presiden SBY sebagai pembina partai dengan pembina partai lainnya.
Dari kasus Bunda Putri seperti yang digambarkan oleh Luthfi itu, betapa Presiden SBY yang sudah memiliki perangkat yang sangat lengkap, termasuk beberapa staf khusus, dan lingkaran Istana, seperti Mensesneg dan Mensekab, kenyataan masih ada tokoh semacam Bunda Putri.
Artinya, SBY masih menggunakan orang tertentu yang menjadi komunikator atau broker politik dengan berbagai tokoh partai politik. Ini terbukti dengan pengakuan Lutfhi Hasan Ishaq, dan disanggah oleh Presiden SBY, sebagai bohong besar. SBY mengatakan Luthfi bohong 1000 persen, bahkan Bunda Putri mengetahui reshuffle kabinet, 2000 persen bohong, tandas SBY.
Sesudah hampir sembilan tahun menjadi Presiden RI, baru Kamis (10/10/2013) lalu, Presiden SBY di hadapan publik sangat marah. Kemarahannya itu terbersit di wajahnya. Ibaratnya wajah SBY seperti "kepiting direbus".
Pemicunya, kesaksian Luthfi Hasan Ishaq di bawah sumpah musfhaf al-Qur'an itu, disebut Presiden SBY sebagai kesaksian bohong. Luthfi menyebut, Bunda Putri, sosok penting dalam praktik suap daging impor sapi, sebagai orang dekat Presiden SBY.
Tetapi, Presiden SBY yang berjanji akan memberikan klarifikasi tentang Bunda Putri dalam satu atau dua hari, tetapi kenyataannya tak kunjung datang, klarifikasi tentang Bunda Putri. Sekarang, perlahan-lahan, siapa sosok Bunda Putri mulai terkuak di publik.
Dokumentasi yang tingkat validitasnya mendekati kebenaran mulai terungkap di publik. Seperti dokumentasi perempuan yang disebut sebagai Bunda Putri dengan sejumlah lingkar orang dalam Istana bermunculan di publik.
Seperti foto Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam dengan Bunda Putri yang tampak akrab di antara keduanya. Dalam foto tersebut senyum Dipo Alam tampak merekah. Sedangkan Bunda Putri tampak senyum tipis. Foto itu tidak ditampik Dipo Alam.
Menurut Dipo, sebagai pejabat publik dirinya tidak bisa menolak bila ada orang yang ingin berfoto bersama dirinya. "Sebagai pejabat publik, saya nggak bisa nolak ada orang mau motret, sering kaya begitulah," kata Dipo akhir pekan lalu.
Foto ini seperti melengkapi rekaman percakapan antara Bunda Putri dengan Luthfi Hasan Ishaaq yang diperdengarkan pada 29 Agustus 2013 lalu dan sempat menyinggung nama Dipo. "Bunda ini jam 10 ditunggu Dipo, sebelum dia ke JCC. Bun, nanti kita ketemu sama Mas Bud jam 2-an. Udah bunda nunggu di Grand Hyatt saja, supaya nggak usah kemana-mana. Kalau begini caranya, malas deh ngurus TPA-nya," kata Bunda Putri.
Selain foto dengan Dipo Alam, juga beredar foto Bunda Putri dengan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng yang juga bekas Juru Bicara Presiden SBY. Dalam foto tersebut tampak mantan Menpora itu tengah bermain catur dengan mimik muka serius.
Sedangkan Bunda Putri tampak persis di belakang Andi Mallarangeng menyaksikan permainan catur. Mimik muka Bunda Putri juga tampak serius, sama dengan Andi Mallarangeng. Dalam keterangan foto tersebut, peristiwa itu diambil di halaman kediaman Bunda Putri.
Tidak hanya itu, foto lainnya yang beredar di publik juga tampak foto Bunda Putri dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Dalam foto tersebut, Bunda Putri dan Purnomo tidak hanya berdua. Justru keduanya tampak tengah mengapit pria berambut putih yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Purnomo tampak memberikan plakat ke pria tersebut. Adapun Bunda Putri tampak menggunakan busana formal dengan dibalut jas dan dasi.
Andi Mallarangeng dan Purnomo Yusgiantoro belum memberikan keterangan ihwal fotonya bersama Bunda Putri tersebut. Namun, jika memakai logika dan jawaban Dipo Alam, rasanya sulit dipahami bila Bunda Putri dalam foto itu meminta foto bersama dengan dua pembantu Presiden tersebut.
Bagaimana mungkin, Bunda Putri meminta foto bersama dengan Andi Mallarangeng di dalam acara yang diselenggarakan di kediaman Bunda Putri?
Begitu pula foto Bunda Putri dengan Purnomo Yusgiantoro yang tampak dalam acara formal. Bagaimana mungkin dalam acara formal, Bunda Putri bisa menyelinap dalam acara sebuah kementerian bila yang bersangkutan tidak memiliki posisi penting bagi Sang Menteri.
Janji Presiden SBY untuk mengungkap identitas Bunda Putri tampaknya tak menemui jalan sulit bila melihat tiga dokumentasi yang muncul di publlik dengan para pembantu presiden tersebut. Apalagi, para pembantu Presiden itu masuk kategori lingkar dalam Istana. Presiden tinggal memanggil para pembantunya itu untuk memberi keterangan siapa sosok Bunda Putri.
Fakta-fakta yang bermunculan di tengah heboh Bunda Putri ini, tampaknya menjadi penunjuk jalan bagi publik untuk menilai siapa yang berbohong dalam perkara Bunda Putri ini. Bisa saja Presiden SBY benar-benar tidak mengetahui dengan sosok Bunda Putri. Bisa juga Luthfi Hasan Ishaaq berdusta, meski disumpah di bawah mushaf al-Qur'an.
Berbagai kalangan menyebutkan bahwa Bunda Putri itu, bernama lengkap Non Saputri, anak dari Mayor Jenderal Ahmadi, pendiri Golkar. Ahmadi merupakan senior dari Mayor Jenderal Sarwo Edhi, dan sangat dihormati oleh SBY dan Ibu Ani. Dari gambaran ini, kiranya dapat ditarik kesimpulan, Bunda Putri, bukan tokoh fiksi, dan ada, serta memiliki peranan penting, antara SBY, Ani, dan para tokoh partai politik.
Negara besar seperti Indonesia, dan berpenduduk 250 juta, dan memilikki posisi geostrategis yang sangat penting, serta berwilayah sangat luas, tetapi terjadi kolaborasi antara kalangan elite pemerintah dengan sejumlah broker politik dan bisnis, dan mempengaruhi kebijakan yang sangat penting, termasuk bagaimana seorang broker, seperti Bunda Putri ini, kenyataan dipercaya oleh Presiden SBY dan Ibu Ani, serta keluarga Istana.
Ini benar-benar ancaman bagi keamanan negara. Hanya berbekal kepercayaan, kemudian seorang Presiden dan lingkarannya bisa memberikan informasi sangat rahasia kepada seorang broker?
Broker berhasil melakukan penetrasi terhadap pusat kekuasaan, hanya berbekal kedekatan, kepercayaan, atau kekerabatan, dan menjadi operator di lapangan dengan fihak-fihak yang dianggap memiliki kepentingan dengan kekuasaan? Seperti Istana dengan pemimpin partai politik, pembisnis, dan kalangan kepentingan yang sangat luas.
Bagaimana di awal Orde Baru, jaringan kelompok pengusaha Cina mempenetrasi kekuasaan melalui Mayjen Ali Moertopo, dan dengan menggunakan lembaga CSIS, waktu itu ada tokoh Angkaktan 66, yaitu Liem Bian Koen, Liem Bian Kie, dan Hary Tjan Silalahi, berhasil mempengaruhi dan mengarahkan kekuasaan Soeharto, dan memberikan kekuasaan ekonomi kepada mereka. Sambil menciptakan phobi terhadap kaum pribumi, khususnya Muslim dengan isu Komando Jihad.
Sampai di zaman Soeharto, bagaimana kelompok kekuatan pengusaha Cina, dan tokohnya yang memiliki kedekatan, dan dipercaya Soeharto, yaitu Liem Sieo Liong, bisa datang ke Cendana hanya menggunakan celana pendek, dan bertemu dengan Presiden Soeharto.
Karena, Liem hanya berbekal kedekatan dari Soeharto, dan mendapatkan kepercayaan, akibatnya Istana berhasil di jebol. Dampaknya, Soeharto memberikan berbagai fasilitas, termasuk kucuran BLBI, saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi, senilai Rp.650 triliun kepada konglomerat Cina.
Di zaman Sudomo menjadi Penglima Kopkamtib, memberikan katebelece kepada pengusaha Cina, Edy Tanzil, dan kemudian melarikan diri ke luar negeri (Cina), dan membawa uang senilai Rp.1.4 triliun. Konon, sekarang Edy Tanzil mendirikan pabrik terbesar di Guangzou.
Berikkutnya, bagaimana Mega bisa memberikan pengampunan terhadap konglomerat hitam (Cina), yang sudah melarikan uang Rp 650 triliun ke luar negeri. Semua ini tak terlepas dari sejumlah orang lingkar dalam, termasuk Taufik Kemas yang memiliki kedekatan dengan sejumlah konglomerat Cina, seperti Syamsul Nursalim.
Soeharto menjelang akhir kekuasaannya, dikelilingi si mata "sipit" konglomerat Cina, dan 200 konglomerat Cina itu, akhirnya sekarang menguasai 80 persen asset ekonomi Indonesia. Akibat kepercayaan Sodeharto kepada mereka.
Sekarang terjadi di era SBY, di mana ada mutualisma-simbiosa antara SBY dengan Bunda Putri. Saling menguntungkan diantara mereka. Tentu ini akan menjadi preseden bagi masa depan Indonesia yang serius.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pihak pertama yang mengungkap sadapan rekaman yang memuat ihwal Bunda Putri ini seharusnya menindaklanjuti dengan memanggil sosok perempuan yang telah membuat Presiden SBY meradang ini.
Dengan cara ini, publik dapat secara terang apakah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq yang berbohong atau Presiden RI SBY yang berdusta? Wallahu'alam
Antasari Azhar Jilid 2 Tutupi Kasus Hambalang?
Apes betul nasib Gatot Supiartono dalam upayanya mengungkap kasus Hambalang. Gatot Supiartono merupakan Eselon I BPK dan menjabat sebagai Auditor Utama Keuangan Negara I yang membidangi pemeriksaan keuangan negara di bidang politik, hukum, pertahanan, dan keamanan.
Beberapa lembaga besar yang diperiksanya, di antaranya Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Badan Inteligen Negara (BIN).
Ketika Holly di bunuh, Gatot sedang berada di Australia untuk suatu rangkaian tugas dari BPK. Ketika mendengar kabar bahwa istrinya tewas dibunuh, Gatot pun mempercapat kepulangannya.
Tapi tau kah kalian, apa yang menyebabkan Gatot terkesan dipaksakan menjadi pelaku utama atau otak dari pembunuhan istrinya sendiri? Rupanya Gatot sedang mengaudit keuangan kasus Hambalang yang melibatkan Bunda Putri.
Dalam audit BPK itu, tertulis ada tiga orang dekat Presiden SBY turun langsung meyakinkan para pejabat berwenang agar mengubah kontrak single year menjadi multiyears.
"Pada saat proses permohonan sekitar Oktober 2010, WM (Wafid Muharam) mengaku diyakinkan oleh pihak-pihak yang dapat membantu proses multiyears ke Kementerian Keuangan, yaitu SSH (SYLVIA SOLEHA atau Bunda putri), WWS (Widodo Wisnu Sayoko anak Sylvia Soleha) dan AGU (Arif Gundul). Demikian kalimat hasil audit investigasi Hambalang jilid II, halaman 37.
Audit BPK itu juga menerangkan bagaimana IR mengenalkan SSH (SYLVIA SOLEHA) kepada WM setelah SSH menghadap AAM. IR mengantarkan SSH ke ruang kerja WM dengan menjelaskan bahwa SSH akan meminta pekerjaan di Kemenpora sesuai dengan petunjuk dan persetujuan AAM.
WM adalah inisial dari mantan Sekretaris Menpora Wafid Muharam. AAM adalah mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng. Adapun ADWM adalah inisial Agus Dermawan Wintarto Martowardojo atau Menteri Keuangan yang kini menjadi Gubernur Bank Indonesia, dan AR adalah inisial Anny Ratnawaty, mantan Dirjen Anggaran Kemenkeu yang kini menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Kasus kematian Holly ini terjadi berdekatan dengan kejadian-kejadian yang menghebohkan indonesia. Yang pertama dimulai dengan nyanyian Robert Tantular tentang dalang Century, kemudian di hajar dengan tertangkapnya ketua MK Akil Mochtar. Selanjutnya sidang LHI mengatakan bahwa bunda putri merupakan orang dekat SBY yang mengakibatkan SBY marah-marah dilanjut lagi hilangnya BAP Ibas keterlibatannya dalam Hambalang, di susul dengan terbakarnya gedung BPK lantai 11 yang merupakan ruangan Gatot dan terakhir pemilihan calon tunggal Kapolri.
Apa ini suatu kebetulan semata??
Tidak..ini adalah rangkaian yang dinamakan "Kontra Intelejen" Ungkap Rio C dari Barisan Rakyat Peduli Antasari Azhar (Baretaz)
Uraian di atas adalah tali temali yang jika di susun menjadi sebuah rangkaian kejadian yang saling terkait satu dengan yang lain.
Sedangkan untuk kasus Antasari Azhar sendiri, waktu itu sedang melakukan investigasi kasus pembelian IT pemilu. Ada sebuah informasi yaitu pada Oktober 2008 lalu, ada seorang oknum POLISI yang berbulan-bulan menghilang dari kantornya. Patut dapat diduga oknum POLISI itu berada di AS untuk mempelajari bagaimana penanganan masalah IT (Information & Technology)
Kepergian oknum POLISI itu, sebagai sebuah perjalanan yang masuk dalam kategori SILENT OPERATION. Sebuah operasi rahasia yang dilakukan untuk memenangkan pemilu 2009 dengan cara memanipulasi data penghitungan cepat menggunakan IT.
"Tidak hanya sekedar IT yang akan di ungkap antasari, ada hal yang lebih besar. Apa itu? Jika kalian berpikir itu Century, kalian salah.." tegas Rio
Bukan itu yang akan di ungkap Antasari. Tapi sebuah skandal besar yang melibatkan hampir semua golongan. Jika ini sempat terbongkar, maka dari orde baru hingga rezim sekarang akan masuk semua ke dalam hotel prodeo.
Sesungguhnya Antasari tidak tau mengenai Century, tapi Antasari tau "CARA" kerja mereka menghajar Century.
Gatot dan Antasari Azhar sama-sama di bungkam dengan cara licik.. Mereka sama-sama mau membongkar skandal para penguasa" seraya menyimpulkan kasus tersebut. (Rio.C/ahmad/voa-islam)
Jangankan Rakyat, Tuhan Pun Kau Tipu!
SBY Bergelimang Tipu Mundurlah! itulah tulisan Iwan Piliang pada 25 December 2012. Iwan Piliang yang sontak menjadi fenomenal karena berbicara melalui skype dengan Nazarudin, mantan bendahara Partai Demokrat.
SBY, Tuhan Pun Kau Bohongi! Iwan Piliang menyidir.
Dulu SBY pernah meminta ke rakyat, berilah dia kesempatan menjadi presiden sekali saja. Ia pun menyebut nama Tuhan, demi Tuhan hanya untuk sekali saja. Kenyataannya Tuhan pun sudah ditipu SBY. Dan kepada rakyat banyak ia katakan tidak akan berdekat-dekat dengan konglomerat hitam, nyatanya kini bukan dekat lagi tetapi lengket.
SBY pun menyebut nama Tuhan, demi Tuhan hanya untuk sekali saja. Kenyataannya Tuhan pun sudah ditipu SBY
SBY dikenal sebagai pejabat yg 'tahu beres'. Ga peduli asal uangnya. Jika SBY ngaku ga kenal Bunda Putri, itu hanyalah permainan semantik belaka. Karena dimana ada Ani SBY, disitu ada Bunda Putri.
Jika sekarang sosok Bunda Putri mau di alihkan ke orang lain, itu sama saja dgn fitnah. Kombes Purn. Purnomo, Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Cikeas (eselon I), suami Sylvia Solehah adalah teman seangkatan SBY di Akabri. Purnomo adalah saudara dekat Ani SBY.
Itu sebabnya dia dipercaya menjabat KRT/karugma Cikeas, bertangungjawab urus semua keperluan SBY/keluarga. Sylvia Solehah, istri Purnomo, biasa dipanggil dgn Bu Pur atau Bu Purnomo. Nama sandinya Bunda Putri. Tangan kanan Bu Ani dalam semua hal. Non Saputri yang sekarang seolah-olah mau di jadikan kambing hitam sebagai Bunda Putri adalah org suruhan / kepercayan Bu Pur / Sylvia Solehah. Selain Non Saputri ada juga Widodo yang biasa menjadi utusan Bu Pur atau Bunda Putri yang bertindak on behalf /atas nama Ani SBY. Jika mau tahu Bunda Putri dan bagaimana kekuasaanya, silahkan tanya sama @jumhurhidayat, dia biasa suap / kasih upeti ke Cikeas via Bu Pur, demikian akun pseudonym / samaran @TrioMacan2000 yang kerap membongkar kebobrokan di Indonesia.
Jika SBY mengaku tdk kenal Sylvia Solehah alias Bunda Putri alias Bu Purnomo, ya sama saja dengan SBY ga ngaku kenal sama Bu Ani SBY
Daftar Tipu Tingkat Dewa :
1. Kasus Bank Century, juga sebuah kebijakan yang dihindari untuk di akui oleh SBY. Beragam fakta mengungkap termasuk dokumen yang dimiliki Misbakhun, mengatakan SBY sangat tahu akan kebijakan pengambilan langkah bailout ini. Dan karena langkah mengingkari kebenaran itu, sosok ibu-ibu seperti Kirana, yang hanya staf biasa menupang kehidupan keluarganya, karena suami sakit, membesarkan anak dari menjadi karyawan di Century, kini harus mendekam 10 tahun penjara. Begitulah kepemimpinan SBY terhadap kaum ibu.
Iwan mengungkap. Dari dialog informal dengan perwira menengah di TNI, dapat informasi di era kinilah intelijen TNI berada di titik terlemah.
2. SBY memberi porsi lebih ke polisi dan dapat dilihat dari kerjasama Densus 88 dengan Amerika Serikat. Program dan anggaran yang overlap dengan Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan SBY seakan membiarkan indikasi korupsi tinggi di sana. Lebih dari itu, dari 700 mereka di anggap teroris, setidaknya sepertiga saya ragukan keterorisannya. Iwan Piliang menegaskan memiliki sumber yang kredibel di dalam BNPT sendiri. Kalau sudah begini, suatu saat akan menjadi api dalam sekam bagaimana indikasi laku SBY sebagai pemimpin melanggar HAM berat.
Faktanya, SBY tidak berpikir untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia cenderung hanya berpikir untuk ke atas dan di atas. Ia konsen ke ekonomi makro dan kredit consumer, bermain aman dari berbagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) dominan dari pajak kendaraan bermotor, ekenomi riil melempem.
Pola komunikasi Opini Kontra Opini (OKO) terus ia kembangkan, untuk membangun citra personalnya baik dan terkesan "prihatin"
3. Pada kasus korupsi Nazaruddin yang ketika itu dia melarikan diri, SBY ke publik mengaku tidak paham apa terjadi. Tumpahan kesalahan seakan SBY tujukan ke pengurus partai. Padahal secara faktual, kasus uang suap, dan uang dolar dalam amplop ditemukan di Kongres Partai Demokrat di Bandung yang memenangkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum, nyata diketahui oleh SBY.
4. Pasca Pemilu, dua orang mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Anas Urbaningrum dan belakangan Andi Nurpati ke Partai Demokrat, memperkuat dugaan permainan teknologi informasi KPU. Indikasi penggelembungan angka kemenangan SBY, seakan bukan basa-basi, ditambah fakta adanya peristiwa lampu mati di saat perhitungan suara di Hotel Borobudur, angka-angka kemenangan kemudian signifikan. Perihal ini sempat hendak di angkat mantan ketua KPK Antasari Azhar, tetapi ia bernasib di prodeo.
5. Operasi Tangkap Ternyata Pengalihan Isu demi Godfather. Lalu bagaimana dengan aktivis Islam? Saudara muslim yang aktif di dunia pergerakan dan dakwah terus menerus dimandulkan dengan isu deradikaliasi terorisme yang terus dihembuskan BNPT dan Densus 88.
Bahkan BNPT akui penggerebekan teroris untuk pengalihan isu dan ternyata hal itu bukan omong kosong. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengakui hal tersebut.
"Perbandingan 80 persen dan 20 persen. 20 Persennya yang pengalihan isu, tetapi kalau di era Soeharto dulu persentasenya sangat tinggi," ujar Ansyaad saat ditemui di ruangannya, Jumat (10/5) malam.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui bahwa penggerebekan aktivis islam yang di tuduh teroris adalah pengalihan isu. Para teroris itu sebenarnya sudah dipantau cukup lama, namun kapan dilakukan penggerebekan menunggu saat yang tepat sehingga bisa memecah isu yang sedang berkembang di masyarakat.
Penggrebekan terduga teroris sudah di setup sejak lama (baca: di jebak, di danai, di sulut semangatnya, dan di provokasi untuk membuat makar dan akhirnya lalu ditangkap), lanjut Mbai, juga menunggu moment yang tepat. Menurut Mbai, penggrebekan teroris adalah berita seksi yang bisa digunakan untuk mengalihkan isu.
6. Gatot Supartono pun dikorbankan, Character Assasination ala Antasari Azhar jilid 2. Tapi tau kah kalian, apa yang menyebabkan Gatot terkesan dipaksakan menjadi pelaku utama atau otak dari pembunuhan istrinya sendiri? Rupanya Gatot sedang mengaudit keuangan kasus Hambalang yang melibatkan Bunda Putri.
Dalam audit BPK itu, tertulis ada tiga orang dekat Presiden SBY turun langsung meyakinkan para pejabat berwenang agar mengubah kontrak singleyear menjadi multiyears.
Audit BPK itu juga menerangkan bagaimana IR mengenalkan SSH (SYLVIA SOLEHA) kepada WM setelah SSH menghadap AAM. IR mengantarkan SSH ke ruang kerja WM dengan menjelaskan bahwa SSH akan meminta pekerjaan di Kemenpora sesuai dengan petunjuk dan persetujuan AAM.
WM adalah inisial dari mantan Sekretaris Menpora Wafid Muharam. AAM adalah mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng. Adapun ADWM adalah inisial Agus Dermawan Wintarto Martowardojo atau Menteri Keuangan yang kini menjadi Gubernur Bank Indonesia, dan AR adalah inisial Anny Ratnawaty, mantan Dirjen Anggaran Kemenkeu yang kini menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Untuk korupsi Hambalang sendiri, jelas-jelas audit BPK tahap I mencantumkan 25 nama dan audit BPK tahap II cantumkan 15 nama pelaku korupsinya.
Silahkan cek deh nama para koruptor Hambalang ini >> 25 DAFTAR NAMA KORUPTOR HAMBALANG http://t.co/tCSwsyU1xR, siapa yg sdh diusut KPK? Plus 15 nama anggota DPR pelaku korupsi Hambalang http://t.co/KvTgiZsI2o
Diluar 40 nama koruptor Hambalang tersebut, ada nama-nama pelaku utama yang tidak dicantumkan Audit BPK : Sylvia Soleha, Choel Mallarang, Paulus Nelwan padahal sudah banyak tercantum dlm BAP - BAP pemeriksaan saksi-saksi kasus korupsi Hambalang. Bahkan Choel M yang mengakui terima suap puluhan miliar, malah dibiarkan saja oleh KPK. Tdk ditetapkan sbg tersangka, ada apakah gerangan?
7. Choel Mallarangeng adalah "Kartu AS" Cikeas yang di takuti KPK RI. Ditahannya Andi Mallarange ternyata untuk pengalihan isu sosok Bunda Putri alias Sylvia Solehah, kerabat Ani SBY. Sedemikian sensitif dan bahayanya bagi SBY dan Keluarga Cikeas jika kedok Sylvia Solehah alias Bunda Putri ini jika terungkap,
ketika korupsi Hambalang meledak, perhatian rakyat Indonesia dikecohkan dgn berita palsu dan hebatnya kekuatan opini yang dibangun, bikin rakyat tersesat.
Dugaan korupsi Choel M di Hambalang sekitar 77. Miliar. Dia akuinya hanya 6 miliar. Kemudian dia ralat menjadi hanya 2 miliar. Mau ngaku terima suap berapa pun, Choel M tetap diabaikan KPK. Why ?
Kenapa KPK_RI sangat takut menetapkan Choel Mallarangeng pelaku utama korupsi Hambalang dan tak berani menahannya ?
Dugaan pertama tentu karena dilarang 'istana' utk sentuh Choel Mallarangeng yang sangat dekat sama Ibas dan kalangan Cikeas. Konsekuensinya bisa fatal dan bisa saja jebol dan tidak sanggup simpan rahasia busuk Cikeas. Choel tahu persis korupsi-korupsi istana dan Cikeas. Tahu persis bagaimana Bunda Putri alias Sylvia Solehah jadi ratu bayangan yg kutip suap dimana-mana. Bahkan Choel juga adalah salah satu pelaku utama dalam suap menyuap dan penampung / penyalur aliran dana suap ke cikeas
Dan sudah jadi rahasia umum di kalangan elit bahwa Choel adalah salah satu loket penyaluran uang suap dari pejabat-pejabat/ pengusaha/ BUMN ke Cikeas.
Choel sdh diketahui gemar memberikan suap kepada Edhie Baskoro Yudhotono (Ibas) dan anggota keluarga Cikeas, termasuk hadiah mobil mewah seperti Ferari dan sejenisnya.
Choel juga penyimpang rahasia busuk Cikeas yang terkait dengan aliran dana dan penggunaan uang korupsi bank Century untuk kepentingan PD/ SBY,
Ingat, choel adalah pimpinan FOX Indonesia, mesin opini dan pencitraan PD/SBY yang banyak menghabiskan uang kampanye termasuk dari Century,
Ingat, Choel juga pernah disebut-sebut punya hubungan special dengan Hartati Murdaya Poo. Mereka berdua pasangan serasi membobol dan korupsi uang negara.
Inga ..inga ..inga ...Choel adalah timses inti lingkaran dalam keluarga Cikeas dan panglima besar kampanye SBY di media-media massa nasional. Kan tidak lucu jika seluruh keluarga Cikeas 'bedol desa' ke rutan KPK karena jadi tersangka, atau semua buron ke luar negeri hindari amuk massa.
Sejatinya, penahanan Andi Mallarangeng oleh KPK hanyalah karena timingnya yg tepat : pengalihan isu Bunda Putri alias Sylvia Soleha alias Bu Purnomo / Ka KRT Cikeas
8. Tipu-tipu dinasti! Mengistruksikan bubarkan dinasti dan kroni, malah ada 15 keluarga Dinasti SBY akan bertarung pada Pileg 9 April 2014 nanti, berikut nama-namanya:
  1. Edhi Baskoro Yudhoyono (anak SBY) Dapil Jatim VII;
  2. Sartono Hutomo (sepupu SBY) Dapil Jatim VII;
  3. Hartanto Edhi Wibowo (adik ipar SBY) Dapil Banten III
  4. Agus Hermanto (adik ipar SBY) Dapil Jateng I ;
  5. Nurcahyo Anggorojati (anak Hadi Utomo ipar SBY) Dapil Jateng VI
  6. Lintang Pramesti (anak Agus Hermanto) Dapil Jabar VIII;
  7. Putri Permatasari (keponakan Agus Hermanto) Dapil Jateng I
  8. Dwi Astuti Wulandari (anak Hadi Utomo) Dapil DKI Jakarta I;
  9. Mexicana Leo Hartanto (keponakan SBY) Dapil DKI Jakarta I
  10. Decky Hardijanto (keponakan Hadi Utomo) Dapil Jateng V;
  11. Indri Sulistiyowati (keponakan Hadi Utomo) Dapil NTB
  12. Sumardani (suami Indri Sulistiyowati) Dapil Riau I;
  13. Agung Budi Santoso (keluarga Hadi Utomo) Dapil Jabar I
  14. Sri Hidayati (adik ipar Agung BS) Dapil di Jawa Barat III;
  15. Putut Wijanarko (suami Sri Hidayati) Dapil Jatim VI.
9. Menipu rakyat demi kroni, pengajuan Sutarman disinyalir untuk melindungi orang bermasalah di pusat kekuasaan. Rekam jejak Sutarman, baik selama menjabat Kapolda maupun Kabareskrim tidak menunjukan prestasi istimewa. Malah, Sutarman cenderung menunjukan catatan hitam.
Dan ini perlu dibuka untuk diketahui dan dikritisi.
A. Komjen Sutarman berdiri paling depan membela Irjen Joko Santoso Koorlantas Polri dalam kasus korupsi Simulator SIM, kasus korupsi besar diusut KPK yang aliran dananya terindikasi menyentuh level bintang 3 bahkan 4. Jadi, komitmen Sutarman terhadap pemberantasan korupsi dan dukungan terhadap KPK patut dipertanyakan," imbuhnya.
B. kasus korupsi besar ditangani Kabareskrim yang merugikan Negara ratusan milyar rupiah yang melibatkan tokoh besar seperti korupsi alat kesehatan yang melibatkan Siti Fadila Supari, mantan Menkes yang saat ini menjabat dewan penasehat presiden, tak ada kemajuan.
C. Penanganan korupsi tender plat nomor kendaraan bermotor triliunan rupiah di Koorlantas tak jelas dan menolak ditangani KPK," imbuhnya.
D. Kasus surat palsu Andi Nurpati di Mahkamah Konstitusi yang dilaporkan tokoh sekaliber Ketua MK waktu itu Mahfudz MD, dengan bukti sangat jelas, dicuekin bahkan ditutup kasusnya.
10. Bongkar skandal pabrik uang di Kudus dan Kerawang.
Setiap menjelang pemilu pasti akan terjadi inflasi. Tanya kenapa??
Jurnalis yang pernah bekerja di Metro TV dan aktif di Barisan Rakyat Peduli Antasari Azhar (Baretaz) Rio Cornelianto mengungkap skandal pencetakan uang oleh rezim saat ini. Sejak tahun 2009 Rio mengungkapkan rupiah akan melemah ketika menjelang pemilu dan terjadi krisis moneter buatan penguasa yang sejatinya pelemahan nilai rupiah karena penguasa mencetak uang ilegal untuk 'modal dan amunisi' pemilu.
Ia memaparkan pada tahun 1998 bank yang di jadikan tumbal adalah bank Bali karena Soeharto mencetak dollar ilegal, 2008 krisis sehingga bank Century yang menjadi tumbal, dan yg sekarang ini ia dan timnyasdang meccari tau bank apa yg mereka incar untuk memasukan uang yg mereka cetak.
Lihat saja saat ini, anjloknya mata uang rupiah menjadi sinyal inflasi lagi..
"Soeharto mencetak di Peruri Karawang sedangkan SBY di Kudus Purabarutama. SBY, dengan kekuasaannya sangat mudah untuk melakukan itu, apa lagi sang besan mantan deputi BI. Ini terendus oleh Antasari Azhar sehingga beliau di bungkam" Tegas Rio.
kilroywink
Kami Muak dan Bosan
oleh Taufik Ismail
Dengarlah kami akan menyanyi lagu yang tidak nyaman di hati
Lagu tentang sebuah negeri, negeri yang sedih dan ngeri
Dahulu pada abad abad yang silam, negeri ini penduduknya begitu rukun
Pemimpinnya jujur dan ikhlas, memperjuangkan kemerdekaan
Mereka secara pribadi tidak menumpuk numpuk harta dan kekayaan
Ciri utama yang tampak adalah kesederhanaan
Hubungan kemanusiaannya adalah kesantunan dan kesetia kawanan
Semuanya ini fondasinya adalah keimanan
Tapi ... negeri ini berubah jadi negeri maling, copet, rampok, bandid & makalar
Negeri pemeras, pencoleng, penipu, penyogok, & koruptor, negeri banyak omong
Orang banyak omong fitnah kotor tukang dusta, jago intrik, dan ingkar janji
Kini, mobil tanah deposito, relasi dan kepangkatan
Kini politik ideologi kekuasaan disembah sebagai tuhan
Kini dominasi materi menggantikan tuhan
Kemudian alkohol nikotin heroin kokain sabu ekstasi ganja dan mriyuana
Pornografi hp dan internet bagian dari gerakan shwat merdeka
Seks tanpa aturan gaya neoliberal dan ultra liberan merajalela
Setiap 15 detik seorang bayi diaborsi di ujung jalan jauh disana
Kini negeri ini penuh denga wong edan gendheng sinting
Negeri padat ........ urang gilo orang gila kronis nyaris sempurna imfausta
Jika mereka dibawa ke depan meja pengadilan
apa betul mereka akan mendapatkan hukuman
Divonis juga tapi diringan ringankan, bahkan berpuluh puluh dibebaskan
Yang mengelak dari pengadilan lari keluar negeri dibiarkan
Semua tergantung kecil besarnya uang sogokan
Di RRC koruptor dipotong kepal, di Arab Saudi koruptor dipotong tangan,
di Indonesia koruptor dipotong masa tahanan
(ijp/tm2000/muhammad/voa-islam)
Konser NOAH 2 Benua 5 Negara Dari Hambalang?
Dibalik Konser NOAH 2 Benua 5 Negara, di duga ada dana korupsi dari kasus Hambalang yang mengalir..!!!!????
Seorang jurnalis yang menjadi narasumber kami adalah berasal dari media nasional, ia mendeskripsikan perihal tersebut secara runtut. Media nasional tempatnya bekerja nampaknya tak memberikan ruang bagi kebenaran hakiki. Sulit rasanya mengungkap fakta apabila tidak didukung empunya modal.
Sebelum dibilang fitnah, mari kita buka data dan faktanya.
Ia menceritakan, tidak sia-sia semalam berkumpul sampai pagi dengan musisi, seniman dan Arranger Music Recording di seputaran Tebet. Rupanya dunia musik dan politik tidak jauh berbeda, saling berkaitan dan penuh kepentingan.
Teman-teman seniman ini memberikan info yang sangat mengejutkan. Apa lacur?
Lalu Kenapa Voa-islam mengungkap korupsi?
Kami menyadari ada upaya sistematis perampokan negara melalui partai politik di Indonesia, tak tanggung-tanggung jumlah hingga puluhan triliun dan korupsi menjadi musuh nomor satu rakyat Indonesia.
Data kami melaporkan bahwa kasus korupsi begitu besar perhatiannya di Indonesia. Lebih besar daripada isu yang diperbincangkan di miniatur rakyat, yakni di media sosial yang jumlahnya telah lebih dari 50 juta pengguna di Indonesia dan Jakarta menjadi Ibukota sosial media di dunia.
Dalam catatan kami, setidaknya dalam 3 bulan terakhir, baik di facebook dan twitter, ternyata perhatian dan pembicaraan seputar korupsi begitu mendominasi, musuh nomor satu selain prostitusi ini tercatat sebesar 55%.
Sedangkan di Twitter akun whistleblower sangat aktif menjadi pembuka tabir korupsi yang menggurita, baik Cikeas, Beringin Banten, hingga si Putih' Moncong juga tercatat netizen di Indonesia tak lelahnya menyuarakan korupsi, tercatat sekitar lebih dari 64%.
Dalam infografik tercatat, korupsi menyita perhatian dan lebih besar masalahnya jika dibandingkan isu Save Egypt, juga lebih besar daripada isu KPK dan Densus 88 yang nyatanya bekerja atas izin penguasa dan menjadi pengalihan isu atau spin doctor apabila ada kasus yang melibatkan penguasa negeri.
Tak berbeda dengan data dibawah ini, dari Indonesia Corruption Watch (ICW) ini tercatat korupsi luar biasa menjadi budaya di pemerintahan dan partai politik.
Dimana ada kasus korupsi, kita wajib menguak faktanya dan memberi tahu umat atas kesesatan partai dalam sistem demokrasi yang korup dan menyengsarakan rakyat di dalam negeri. Jangan kita sibuk mengurusi menara 'mercusuar', tak salah kita sibuk dengan urusan luar negeri, namun perlu menambah peran kita dan memusatkan perhatian di dalam negeri Indonesia.
Karena umat Islam di marjinalkan, di tipu dan di rampok kekayaan alam dan uang negerinya oleh partai korup, Golkar, PDI-P, Demokrat, PKS, PAN dan lainnya seperti PPP dan PKB. Saatnya bongkar!
Kembali ke topik, begini ceritanya.
Ada yang terlewatkan dalam konser NOAH. Hampir seluruh ABG dan penggila musik dari penjuru Indonesia terkagum-kagum dibuat dengan fenomenalnya konser musik comebacknya Ariel ex peterporn dengan merilis nama grup band baru pasca menjalani hukuman di hotel prodeo karena kasus video porno yang melibatkan 31 artis kenamaan tanah air. Masih ingat kasus Ariel dengan Luna Maya dan Cut Tari dan pesta orgy dengan puluhan artis lainnya? BIN segera mengamankan ke 29 nama artis lainnya, yang diantaranya ada nama suami artis CT dan aktor bintang film 'Ada Apa Dengan Cinta' berinisial 'NS'! What? Demikian informasi staf majalah Tempo tahun 2010 lalu, hal ini tidak terungkap ke publik karena segera di amankan oleh BIN. Betapa bejatnya Ariel Noah ini. Naudzubillahi min dzalik
Nah ini faktanya
Tau ga seeeh? Rekor dunia konser Noah yang cetar membahana di 2 benua 5 negara ternyata di promotori BERLIANT ENTERTAIMENT yang diduga mengalir pencucian uang dana Hambalang.
Menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau Harta Kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang atau Harta Kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal
Berliant Entertaiment merupakan promotor musik kepunyaan Ibas Yudhoyono.Teman-teman ini memberikan info yang sangat mengejutkan mengenai konser NOAH 2 benua 5 negara yang memecahkan rekor dunia.
Lalu kenapa ada dana Hambalang yang mengalir disana? Apa urusannya?
Kaitannya apa dengan konser NOAH? Sejatinya pendanaan tersebut baik dari akomodasi, mulai dari mulai kebutuhan konser, tempat yang ekslusif, hingga jet pribadi yang di tumpangi NOAH mengalir dana Hambalang. Kok bisa?? Mereka bilang dunia musik ruang lingkupnya kecil, jadi info apa pun tentang perhelatan musik pasti akan tau.
The Keyword is Money laundering alias modus pencucian uang.
Logikanya saja, mana mampu Ibu Acin pemilik Musica Studio mendanai konser NOAH yang sangat wah itu. Kami tau lah keuangan para pelaku label musik kata salah seorang arranger music" jelas narasumber
Label musik sekarang lagi lesu, pendapatan RBT menurun. Banyaknya pembajakan dan sebagainya menjadi kendala label musik. Tanggal 14 November 2013 ini NOAH akan meluncurkan FILM semi dokumenter yang mengisahkan perjalanan grup band Noah.
Film semi-dokumenter ini akan berisi rekaman peristiwa penting dalam proses kembalinya band yang sempat dikenal dengan nama Peterpan ini ke blantika musik tanah air.
Film ini juga didanai oleh Berliant Entertaiment di bawah naungan PT. Yastra Capital, yang beralamat di Sampoerna Strategic Square, South Tower Level 12, Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 45-46, Jakarta 12910.
PT. Yastra Capital Ini juga merupakan perusahaan milik Ibas Yudhoyono yang dulu pernah disangkalnya sewaktu meledaknya buku Gurita Cikeas. Tapi ia meyakinkan mempunyai bukti bahwa perusahaan ini Ibas menjabat menjadi komisaris.
Ia sangat berharap dengan adanya info dari kawan-kawan musisi ini, bisa di teruskan sama para LSM, ormas, media khususnya wartawan yang masih idealis, kepolisian hingga KPK untuk menindak lanjuti info ini.
Malam itu juga narasumber kami langsung melacak dan membuka file-file lama saya untuk mencari kebenaran Berlian Entertaiment. Saya pun menemukan kenyataannya.
Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-07696.AH.01.01 Tahun 2008 tentang Pengesahan Badan Hukum Perseroan PT. Berlian Entertainment International, pendiri perseroan adalah:
1. Aditya Djanaka (komisaris)
2. Chaeruddin Syah (direktur)
Direktur Keuangan Berlian Entertaiment, Marcel Permadhi mengakui dia kawan kuliah Ibas di Curtin University, Australia. Aditya Djanaka juga teman sebangku Agus Harimurti, kakak Ibas, di sekolah menengah pertama. Sejumlah sumber yang dekat dengan Cikeas menyebut Aditya Djanaka sebagai tangan kanan Ibas dalam bisnis.
Aditya Djanaka masuk dalam Struktur Kepengurusan Partai Demokrat yang Baru priode 2013-2015. Dalam kepengurusan Demokrat, Aditya Djanaka ada di Divisi Logistik sebagai sekretaris (silakan cek di struktur kepengurusan Demokrat).
Sedangkan PT Yastra Capital ini melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU 13096.AH.01.02. Tahun 2010 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan PT. Yastra Energy tanggal 12 Maret 2010. Di situ tertera nama notaris Sugito Tedjamulja.
Akta Perubahan itu mencatat perubahan tempat kedudukan PT. Yastra Energy, berkedudukan di Jakarta Pusat, menjadi PT. Yastra Energy, berkedudukan di Jakarta Selatan. Tercatat pula:
a. Menyetujui pemindahan hak-hak atas saham-saham milik PT. Yastra Capital dahulu PT. Tsubi Indonesia sebanyak 600 (enam ratus) saham kepada tuan Arief Purnama;
b. Menyetujui pemindahan hak-hak atas saham-saham milik PT. Global Nusantara Capital sebanyak 50 (lima puluh) saham kepada tuan Arief Purnama.
Data Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) mencatat PT. Yastra Capital beralamat di Jl. Raya Rengas Bandung RT 002, RW 005, Bekasi Jakarta Selatan. Jenis perseroan adalah PT nonfasilitas umum. Status perseroan adalah tertutup/nonpublik. Notaris, Sugito Tedjamulja.
(Sumber gressnews)-Yastra Group ini memiliki anak perusahaan yakni PT. Yastra Energy, PT. Yastra Indonesia, PT. Global Nusantara Capital.
Berikut ini adalah keterangan mengenai perusahaan-perusahaan tersebut:
Nama Perseroan: PT . YASTRA ENERGY
Alamat Perseroan: JL. MAJAPAHIT NO. 22, KEL. PETOJO SELATAN, KEC. GAMBIR,
Kedudukan: JAKARTA SELATAN – DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Jenis Perseroan: PT. NON FASILITAS UMUM
Status Perseroan: TERTUTUP / NON PUBLIK
Notaris: Eliwaty Tjitra, SH
Berdasarkan akta perubahan terakhir PT. Yastra Energi Nomor AHU-29650 AH.01.02. Tahun 2009 tertanggal 1 Juli 2009. Susunan pemegang saham terdiri dari:
1. PT. Tsubi Indonesia
2. Arief Purnama
3. Edwin Imam Gunadi
4. Nurseto Budi Santoso
5. PT. Global Nusantara Capital
(Sumber gressnews)-Perusahaan lain yang diduga terkait dengan Yastra Group, yaitu:
Nama Perseroan: PT. YASTRA INDONESIA
Alamat Perseroan: GEDUNG ARTHALOKA LT. 17, JL. JEND. SUDIRMAN KAV. 2 KEL. KARET TENGSIN KEC. TANAH ABANG JAKARTA PUSAT
Kedudukan: JAKARTA SELATAN – DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Jenis Perseroan: PT. NON FASILITAS UMUM
Status Perseroan: TERTUTUP/NON PUBLIK
Notaris: Sugito Tedjamulja, SH
Nama Perseroan: PT. GLOBAL NUSANTARA CAPITAL
Alamat Perseroan: MENARA BATAVIA LT.5, JL. KH. MAS MANSYUR KAV.126 KARET TENGSIN, TANAH ABANG, JAKARTA PUSAT, DKI JAKARTA
Kedudukan: JAKARTA SELATAN – DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Jenis Perseroan: PT. NON FASILITAS UMUM
Status Perseroan: TERTUTUP/NON PUBLIK
Notaris: Sugito Tedjamulja, SH
Lanjut lagi setelah saya telusuri dokumen-dokumen mengenai perusahaan-perusahaan tersebut, saya meduga pemiliknya benar adalah Ibas. (Ini sudah sempat diberitakan oleh media massa dan Ibas membantahnya).
Sejumlah perusahaan yang diduga terkait Ibas dan keluarga Cikeas, seperti perusahaan kehutanan PT Wanatirta Edhie Wibowo, yang menggarap bisnis perdagangan, pertambangan, dan perkebunan. Mengenai Ibas.
PT Wanatirta Edhie Wibowo juga pernah ditulis dalam buku Gurita Cikeas. George menulis, "Ibas yang memulai bisnis dari kue kering, kini berhasil melebarkan sayap bisnisnya. Usahanya sudah masuk ke pertambangan nikel di bawah payung PT. Yastra Energy dan PT. Yastra Indonesia."
Menurut George, Ibas juga punya bisnis manajemen hiburan di bawah PT. Berlian Entertainment. Pada tahun 2010, Berlian membawa David Foster ke Indonesia untuk konser. [RioC/adam/voa-islam]
Dibalik Layar Mafia Penguasa Tambang Republik Indonesia
Buat anda yang akan memilih Presiden di Indonesia, kami kabarkan bahwa semua tidak akan mendukung rakyat dan hanya membela kepentingan kroni dan dinasti. Tidak ada harapan lagi untuk mempercayai manusia-manusia yang akan maju ke 2014. Setelah kalian membaca ini, berpikir ulang lah untuk memilih partai dan calon pemimpin yang selalu dibangga-banggakan baik itu di yudikatif, legislatif hingga eksekutif.
Kemana Umat Islam Indonesia ketika bangsanya di rampok?
Ini sudah benar-benar menggurita, kita semua di buat terbuai oleh segenap manusia-manusia yang katanya pintar dan mampu memimpin bangsa ini.
Pandainya mereka semua bersandiwara di depan rakyat. Di media massa hingga TV mereka pura-pura saling membenci tapi di belakang itu mereka saling menyayangi, saling berbagi, saling melindungi hingga saling menjual aset bangsa.
Untuk merubah bangsa ini, kita harus mengubah sistem. Jika tidak, maka bangsa ini akan terus menerus terpuruk. Mungkin akan hilang dari peta dunia.
1. Dominasi Maskapai-maskapai tambang AS di Nusantara, baik tambang mineral maupun tambang migas
Mulai dari perusahaan tambang tembaga-perak-emas Freeport McMoran di Papua Barat, perusahaan tambang emas Newmont di Minahasa (Sulut) & Sumbawa (NTB), perusahaan tambang migas ChevronTexaco (d/h Caltex) di Riau dan juga menguasai produksi geothermal di Jawa Barat (setelah Unocal lebur ke dalam ChevronTexaco) sampai dengan perusahaan tambang migas ExxonMobile yang sudah menguras Aceh kini diizinkan menghisap kekayaan Blok Cepu.
Kegiatan eksplorasi perusahaan-perusahaan tambang itu didukung oleh perusahaan-perusahaa¬n jasa konstruksi industri migas AS, seperti kelompok Halliburton (Kellog, Brown & Root) yang bermitra dengan PT PP Berdikari milik yayasan-yayasan Soeharto, dan McDermott, yang bermitra dengan Bob Hasan, seorang kroni Soeharto.
Orang-orang Kunci di bidang Pertambangan, di luar Menteri Pertambangan dan aparat formalnya, adalah Seksi Ekonomi Kedubes AS, yang merupakan pelobi kepentingan perusahaan-perusahaa¬n migas AS, yang berperan dalam alokasi konsesi migas ConocoPhillips di Celah Timor IMA (Indonesian Mining Association), lama dikuasai oleh
1. Benny Wahyu dari INCO.
2. Jantje Lim Poo Hien (Yani Haryanto), pemimpin Harita Group, kroni mendiang Presiden Soeharto (tetangga di seberang rumah Soeharto di Jl. Cendana), pemilik 10% saham dalam PT Kelian Equatorial Mining (KEM), mitra Rio Tinto & penyandang dana bagi Kent Bruce Crane, bekas operator CIA dan pemasok senjata api kecil bagi pemerintah AS dan negara-negara lain.
3. Ada lagi nama Jusuf Merukh, bergelar "Raja Kontrak Karya Emas", pemegang saham minoritas dalam belasan kontrak karya tambang emas dari Aceh sampai dengan Maluku Tenggara; pernah dekat dengan Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto dan James Riady, boss Lippo Group yang mengfasilitasi masuknya pompa bensin Shell pertama di kompleks Lippo Karawaci.
"Kabinet SBY,kabinet indonesia bersatu sejatinya bermakna bersatu garong sumber daya alam Indonesoa" Ujar Rio dari Baretaz
Ramai ramai para kabinet indonesia bersatu garong sumber daya alam. Paling tidak tiga orang di antara segelintir decision maker ekonomi Indonesia atau keluarga dekat mereka ikut mengeruk rezeki berlimpah dari minyak dan gas bumi, sebelum mereka bergabung ke dalam Kabinet 'Indonesia Bersatu' pimpinan SBY.
4. Di puncak anak tangga tentunya perlu disebutkan mantan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla sendiri, yang keluarganya adalah pemilik Nuansa Group. Menantu JK, Soesanto Soepardjo, yang menikah dengan putri tertua Jusuf Kalla, Muchlisah Kalla, diserahi memimpin PT Kalla Inti Kalla Nuansa Group, salah satu investor yang tertarik menggarap sumur minyak di Blora, Jawa Tengah.
5. Di luar urusan Blok Cepu, kelompok Bukaka yang dipimpin oleh Ahmad Kalla, adik kandung sang Wakil Presiden, punya hubungan bisnis dengan salah satu raksasa migas dari AS, ConocoPhillips. Berkongsi dengan perusahaan daerah Batam, PT Bukaka Barelang Energy sedang membangun pipa gas alam senilai 750 juta dollar AS setara Rp. 7,5 trilyun untuk menyalurkan gas alam dari Pagar Dewa, Sumatera Selatan, ke Batam.
Nama perusahaannya, PT Bukaka Barelang Energy. Gas alamnya sendiri berasal dari ladang ConocoPhillips di Sumatera Selatan.
"Inilah Karnaval para artis migas..!!"
1) Karnaval ini meliputi mantan Menko Ekuin Aburizal Bakrie sekarang menjadi calon presiden dari Golkar (Golongan ingkar), mantan Menaker Fahmi Idris, dan mantan Menteri Urusan BUMN Sugiarto.
Di masa kediktatoran Soeharto, adik-adik Ical ikut membangun perusahaan-perusahaa¬n perdagangan minyak anak-anak dan adik sepupu Soeharto di Hong Kong dan Singapura, di bawah nama "Mindo", "Permindo", dan "Terrabo".
Setelah Soeharto dilengserkan oleh gabungan kekuatan IMF, tentara, dan gerakan mahasiswa, Ical dan adik-adiknya melepaskan diri dari kelompok Mindo itu, lalu Pertamina menutup keran perusahaan-perusahaa¬n tersebut.
Belum jelas apakah perkongsian antara keluarga Bakrie dan keluarga Soeharto di pabrik pipa PT Seamless Pipe Indonesia Jaya, di perusahaan perkebunan PT Bakrie Sumatra Plantations, dan di Bank Nusa, juga telah berakhir.
Sebelum era presiden Soeharto berakhir, Bakrie Bersaudara sudah berhasil membangun imperium bisnis migas mereka sendiri. Indra Usmansyah Bakrie, adik Ical, tercatat sebagai Presiden Komisaris Kondur Petroleum S.A perusahaan swasta yang berbasis di Panama.
Perusahaan itu dimiliki oleh PT Bakrie Energi, yang 95 % milik Bakrie Bersaudara dan 5% milik Pan Asia, yang pada gilirannya milik Rennier A.R. Latief, CEO dan Presdir Kondur Petroleum SA.
Di Indonesia, perusahaan ini bergerak di bawah nama PT Energi Mega Perkasa Tbk yang sejak tahun 2004 terdaftar di Bursa Efek Jakarta, dan juga dipimpin oleh Renier Latief. Perusahaan ini sekarang menjadi perusahaan migas swasta nasional kedua terbesar setelah Medco Group.
Di mancanegara, kendaraan bisnis minyak Bakrie bersaudara ini tetap bergerak dengan nama Kondur Petroleum SA, dan beroperasi di Kroasia, Uzbekistan, Yaman dan Iran. Tapi sebelumnya, sebagai operator Kawasan Production Sharing Selat Malaka (KPSSM), Kondur telah berbisnis dengan Shell, yang menampung minyak mentah itu untuk dimurnikan di Australia.
Selain di Kondur Petroleum SA, Bakrie Bersaudara juga memiliki saham dalam PT Bumi Resources Tbk, yang sedang mengalihkan usahanya dari sektor perhotelan ke pertambangan, khususnya pertambangan migas dan bahan baku enerji yang lain.
Hampir 22% saham perusahaan itu milik Minarak Labuan, maskapai minyak milik Nirwan Dermawan Bakrie, yang telah menanamkan 33 juta dollar AS di Yaman. Diversifikasi usaha itu dilakukan dengan membeli 40% saham Korean National Oil Corporation (KNOC), yang menanam 4,4 juta dollar AS dalam unit pengolahan minyak TAC Sambidoyong di Cirebon.
Selain di Indonesia, KNOC melakukan eksplorasi migas di sebelas negara lain, termasuk Libya, Afrika Selatan, Yaman, Vietnam, Venezuela, Peru dan Argentina.
Dominasi ekonomi politik Aburizal Bakrie dijamannya Soeharto dan Megawati, walaupun sudah digeser dari Menko Ekuin ke Menko Kesra, dapat kita lihat dari alotnya penyelesaian ganti rugi bagi korban-korban lumpur PT Lapindo Brantas, yang sahamnya sebagian milik PT Energi Mega Persada. Sebagian lagi sahamnya milik kelompok Medco.
Lain lagi dengan Fahmi Idris, dia adalah anggota Grup Kodel ("Kelompok Delapan"), yang berkongsi dengan perusahaan migas AS, Golden Spike Energy. Kodel sendiri juga bergerak dalam bidang pertambangan migas, melalui anak perusahaannya, PT FMC Santana Petroleum Equipment Indonesia, yang berkongsi dengan kelompok Nugra Santana milik keluarga Ibnu Sutowo almarhum.
Dulu,sebelum perombakan di era kabinet SBY-JK yang terakhir, Sugiarto, yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Urusan BUMN, adalah mantan Direktur Keuangan PT Medco Energi Internasional Tbk, perusahaan swasta Indonesia terbesar di bidang migas, milik Arifin Panigoro dan keluarganya.
Kelompok Medco itu pada awalnya ikut berkembang karena perkongsiannya dengan besan Soeharto, Eddy Kowara Adiwinata (mertua Siti Hardiyanti Rukmana) dan salah seorang Menteri, yakni Siswono Judohusodo. Ekspansinya ke negara-negara Asia Tengah eks-Uni Soviet dilakukan dengan membonceng ekspansi pengusaha muda yang waktu itu masih termasuk keluarga Cendana, yakni Hashim Djojohadikusumo.
Sesudah berakhirnya masa kepresidenan Soeharto, manuver-manuver politik Arifin Panigoro, yang spontan mendukung gerakan reformasi, menyelamatkan kelompok bisnis ini, yang muncul sebagai penyandang dana PDI-P dan berhasil mengorbitkan Megawati Soekarnoputri ke kursi RI-1.
Setelah pudarnya bintang Megawati Soekarnoputri, Arifin Panigoro keluar dari PDI-P dan mendirikan partai baru, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) bersama Laksamana Sukardi.
Sementara itu, Medco semakin berkembang, dan berusaha melakukan diversifikasi ke sektor pembangkitan tenaga listrik geothermal maupun tenaga nuklir, setelah berkongsi dengan Pertamina menyadap sumber-sumber migas di Sulawesi Tengah dan sedang mengambil ancang-ancang menjadi produsen migas No. 2 terbesar di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dengan demikian, kelompok Medco dan unit-unit migas dari kelompok Bakrie, dapat digolongkan sebagai maskapai transnasional (TNC) juga.
Hatta Rajasa yang sekarang menjabat Menko perekonomian sekaligus besannya SBY, pernah menjadi eksekutif Medco (1980-3), sebelum mendirikan perusahaan konsultan manajemen, PT InterMatrix Bina Indonesia, yang bekerja sama dengan Pertamina dan perusahaan-perusahaa¬n perminyakan asing. Saat ini Hatta sedang memonopoli batubara untuk PLTU di Cilegon Banten. (KPK jadi ayam sayur)
Sebagai anak Palembang, Insinyur Pertambangan lulusan ITB itu tidak asing dengan dunia perminyakan. Mertuanya salah seorang staf Stanvac, ketika Hatta jatuh cinta kepada Okke, dokter gigi yang kini sebagai isterinya.
Mantan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) sendiri, Purnomo Yusgiantoro, adalah Wakil Pemimpin Perusahaan PT Resource Development Consultant, di mana M.S. Kaban, Menteri Kehutanan, menjadi konsultan. Entah apa bidang bisnis PT itu. Namun embel-embel "resource development" jatuhnya tidak jauh dari sumber-sumber daya energi juga.
Sutan Batughana, ini juga berbisnis oil dan gas. Dimana ia menjadi Komisaris di PT Timas Suplindo. Proyek yang sedang di garong adalah Star Energy nilainya 20 jt dollar dengan mark up. Yang terbaru Lifting Platform Bravo pertamina dan ada yg udah kontrak di Sulawesi nilainya sekitar 1.5 milyar dolar.
Untuk sang anak presiden, Ibas, jangan kita tanyakan, perusahaannya banyak di segala bidang. Sebagai tambahan saja, Ibas juga berbisnis oil dan gas melalui perusahaannya bernama Swiber bergerak di penyewaan kapal pengangkut oil dan gas. Dia juga merangkap menjadi komisaris.
So, bagaimana dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri?
Kedekatan SBY dengan Letjen (Purn.) T.B. Silalahi, staf ahli Presiden bidang sekuriti, sangat rentan dimanfaatkan oleh Tomy Winata, pimpinan kelompok Artha Graha. Soalnya, T.B. Silalahi orang kunci di Artha Graha. Kenyataannya, Artha Graha, yang sebagian saham banknya milik Yayasan Kartika Eka Paksi, lengan bisnis TNI/AD, juga ikut mengadu untung di Blok Cepu.
Dalam rush para pelaku bisnis top di Indonesia untuk mendapat bagian dalam pengeboran minyak bumi di blok Cepu di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, nama Tomy Winata.
Selain dia, pengusaha yang sudah menampakkan minatnya untuk ikut menggarap blok Cepu adalah:
  1. Surya Paloh, melalui perusahaannya, PT Surya Energi Raya, Ketua partai Nasdem (nasi adem), yang digandeng oleh PT Asri Dharma milik Pemkab Bojonegoro.
  2. Dahlan Iskan, boss Grup Jawa Pos.
  3. Ilham Habibie, putra sulung mantan Presiden B.J. Habibie
  4. Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono, mantan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara).
  5. Hartati Murdaya, pimpinan kelompok CCM (Central Cakra Murdaya);
  6. Laksdya Sudibyo Rahardjo.
  7. Susanto Supardjo, menantu Jusuf Kalla.
Hampir semua nama-nama diatas itu merupakan tokoh lama di bidang politik dan ekonomi yang masih aktif sampai sekarang.
Sudibyo Raharjo, mantan Dubes R.I. untuk Singapura dan mantan penasehat Otorita Batam, adalah mertua Thareq Kemal Habibie, putra kedua B.J. Habibie. Setahu saya, purnawirawan perwira TNI/AU itu tidak terlalu dekat dengan SBY.
Berbeda halnya dengan 'trio' Hendropriyono, Tomy Winata, dan Hartati Murdaya. Trio itu punya pertalian bisnis yang berputar di seputar keluarga Hendropriyono. Di masa jayanya sebagai Kepala BIN, Hendropriyono juga masuk dalam kelompok Artha Graha, karena menjadi Presiden Komisaris PT Kia Motors Indonesia (KMI), yang termasuk kelompok Artha Graha.
Tomy Winata pribadi, menjadi salah seorang pemegang saham PT KMI. Sedangkan seorang putera Hendro, Ronny Narpatisuta Hendropriyono, menjadi salah seorang direktur PT KMI, bersama Fayakun Muladi, putera mantan Menteri Kehakiman Muladi. Ronny, pada gilirannya, juga komisaris PT Hartadi Inti Plantations, penguasa areal konsesi kelapa sawit seluas 52 ribu hektar di Kabupaten-kabupaten Buol dan Toli-Toli di Sulawesi Tengah.
Berarti, keluarga Hendropriyono punya hubungan bisnis yang cukup erat dengan Tomy Winata maupun dengan Hartati Murdaya. Melihat kenyataan itu, boleh jadi trio Hendropriyono-Tomy Winata-Hartati Mudaya akan bekerjasama untuk mendapatkan bagian dari mega proyek blok Cepu itu.
Dengan mengungkap semua kaitan bisnis migas keluarga dan konco-konco Presiden, mantan-mantan Wakil Presiden, mantan-mantan menteri dan para Menteri, baik yang sudah terwujud maupun yang sedang digarap, kita dapat memahami kepentingan mereka untuk menaikkan harga BBM, yang naik sangat tidak proporsional dengan kemampuan kocek rakyat.
Bayangkan saja, harga bahan bakar minyak (BBM), yang kemarin rata-rata naik 125% jelas-jelas menunjukkan bias ke arah kepentingan kelas menengah dan atas.
Dari keterangan di atas terlihat bahwa ada Menteri yang bisnis keluarganya punya kaitan dengan Shell, yakni Aburizal Bakrie.
Kebetulan Ical juga penyandang dana Freedom Institute dan kebetulan juga Freedom Institute dipimpin oleh Rizal Mallarangeng, yang abangnya, Alfian Mallarangeng, dan 'kebetulan' lagi dulunya salah seorang jurubicara Presiden SBY, Menpora dan kebetulan di tangkap KPK.
Lalu, betulkah semua 'kebetulan' itu memang 'kebetulan'? Ataukah tangan-tangan Shell memang begitu kuat mencengkeram ke dalam berbagai celah pemerintah dan masyarakat sipil di Indonesia? Siapa pelobi masuknya Shell ke pemasaran BBM? Ini dapat ditelisik dari lokasi pendirian pompa bensinnya yang pertama, yakni di depan Hypermart Lippo Karawaci di Tangerang.
Tanah di mana SPBU Shell itu berdiri, adalah bagian dari kota satelit Lippo Karawaci seluas 500 hektar, milik PT Lippo Karawaci Tbk. James T. Riyadi (lahir di Jakarta, 7 Januari 1957), adalah pemegang saham utama perusahaan itu.
Dia memimpin kelompok Lippo di Indonesia dan di AS. Sedangkan ayahnya, Mochtar Riady, memimpin usaha kelompok Lippo di Tiongkok dan kebetulan lagi merupakan penyandang dana terbesar untuk Jokowi Ahok.
Kerjasama ayah dan anak ini pernah menimbulkan kontroversi di AS, ketika kelompok Lippo menyumbang satu juta dollar AS untuk dua kali pemilihan Presiden William (Bill) Clinton.
Kedekatan mereka dengan Bill Clinton membuahkan hasil yang lumayan menguntungkan: sebuah pembangkit listrik raksasa yang dibangun kelompok Lippo di Tiongkok, mendapat pinjaman dari Bank Exim AS, yang sejatinya hanya meminjamkan dana kepada perusahaan-perusahaa¬n AS.
Tidak banyak orang yang masih ingat peranan kelompok Lippo dalam skandal korupsi Bill Clinton itu, berkat kelihaian strategi human relations kelompok itu, yang menyasar kelas menengah-atas keturunan Tionghoa.
James Riady telah menyumbang pembangunan banyak gereja di berbagai kawasan pemukiman mewah di Indonesia. Kapela (gereja kecil) di kampus UKSW, Salatiga solo dimana kampung Jokowi berasal, itu juga merupakan sumbangan Lippo.
Ayah James, Mochtar Riady, bahkan duduk dalam kepengurusan yayasan pengelola perguruan tinggi Kristen itu, yang telah memecat Arief Budiman, cendekiawan keturunan Tionghoa, yang sangat kritis terhadap perkembangan konglomerat di Indonesia.
Selain itu, kelompok Lippo dikenal sebagai salah satu donor PDI-P. PDI-P sendiri tidak dapat diharapkan karena penunjukan ExxonMobil sebagai pengelola Blok Cepu. Ini tidak terlepas dari dominannya peranan Megawati Soekarnoputri dan suaminya, Taufik Kiemas, di fraksi terbesar ke 2 di DPR-RI itu.
Padahal keluarga ini merupakan pedagang BBM yang semakin berjaya di wilayah DKI. Dengan memiliki 13 SPBU, keluarga Mega-Taufik sangat berhasil di bidang pemasaran BBM, dan masih terus berniat membuka pompa bensin baru, dengan merek Pertamina maupun yang lain.
Semua SPBU milik keluarga Mega-Taufik sudah berhasil menjual lebih dari 15 ribu liter gabungan premium, pertamax dan solar. Bahkan salah satu di antaranya, yaitu yang berlokasi di kawasan Pluit, Jakarta Barat, mampu menjual 90 ribu liter sehari.
Makanya, mereka sangat diuntungkan dengan keputusan pemerintah menaikkan harga BBM tahun lalu. Padahal, keluarga Taufik Kiemas bukan satu-satunya anggota parlemen yang berjualan minyak. Lalu, untuk apa mereka mau menentang masuknya maskapai migas asing, mulai dari hulu sampai ke hilir..??
Dari semua yang ditulis diatas, saya jadi ingat keterangan Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Hendrik Sinaga.
Hendrik mengatakan, tujuh parpol yang terlibat Migas pertambangan itu terdiri atas pihak Sekretariat Gabungan (Setgab), oposisi dan partai pendatang baru.
Selain fungsionaris dan kader parpol, pihak korporasi juga terlibat dengan cara berlindung di balik izin yang didapatkan dari parlemen atau parpol. Korporasi, baik nasional maupun trans nasional, mendapatkan proteksi politik untuk mengeksploitasi sumber daya alam dari tujuh parpol itu.
"Tujuh parpol itu adalah Golkar, Demokrat, NasDem, Gerindra, PKS, PAN, dan PDI-P. Sementara tiga parpol lainnya yaitu PPP, PKB dan Hanura juga terlibat, hanya keterlibatannya belum mendetail," terangnya.
Golkar terlihat dari peran ketua umum partai tersebut yang secara langsung, terlibat dalam praktik politik penjarahan melalui bisnis tambang yang dikelola Bakrie Grup.
Sementara itu, keterlibatan Demokrat dan Gerindra terlihat dari izin tumpang tindih di Kutai Timur. Kasus ini pun berbuntut dengan digugatnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ketua Dewan Pembina Demokrat, Pemda Kutai Timur dan Pemerintah Indonesia ke arbitrase Internasional Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) di Washington DC, Amerika Serikat.
Kalau Nasdem, terlibat karena Surya Paloh punya saham sepuluh persen di Blok Cepu dan tambang emas di Banyuwangi. Gerindra juga terlibat karena adiknya Prabowo, Hasyim Djoyohadikusumo berbisnis di migas.
Lebih jauh, selain kasus sapi, PKS juga terlibat langsung dalam pemilihan Komisaris PT Newmont. Politisi PKS, Dzulkifli Mansah dipilih menjadi komisaris Newmont.
Sedangkan PAN terlibat karena peran ketua umumnya, Hatta Rajasa, yang telah malang melintang di bisnis migas sebelum menjadi menteri koordinator perekonomian. Keterlibatan PDIP sendiri melalui perizinan tambang yang diloloskan kepala daerah.
Kalau sudah seperti ini, bagaimana tidak seorang Antasari Azhar direkayasa kasusnya, mau membersihkan negara dari para mafia tapi disikat dari segala penjuru. Mafia dan Godfather berkolaborasi saling bahu membahu membungkam Antasari Azhar. [RioC/Muhammad/voa-islam]
Waspada Operasi Senyap dan Manipulasi Kekuasaan
Awas ada Operasi Senyap Menjelang 2014 Seperti Hal nya 2009..!!!
Apa saja modusnya? Ayo umat Islam segera deteksi dini pada tim yang bekerja dalam senyap ini. Jangan bilang fitnah dulu, ini fakta dan sebagai upaya pengungkapan perampokan maupun penipuan tingkat tinggi, waspadalah!
Berikut Modul Operasi Senyap THE GODFATHER:
1. Slogan atau tagline "LANJUTKAN" yang lahir dari SBY adalah slogan yang paling banyak dilontarkan dan dimuat hampir di semua media kampanye SBY. kata 'Lanjutkan' dalam ranah militer adalah perintah komando, artinya semacam kode atau sinyal militer yang karena di sampaikan oleh seorang Presiden sebagai Panglima Tinggi TNI dan nota bene juga seorang kader militer.
Perintah komando ini bermakna komando kepada semua jajaran militer agar mengamankan presiden yang akan datang 2009-2014 harus tetap berada di tangan militer atau kata lain tetap berada di tangan SBY. Sebagai ilustrasi, jika seorang Danramil atau Kapolsek misalnya memberikan perintah "amankan" dalam sebuah kasus kerusuhun, itu berarti agar semua jajaran yang bertugas segera melakukan penangkapan kepada para pelaku kerusuhan.
2. Saat ini Tim Sukses SBY melalui tangan-tangan lembaga survey sangat getol membangun pencitraan agar Pilpres bisa berlangsung satu putaran saja dengan kemenangan SBY dengan alasan agar dapat mengirit uang negara sebesar 4 triliun rupiah.
Semua hasil survey itu memenangkan SBY dengan capaian di atas 50% suara. Citra ini semakin dikuatkan dengan pemasangan iklan di harian Kompas seperti diulas mas iskandar di sini. Apa target yang ingin dicapai dari issu kampanye ini ? target yang ingin dicapai adalah "pemakluman" kepada khalayak bahwa jika SBY memenangkan Pilpres di Putaran Pertama adalah wajar karena sudah dibuktikan sebelumnya oleh berbagai lembaga survey.
Pemakluman kedua bahwa kemenangan itu karena keberhasilan mereka mengkampanyekan efisiensi Pilpres cukup dilaksanakan satu putaran saja. Artinya issu kampanye ini sebagai rujukan atau justifikasi akan keabsahan SBY menang di Putaran Pilpres pertama.
3. Target 'pemakluman" ini mengindikasikan bahwa tudingan Mega ini benar, militer akan melakukan operasi intelejen untuk memenangkan SBY di putaran pertama Pilpres, karena memang tidak akan dipermasalahkan pada akhirnya, karena justifikasi kemenangan itu telah ada sebelumnya. Termasuk jika misalnya soal DPT terulang kembali, penanganan hukum mungkin saja tetap berjalan, tetapi hasil Pilpres tetap harus diterima karena justifikasi itu juga telah ada sebelumnya.
Tim sukses SBY dan tim sukses Partai Demokrat ini akan di gunakan lagi pada pemilu 2014. Tim ini terdiri tim resmi dan tim bayangan atau tim bawah tanah dimana tim-tim bawah tanah ini menggunakan beragam sandi seperti tim bravo, tim delta, tim echo, tim foxtrot, tim india, tim romeo dan tim sekoci.
Gerakan Revolusi atau Operasi Senyap ini sudah dibangun dan dilakukan sejak tahun 2005 melalui perencanaan dan persiapan yang matang yaitu mulai dari memperkuat infrastruktur, meningkatkan kemampuan kader, dan memberikan sejumlah pembekalan. " Setiap kader ikut pelatihan kepemimpinan selama dua minggu"
Berikut inilah Tim Operasi Senyap, Cara kerja dan Fungsi-fungsinya:
1. Tim Echo:
Beraksi seperti gerakan intelijen hingga kedaerah-daerah yang mengadopsi fungsi teritorial dimiliter yang bertujuan mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat. Tim ini di komandani oleh mantan panglima TNI Marsekal (Purn) Djoko Suyanto dan memiliki masing-masing satu pimpinan ditingkat kabupaten/kota selaku penggerak dilapangan yang notabene para pengurus partai demokrat di daerah.
2. Gerakan Pro-SBY (GPS) :
Gerakan GPS ini baru dibentuk yang diketuai oleh Marsekal Madya (Purn) Suratto Siswodihardjo dan merupakan kandidat ketua umum partai demokrat. Dalam struktur GPS ini juga tampak para mantan petinggi TNI/Polri seperti Mantan Kapolri Jendral Polisi (Purn) Sutanto, Mantan KSAU Marsekal (Purn) Herman Prayitno, Menkes Siti Fadillah Supari, Menhut MS Kaban, Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suyono, Mantan Kaster TNI Letjen (Purn) Agus wijoyo dan adik Gusdur yaitu Lili Wahid.
3. Tim Sekoci:
Tim ini membantu pemilihan legislatif untuk menyokong Partai Demokrat memperoleh suara mencapai 20 persen dan bertugas mendata tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan serta tokoh petani dan nelayan. Tim ini diketuai oleh Komisaris Utama PT. Indosat Soeprapto dengan wakil ketua staf khusus presiden bidang pertahanan Irvan Edison.
4. Tim Delta:
Tim yang bekerja untuk mengurus semua keperluan kampanye mulai dari spanduk, kaus, baliho maupun atribut lainnya dan dikomandoi oleh Mantan Aslog Panglima TNI Mayjen (Purn) Abikusno.
5. Tim Romeo:
Tim ini bertugas untuk menjalin komunikasi positif antara SBY dan masyarakat yaitu mensosialisasi segala kebijakan SBY yang dianggap berhasil. Tim ini dikomandoi oleh Mayor Jenderal (Purn) Sardan Marbun yang saat ini juga menjabat sebagai Staf Khusus Presiden yang membidangi layanan kotak pos 9949 dan layanan sms 9949. Tim ini juga rajin membuat buletin program pemerintah.
6. Tim Foxtrot:
Tim ini berfungsi sebagai lembaga konsultan politik Partai Demokrat dan lebih dikenal dengan Bravo Media Center dengan pengasuh utama Choel Mallarangeng yang juga menjabat sebagai Dirut Fox Indonesia.
7. Barisan Indonesia (Barindo):
Organisasi kemasyarakatan yang diprakarsai oleh Letjen TNI M. Yasin saat masih menjadi Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas RI).
8. Jaringan Nusantara:
Kelompok ini dikelola oleh sejumlah mantan aktivis mahasiswa yang terdiri dari Andi Arief, Harry Sebayang, Aam Sapulete dan juga sejumlah pengamat intelijen. Kelompok ini juga membuat JN News yang dibentuk oleh Sekab Sudi Silalahi yang bertugas mengirim pesan pendek melalui telepon seluler.
9. Yayasan Dzikir SBY Nurussalam:
Yayasan yang dibina oleh Sekretaris Pribadi Presiden, Kurdi Mustofa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Habib Abdul Rahman M Al-Habsyi dan juga putra bungsu SBY.
"Cara kerja mereka juga untuk "merampok" BANK Century dan cara ini juga akan di gunakan pada pilpres 2014 nanti.."
Operasionalisasi kejahatan sistematis ini menimbulkan tanda-tanya, inikah operasi atau revolusi senyap yang disebut-sebut oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan kunci kemenangan Partai Demokrat dalam PEMILU 2009 dan PILPRES 2009? Dan sekarang ini mereka sedang mencari bank yang akan dijadikan tumbal seperti halnya bank century (thn 1998 Soeharto dengan bank bali nya,2009 SBY dengan bank century nya,dan 2014..??).
Operasi ini diperkirakan meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Mencari uang dari bank yang bobrok untuk dijadikan lokasi dalam memanipulasi kebijakan bail-out, sehingga sejumlah dana bisa dirampok melalui kebijakan ini. Setelah gagal dengan Bank Indover, Bank Century kemudian dijadikan targetnya.
  2. Menggunakan Polri dan Kejaksaan Agung serta menunjuk pejabat tertinggi di kedua lembaga ini untuk mengamankan segala sesuatunya, jika manipulasi tersebut pada akhirnya terbongkar.
  3. Melakukan pembubaran atau sekurang-kurangnya pelemahan KPK sebagai lembaga yang potensial dapat mengendus kejahatan sistematis tersebut, karena KPK memiliki fasilitas penyadapan tercanggih seharga 28 miliar. Selain itu KPK beserta aparatnya terlalu independen dan sulit dikontrol oleh pihak eksekutif.
  4. Membangun koalisi partai politik pendukung pemerintah yang berbasiskan pada pembagian dana yang direncanakan diambil dari hasil kejahatan sistematis tersebut (7 trilyun rupiah). Koalisi ini mengharapkan baik sebagai individu maupun anggota DPR mereka dapat mengamankan operasi ini (lewat Pansus DPR).
  5. Menunjuk maestro pendanaan operasi senyap ini, dalam hal ini Gubernur Bank Indonesia Boediono, sebagai Wakil Presiden. Dengan mensubordinasikan Wakil Presiden di bawahnya, maka semua manipulasi yang terjadi dapat diselimuti oleh Presiden secara langsung. (Sekarang ini Agus martowardoyo yg di pasang di BI guna mengamankan Percetakan uang)
  6. Mengatur kembali kewenangan penyadapan oleh KPK, karena kewenangan penyadapan ini berpotensi untuk digunakan secara "liar" jika KPK tidak berhasil dilemahkan atau dibubarkan. Penyadapan bisa dilakukan justru pada epilog dari kejahatan sistematis ini. Ingat apa yang sedang dilakukan Menkominfo saat ini.
  7. Menyiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) sebagai instrumen untuk mengamankan kejahatan di sektor perbankan termasuk melindungi dari tuntutan hukum bagi para operatornya. Kedua adalah Perppu untuk menghadapi KPK, jika kriminalisasi KPK mengalami kejanggalan.
  8. Menugaskan Kejaksaan Agung untuk mentargetkan dan mendaftarkan para Kepala Daerah yang tersangkut tindak pidana korupsi atau kriminal. Mereka akan dikeluarkan ijin penyelidikan dan penyidikannya jika tidak memenangkan partai politik tertentu pada PEMILU 2009 di daerahnya. Dari lebih 500 pengajuan ijin pemeriksaan yang diajukan oleh pihak Kejaksaan Agung, yang dikabulkan Presiden hanya 100 ijin.
  9. Menggunakan BLT sebagai satu bentuk "money politics" yang legal dan formal untuk melakukan pemenangan pemilu secara terstruktur.
  10. Melakukan pemenangan dalam PEMILU 2009 dalam berbagai bentuk manipulasi seperti pada DPT, IT, PPK, sistem pencoblosan (tanda gambar dan nama), dan KPU.
Perkiraan keterkaitan skandal Bank Century dengan revolusi senyap (quite revolution) sudah selayaknya dibongkar, mengingat hal ini sudah dipersiapkan sejak 2005. Pembongkaran ini diharapkan dapat meretas secara permanen keterkaitan korupsi dengan politik publik dalam berbagai bentuk termasuk penggelapan pajak. (rioC/umar/voa-islam)
Kartu As SBY dan Century ditangan Antasari Azhar
Umat Islam Indonesia begitu disibukkan dengan isu yang tak henti-hentinya menerpa, tiap bulan ada saja isu-isu baru yang memang sengaja di set-up oleh media mainstream, operasi intelejen, aksi 'showbiz' Densus88 dan aktor media spin doctor yang membuat kita tak jelas betul tentang masalah kita, termasuk kasus pembungkaman mantan Ketua KPK, Antasari Azhar.
Nama Antasari Azhar langsung jatuh dan rusak dengan kasus 'palsu' selingkuh dengan caddy 'Rani'. Hal ini makin memudahkan rakyat Indonesia memberikan stigma buruk.
Isu selingkuh atau poligami dipadu dengan konspirasi pembunuhan telah menjadi 'SOP' alias Standard Operation Precedures dan menjadi 'kendaraan taktis' membungkam lawan politik. Di Indonesia jangan coba-coba bermain mata dengan perempuan, modus pemberangusan dengan skandal perempuan akan 'bersemanyam' cukup lama dibenak rakyat, terutama Ibu-ibu Indonesia secara umum.
Umat Islam harus ambil tindakan penyelamatan bangsa yang 'dirampok' secara berjamaah. Inilah musuh nomor wahid rakyat Indonesia saat ini.
Dalam infografik tercatat, korupsi menyita perhatian dan lebih besar masalahnya jika dibandingkan isu Save Egypt, juga lebih besar daripada isu KPK dan Densus 88 yang nyatanya bekerja atas izin penguasa dan menjadi pengalihan isu atau spin doctor apabila ada kasus yang melibatkan penguasa negeri.
Tak berbeda dengan data dibawah ini, dari Indonesia Corruption Watch (ICW) ini tercatat korupsi luar biasa menjadi budaya di pemerintahan dan partai politik.
Korupsi ini wajib dikebiri habis-habisan, kita wajib menguak faktanya dan memberi tahu umat atas kesesatan partai dalam sistem demokrasi yang korup dan menyengsarakan rakyat. Jangan kita sibuk mengurusi menara 'mercusuar' dengan urusan luar negeri, namun kita terlena dengan 'musuh bebuyutan' di dalam negeri Indonesia.
Enak saja umat Islam disalahkan terus menerus, namun faktanya kita di tipu. Indonesia dirampok kekayaan alam dan uang negerinya oleh partai korup, Golkar, PDI-P, Demokrat, PKS, PAN dan lainnya seperti PPP dan PKB.
Umat Islam ayo bersatu bongkar musuh nyata di depan mata!
Kenapa Antasari Menjadi Kartu As Kasus Century, SBY & Boediono ?
Beranikah Pak Boediono berhadapan langsung dengan Antasari Azhar yang menjadi Kartu As kasus Century???
Sejatinya pengakuan Wakil Presiden Boediono (23/11/2013) adalah penipuan publik
Tentu saja untuk sekarang posisi Boediono di atas angin, keadaan akan berbeda apabila Antasari Azhar yang sedang di bungkam dengan hukum dzalim rezim SBY.
Antasari Azhar pernah didatangi oleh Gubernur BI, Boediono pada bulan Oktober 2008 selang beberapa bulan sebelum Pemilu dan Pilpres 2009, dalam kaitannya untuk membahas rencana bailout terhadap bank Indover, anak perusahaan milik Bank Indonesia yang beroperasi di Belanda.
Bank yang saat itu sedang sekarat membutuhkan suntikan dana Rp. 4,7 triliun. Antasari tegas menolak rencana tersebut.
Tapi rupanya, gagal dengan usulan membailout Bank Indover, Pemerintah justru mengajukan nama Bank Century untuk di-bailout. Antasari Azhar bahkan menceritakan sempat ada pertemuan lanjutan yang bertempat di ruang kerja Presiden SBY. Antasari mengungkapkan SBY memimpin rapat untuk membahas skenario pencairan dana Rp 6,7 triliun untuk Bank Century.
Saat itu, sebagai Ketua KPK, Antasari diundang Presiden SBY ke Istana dalam pertemuan tertutup yang dihadiri Ketua BPK Anwar Nasution, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Kepala BPKP Condro Irmantoro, Menko Polhukam, Widodo AS, Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, serta Juru bicara Andi Mallarangeng dan Denny Indrayana.
Setelah beberapa waktu, Bank Century ternyata secara diam-diam menerima gelontoran dana sejumlah Rp. 6,7 triliun, lebih dari 10 x lipat dana yang dibutuhkan dan disetujui dengan alasan jika bank ini sampai collapse akan menimbulkan dampak sistemik.
Padahal, sampai saat itu nama Bank Century nyaris tak terdengar, bukan sebuah bank besar yang kegoyahannya bisa menimbulkan rush.
Faktanya Bank Century memang tak termasuk dalam daftar 15 bank yang berdampak sistemik. SBY tahu bahkan ikut merencanakan bailout terhadap Bank Century, padahal selama ini SBY selalu mengaku dirinya tak pernah tahu menahu akan hal tersebut karena sedang berada di Amerika untuk menghadiri KTT G-20.
Padahal, Boediono dan Sri Mulyani punya akses komunikasi langsung kepada SBY, sampai-samping the acting President saat itu – Jusuf Kalla – sama sekali ditinggal dalam pembahasan bailout dengan nilai fantastis itu. Pak JK baru mendapat laporan 2 hari kemudian, pasca dana Rp, 6,7 triliun dikucurkan begitu saja.
Ada banyak keanehan, Proses bailout Bank Century berlangsung sampai 4 tahap yaitu:
  1. Tahap pertama, bank yang sudah kolaps itu menerima Rp. 2,7 triliun pada 23 November 2008.
  2. Tahap kedua pada 5 Desember 2008 sebesar Rp2,2 triliun.
  3. Tahap ketiga pada 3 Februari 2009 sebesar Rp1,1 triliun.
  4. Tahap keempat pada 24 Juli 2009 sebesar Rp. 630 miliar. Alasannya terus digelontorkan dana adalah agar CAR (Capital Adequacy Ratio atau Rasio
Kecukupan Modal) bank tersebut bisa mencapai angka 8.
Padahal, sebelum menggelontorkan dana bailout, BI telah mengeluarkan kebijakan yang menurunkan batas CAR dari yang semula positif 8 menjadi 0 (nol) saja, asal tidak minus.
Ini sebenarnya kebijakan akal-akalan, khusus dibuat karena kondisi CAR BC saat itu memang sudah tidak mungkin didongkrak.
Jadi, jika selama ini kelompok pro-bailout menganggap DPR mengadili kebijakan (kebijakan penurunan CAR), yang terjadi sebenarnya adalah karena pihak BI sendiri tidak konsisten dengan kebijakan tersebut.
Di satu sisi BI telah menurunkan persyaratan CAR menjadi 0 (nol), tapi disisi lain terus menggelontorkan dana bailout sampai lebih dari 10x lipat dari proposal yang diajukan, dengan alasan mendongkrak CAR agar sesuai dengan persyaratan sebelum diubahnya kebijakan. Membingungkan bukan?
Disinilah letak akal-akalan Skandal Century tersebut.
Antasari Azhar tahu bahwa SBY bukan hanya mengetahui rencana dan proses bailout Bank Century, tetapi ia juga sangat mengerti bahwa tindakan itu berpotensi melanggar hukum. Itu sebabnya ia telah membuat langkah-langkah antisipatif dengan mengundang Ketua KPK, Jaksa Agung dan Kapolri serta Menko Polhukam bahkan Ketua BPK.
Dalam pertemuan itu menurut pengakuan Antasari, ia menolak rencana bailout dan tetap akan menyidik jika Pemerintah melakukan tindakan bailout.
Artinya, SBY tahu betul tindakan itu tak boleh dilakukan. Karenanya ia telah lebih dulu meredam dampaknya dengan mengundang dan melibatkan Ketua KPK. Hanya saja, selang 6 bulan kemudian Antasari dituduh menjadi dalang intelektual pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen dan ia langsung ditahan.
Pengakuan Antasari ini sangat fatal dampaknya. Betapa tidak, selama ini SBY dan Partai Demokrat ngotot bahwa proses bailout itu sudah benar dan terlebih lagi SBY "bersih" dan tak tahu menahu soal itu karena sedang di LN.
Dalam sebuah pidato pada 4 Maret 2010, sehari sesudah pengambilan keputusan Rapat Paripurna DPR tentang kasus bailout Bank Century, Istana menyatakan bahwa Presiden SBY tengah menghadiri KTT G20 di Amerika Serikat.
Terlebih, sejak terkuaknya rekaman pengakuan AA itu, politisi di DPR yang dulu masuk dalam Pansus Century, kini mulai buka mulut soal fakta lain yang selama ini tak pernah dirilis ke media.
Menurut pengakuan Akbar Faisal, ia tahu dari Ibu Siti Fajriyah (mantan Deputy Gubernur BI saat itu), bahwa modus bank colapse dan perlu di bailout itu selalu muncul menjelang Pemilu atau Pilpres.
Ini tidaklah mengherankan, sebab menyedot uang dengan dalih mem-bailout sebuah bank itu jauh lebih mudah dan lebih besar hasilnya ketimbang modus lainnya. Apalagi di dramatisir seolah-olah jika tak di-bailout akan berdampak sistemik.
Testimoni Antasari Azhar tentang Bank Century pernah diangkat oleh Metro Realitas. Tapi masalahnya, siapa yang akan mendukung kebenaran testimoni Antasari?! Siapa yang berani membenarkan testimoninya tersebut? Mantan Jaksa Agung, Hendarman Supandji? Mantan Kapolri, Bambang Hendarso Danuri?! Mantan Menko Polhukam, Widodo AS?! Kalau Hatta Rajasa sebagai besan jelas tak bisa diharapkan berpihak pada Antasari. Mereka berada dalam lingkar Istana Cikeas' dan tutup mata dalam 'menggarong' uang rakyat!!!
Posisi Antasari Azhar saat ini yang ada di balik jeruji sedangkan lawan yang dihadapinya sedang berkuasa. Begitupun juga dengan nama-nama yang disebut, meski tak lagi menjabat masih butuh "keamanan".
Di sisi lain, KPK jilid 3 ini punya janji akan menuntaskan kasus Century dalam tempo setahun, janji Abraham Samad. Seharusnya, testimoni Antasari ini bisa menjadi bukti baru untuk ditelusuri. Wallahu 'alam [RioC/Umar/voa-islam.com]
1000% SBY Khianati Rakyat Dengan Cetak Uang Ilegal
The Godfather story begins...
Inilah cara kerja mereka merampok uang rakyat Indonesia! Pemimpin Bedebah, bukan memikirkan nasib rakyat miskin, malah menyalahgunakan jabatannya. Lihat saja modus mantan Presiden Soeharto dalam mencetak uang dollar ilegal melalui skandal BALI GATE sedangkan Presiden SBY melalui Century Gate untuk cetak rupiah, Naudzubillah!!
Bali Gate dan Century Gate Adalah Mesin Percetakan Uang Ilegal Rezim Penguasa
Skandal Century sebetulnya tidak ada, yang ada hanya mencetak uang secara ilegal.
Coba kita renungkan, ada beberapa pertanyan-pertanyan di otak kita terkait kasus yang menyita perhatian seantero jagat indonesia. Tapi apakah betul Kasus Century ini ada? Mari kita telusuri bersama.
  • Mengapa terjadi silang pendapat antara pejabat BI sendiri tentang status uang 6,7 T?
  • Mengapa ada perubahan tentang besaran kucuran hingga membengkak menjadi 6,7 T ?
  • Mengapa para pejabat BI terkesan tutup mulut tentang apa sebetulnya yang terjadi ?
  • Bagaimana sebetulnya mekanisme kebijakan yang ada di BI ? Bagaimana pula uang sebesar 6,7 T bisa tidak terlacak oleh lembaga kredibel seperti PPATK ?
  • Mengapa jika kita pertanyakan satu persatu akan membuat kita semakin frustasi?
  • Dan apa sebetulnya yang terjadi pada Bank Century?
Itulah sekelumit pertanyan-pertanyan diatas yang akan kita uraikan...
Kita mulai dari Soeharto dan Bali Gate
  1. Pada era mantan Presiden Soeharto, ia pernah berusaha untuk mengajukan proposal ke The Bank International of Sattlement (BIS) sebagai usaha pengambilan hak cetak uang dan pengalihan asset. Tapi Otoritas keuangan dunia tersebut menolak pengajuan Soeharto dalam point pengambil-alihan, hanya disetujui hak cetak uang dengan kolateral 6 dokumen daftar asset dengan nilai nominal 13.000 Trilyun.
  2. Tahun 1996, diadakanlah tender untuk cetak uang yang diikuti 3 negara, yaitu Jerman, Israel dan Australia. Tender ini dimenangkan oleh Australia. Maka pada tahun 1996, Soeharto mengintruksikan kepada 49 orang Jenderal yang terdiri dari para Jenderal bintang 4, 3 dan 2 serta para pejabat teras BIN untuk melakukan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap proses pencetakan uang yang dilakukan di dua Negara, Australia dan Thailand.
  3. Pada tahun 1997, proses pencetakan uang polymer pecahan 100 ribuan rupiah bergambar Soekarno senilai Rp. 13.000 Trilyun selesai dilakukan. Namun, baru hanya 9% dari total Rp. 13.000 Trilyun yang sudah diregistrasi oleh BI sebagai uang sah yang dapat digunakan sebagai alat transaksi.
  4. George Soros dengan konsorsium Yahudinya membombardir rupiah dengan melarikan rupiah ke luar negeri. Maka, terjadilah pembelian besar-besaran rupiah atas dollar sehingga mengakibatkan krisis ekonomi yang melanda negeri ini yang kita kenal dengan krisis moneter.
  5. Tidak hanya itu, demi menyelamatkan harta Soeharto, digunakanlah hak cetak itu untuk mencetak dollar dan tumbalnya di kala itu adalah Bank Bali yang dikenal dengan Bali Gate. Coba perhatikan waktu krisis moneter, semua Bank collapse, hanya ada 1 bank yang selamat, yaitu BCA. Ya BCA karena BCA merupakan kerabat dekat Soeharto. Tidak usah dijelaskan lagi siapa pemiliknya. Nilai rupiah tidak ada artinya sama sekali dihadapan dollar US.
  6. Inilah awal malapetaka bangsa ini. Beribu-ribu peti uang yang belum diregistrasi oleh BI hanyalah lembaran kertas yang secara hukum merupakan uang illegal (uang tidak sah untuk dijadikan sebagai alat transaksi). Uang illegal yang kemudian dikenal dengan IDR (Instrument Deposit of Registered) ini banyak dikuasai oleh para pejabat teras TNI dan BIN serta para pejabat di lingkaran Cendana.
Secara kasat mata, tidak ada perbedaan mencolok antara uang yang sudah diregistrasi dengan uang IDR. Perbedaan yang paling mendasar hanyalah terletak pada serangkaian NOMOR SERI.
NAMUN SIAPA YANG PEDULI DENGAN NOMOR SERI? PERNAH KAH KALIAN JIKA MENGAMBIL UANG MELIHAT DULU NOMOR SERI YANG TERTERA DI DALAM UANG?
Saya rasa tidak mungkin anda akan melihat nomor serinya, masyarakat umum hanya tahu bisa dipakai untuk belanja, asalkan sama-sama merah, sama-sama polymer, sama-sama 100.000, sama-sama bergambar Soekarno. Masalah legal dan illegal itu masalah sistem, bukan masalah fisik. Sangatlah berbeda dengan upal (uang palsu) yang memang sudah bermasalah dari sisi fisik.
Inilah celah yang banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Sebanyak hampir 12.000 trilyun uang IDR menjadi ajang bisnis baru bagi orang-orang yang memiliki link dengan para Jenderal dan lingkaran Rezim Cendana dikala itu.
Tidak hanya menggunakan tangan orang lain, tak jarang sang jenderal pun turun langsung melakukan bisnis haram ini. Tengok kasus Brigjen (Purn) Zyaeri, mantan Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu BIN yang terjadi pada pertengahan 2005 lalu.
Sejak kemunculannya pada tahun 1999 lalu hingga kini, uang IDR selalu menjadi lahan subur untuk dijadikan ajang bisnis yang menggiurkan. Tak heran, "dana cadangan" ini selalu muncul di setiap event pesta demokrasi baik pilkada maupun pemilu, sponsorshipnya? Bisa terjadi karena si calon itu pensiunan jenderal yang mengetahui persis seluk beluk IDR, atau bisa tim pendukungnya yang memang lingkaran para jenderal.
Pertanyaannya, kok bisa? itukan uang illegal? yang mengatakan itu uang illegal kan sistem..!!
Modus Cetak Uang Ilegal Rezim SBY & Century Gate
Pada masa rezim Presiden SBY, praktek seperti ini tidak hanya dilakukan pada Bank Bali, tetapi juga pada Bank Century dan bank-bank konvensional lainnya pun kerap dilakukan modus sejenis.
1) Indikasi ini diperkuat dengan banyaknya dana "cadangan" yang tersimpan di Yayasan yang di komandoi Aulia Pohan, besan Presiden SBY sang mertua Agus Harimurti Yudhoyono. Dimana yayasan tersebut lebih berfungsi sebagai wadah penyimpanan uang yang dicetak mereka.
Sebagai gambaran, perhatikan semua presiden kita, hanya yang dari kalangan militer saja lah yang bertahan lama. Karena mesin cetak uang itu ada di tangan para kalangan militer. Soeharto dan SBY adalah presiden yang langgeng menjabat. Yang lainnya berhenti di tengah jalan. SBY belajar dari Soeharto bagaimana taktik ini digunakan.
Tapi SBY lebih kalem karena dia tidak mau terulang lagi diturunkan ditengah jalan seperti gurunya Soeharto.
2) Modus rampok kelas pejabat ini terbongkar pasca tertangkapnya Aulia Pohan, ketua KPK saat itu Antasari Azhar pun dengan cepat bergerak membongkar jaringan ini. Pembelian mesin otomasi kliring (check clearing system) dan pemasukkan bahan baku kertas uang BI di Perusahaan Uang Republik Indonesia (Peruri) ditelusuri Antasari.
3) Modus lainnya lewat operator dan tim pelobi saat itu Deputi Gubernur BI, Aulia Pohan, jaringan koruptor kelas kakap ini mengakali keuangan BI dengan dalih "demi" Yayasan Kesejehteraan Karyawan BI (YKKBI). Memang, dalam persoalan keuangan BI tidak pernah jadi masalah. BI hanya tinggal CETAK dan MEMBAGI-BAGIKANNYA sendiri.
4) Beginilah kisah korupsi Aulia Pohan yang dipercaya Syahril Sabirin untuk menilep duit BI sendiri. Dari Aulia Pohan uang 'dimainkan' lewat YKKBI. Caranya sederhana, yaitu dengan dalih untuk kepentingan karyawan BI dan YKKBI mempunyai kewenangan untuk menangani pemasukan barang dan mesin serta kesejahteraan karyawan lainnya. Maka, pemasukan barang dan mesin, seperti mesin otomasi kliring yang seharusnya lewat prosedur Sekretariat Negara diubah menjadi harus melalui YKBBI. Tentu saja, YKBBI, kemudian pura-pura menunjuk perusahaan swasta, di mana orang-orang BI berada di perusahaan tersebut.
5) Terkait pengadaan mesin otomasi yang harganya bisa mencapai ratusan milyar. Lewat keputusan BI, izin lewat Setneg pun di by pass dan dialihkan ke YKKBI. Karena lewat YKKBI, Aulia bebas menentukan cara apa mesin-mesin itu dibeli dan dimasukkan ke BI. Tentu saja, yang dipilih adalah penunjukkan langsung, tanpa tender terbuka. Perusahaan swastanya gampang ditunjuk, yaitu perusahaan kroninya. Harganya, juga tentu gampang diatur. Seenaknya saja Aulia pun menggelembungkan harga yang tidak semestinya dari harga pasarannya (mark up) sebesar 40 persen.
6) Kisah sukses Aulia Poham bermula ketika menjadi Wakil Kepala Perwakilan di Tokyo, Aulia Pohan ditarik pulang dan menjadi Kepala Urusan Penelitian dan Pengembangan Internal (1995-1997). Kemudian ia ditunjuk lagi menjadi Direktur BI dan sekarang menjadi Deputi Gubernur BI. Ia sangat dipercaya oleh Syahril Sabirin untuk melobi siapapun juga elit politik dan "memainkan" duit BI. Jabatan ini, sangat besar. Selain dekat dengan level elit BI, ia juga bisa mengatur tata cara pembelian berbagai mesin dan pengadaan barang, termasuk mesin otomasi kliring dan kebutuhan kertas uang Peruri.
7) Dalam pembelian kertas pun sama saja. Tender resmi dibatalkan dan diganti perusahan pilihannya sendiri yang memenangkan tender tersebut, yaitu PT Pura. Padahal, PT Pura adalah perusahaan yang didirikannya sendiri bersama orang-orang BI, yang sampai sekarang belum diketahui namanya. PT Pura-lah yang kini memegang hak monopoli memasukan bahan baku kertas uang BI. Coba anda bayangkan berapa keuntungan yang diraih Aulia Pohan dan berapa ke Syahril Sabirin.
8) Yayasan karyawan instansi-instansi basah biasanya kaya raya. Di yayasan itulah tempat nyaman menyembunyikan uang curian.
Yang menjadi pertanyaan banyak orang, bagaimana sebuah yayasan karyawan mengumpulkan uang begitu banyak sehingga uang yayasan itu bisa diinvestasikan di sektor properti seperti Bidakara?
Setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp 500 miliar untuk membangun komplek Bidakara. Lalu pertanyaan berikut: berapa gaji karyawan Bank Indonesia sehingga mereka bisa mengumpulkan dana sebesar itu?
Sekali-sekali, cobalah mampir di komplek Bidakara, Kuningan, Jakarta Selatan. Dari Pancoran, komplek gedung itu tampak megah. Komplek ini menempati tanah yang cukup luas di wilayah kelas satu yang berhimpitan dengan perumahan pejabat tinggi di kompleks Jl Denpasar, dan amat dekat dengan pusat bisnis Kuningan. Di komplek ini terdapat perkantoran bertingkat tinggi yang mewah dan hotel yang menjulang. Pemilik kompleks Bidakara, tak lain adalah Yayasan Dana Pensiun Bank Indonesia.
Ada sekitar 23 rekening dana non bujeter yang di miliki sejumlah departemen. Asetnya trilyunan rupiah.
9) Ada kabar paling gres tentang pundi-pundi sumber korupsi yang terungkap di gedung MPR DPR Senayan. Informasi itu menyebutkan, bahwa sampai saat ini ada sekitar 23 rekening dana nonbujeter yang berada di sejumlah departemen belum dimasukkan ke dalam kas anggaran negara. Rekening tersebut bersumber dari sejumlah departemen dan lembaga non departemen.
10) Bank Indonesia juga mempunyai yayasan pundi-pundi yang asetnya amat sangat besar. Bahkan Yayasan Kesejahteraan Karyawan BI mampu membangun perusahaan pencetak uang di Kudus. Berkolusi dengan percetakan PT Pura Barutama, YKKBI membuat PT Pura Binaka Mandiri sekitar dua tahun belakangan. Produk perusahaan ini adalah kertas uang dan security printing.
11) Order pertama kali datang dari Somalia untuk mencetak salah satu jenis mata uang mereka. Kabarnya YKKBI juga mempunyai sejumlah bidang usaha lain sebagai pemutar uang miliknya.
12) Dana-dana yayasan atau apapun namanya itu merupakan pundi-pundi yang siap digunakan untuk melanggengkan kekuasaan atau bahkan kepentingan pribadi para pejabat. Golkar selama rezim Soeharto juga memanfaatkan pundi-pundi itu untuk menggemukkan organisasinya. Golkar pun sering mendapat "sumbangan" miliaran rupiah dari para menteri kadernya untuk kepentingan kampanye, juga diambilkan dari dana-dana ini.
13) Tugas dari lembaga-lembaga itu sebagai pengumpul "sumbangan" yang dikeruk dari rekanan mereka. Memang, model pungutan dan lembaga pundi-pundi ini merupakan strategi Soeharto dalam mengumpulkan uang untuk keabadian kekuasaannya. Soeharto sendiri adalah pendiri puluhan yayasan yang mempunyai aset milyaran bahkan trilyunan rupiah, dan sampai saat ini tak satupun yang tersentuh hukum.
14) Dengan mencetak uang triliyunan rupiah dan dipaksakan masuk ke dalam bank kecil yang bernama Century, sudah pasti akan anjlok. Itulah sebabnya ketika kasus Century meledak ke publik, banyak rekening-rekening masyarakat yang tiba-tiba bertambah. Di Makasar seorang tukang bengkel tiba-tiba di rekeningnya terdapat miliaran rupiah. Uang itu secara otomatis akan berpindah setiap jamnya (numpang lewat atau pinjam rekening sementara).
15) Perhatikan sekali lagi, disetiap mendekati pemilu maka pasti akan terjadi krisis moneter bukan? karena uang ini dicetak khusus ajang pesta demokrasi. Jika uang dicetak melewati batas maka akan terjadi inflasi bukan? sehingga Terjadilah krisis moneter pada thn 1998 dan 2008.
Perhatikan sekali lagi, disetiap mendekati pemilu maka pasti akan terjadi krisis moneter bukan? karena uang ini dicetak khusus ajang pesta demokrasi.
16) Itulah juga sebabnya Partai Demokrat tidak akan gentar dengan kasus Century, karena memang Century itu tidak ada, yang ada hanya lah mencetak uang dengan mengorbankan nasabah-nasabah tak berdosa untuk dijadikan pencucian uang.
Betapa Mirisnya Rakyat Indonesia! Dikhianati Pemimpin Terus Menerus
Antasari Azhar pernah berkata dalam testimoni tentang Century. "Saya tidak tau yang namanya Century, tapi modus dan cara kerja mereka yang saya ketahui"
Ketika mantan Deputi Bank Indonesia Aulia Pohan ditangkap oleh Antasari Azhar, maka modus ini terbongkar. Dari Aulia Pohan lah sumber-sumber percetakan uang tersebut akan di telusuri Antasari. Tapi apa mau dikata, Antasari di hajar dari segala penjuru.
Jika Antasari dapat membongkar ini, maka bisa kita bayangkan banyaknya manusia-manusia rakus yang akan masuk ke penjara, dari generasi Orde Baru hingga sekarang. Bagaimana mungkin seorang Antasari sendirian sanggup menghadapi segerombolan pejabat dan mantan pejabat dari jaman Orba hingga sekarang. Alhasil Antasari pun dibungkam.
Kasihan rakyat, terus menerus dibodohi demokrasi dan pemimpin korup! (rioC/bs/voa-islam.com)
Tangkap Wapres Republik Indonesia, Boediono, Kroco Mafia Berkeley
Inilah episode negara berada dalam level terendah karena Presiden SBY dan Wakilnya berada pada ujung jurang karena skandal korupsi yang diperbuatnya bersama para kroni, baik Skandal Century, Cetak Uang Ilegal dan tentunya kasus Hambalang. Namun fakta tersebut tak bisa diharapkan apabila kesungguhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan kasus Skandal Century tidak disertai keberanian dan gebrakan).
Fakta bailout Bank Century yang sudah berjalan 5 tahun tak juga rampung, Century secara meyakinkan telah menjadi alat untuk merampok Rp. 6,7 triliun uang dan sejak itu pula Wakil Presiden Boediono disebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus Century.
Dalam Skandal Century, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengucurkan dana Rp 2,7 triliun (dari total keseluruhan Rp 6,7 tiliun) ke Bank Century pada 22 November 2008. Tanggal 22 November itu merupakan tanggal merah karena hari Sabtu. Sepertinya ada yang begitu mendesak sehingga LPS mengucurkan dana pada hari libur, hari Minggu. Tidak sembarang orang bisa memaksa transaksi sebegitu besar, apalagi pada hari libur. Sri Mulyani dan Boediono melapor ke Jusuf Kalla pada 25 November setelah dana mengucur, bukan sebelumnya.
''Jadi, ada kekuatan luar biasa di balik pengucuran dana Rp 2,7 trilyun di hari libur 22 Nov.2008 itu, apalagi dilaporkan duitnya dibawa tunai,'' kata Kwik kian Gie, ekonom senior dan mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian.
Hasil audit investigatif BPK juga menemukan beberapa keanehan. Misalnya, BI yang dikomandoi Boediono melanggar aturan yang dibuat sendiri demi Bank Century.
Jusuf Kalla mencoba menuturkan peristiwa tersebut, dimana pada tanggal 25 November 2008 itu. Sri Mulyani dan Boediono sama sekali tidak melaporkan berapa dana yang telah dikucurkan ke Bank Century.
Belakangan ia tahu, sesuatu yang aneh telah terjadi. Sri Mulyani dan Boediono telah membahas rencana pengucuran dana talangan ke Bank Century melalui rapat pada 20 dan 21 November 2008.
Rakyat Indonesia, musuh di depan mata, Ayo Bongkar The Godfather dan Tangkap Boediono!
Mungkinkah Boediono diselamatkan layaknya Sri Mulyani, bisa saja terjadi!
Tiga Celah Kapitalisme Merangsek Indonesia Via Mafia Berkeley
Umat Islam pemilik saham kemerdekaan Indonesia dari para penjajah segera dongakkan kepala dan waspada dari cengkraman asing yang merangsek Indonesia dan faktanya telah menuju pada titik sempurna.
Revolusi fisik dan hukum dari rakyat wajib di kedepankan, karena semua pintu masuk utama bagi kapitalisme global yang mencengkram melalui ini sudah berjalan, berikut indikasinya :
1) Yang pertama melalui kebijakan ekonomi via LOI, World Bank, IMF, ADB, dan lain-lain. Para aktor dan agen utama tak lain berasal dari mafia Barkeley dan pendukung neo-liberalnya. Output itu semua adalah mayoritas rakyat terlempar jadi miskin. Sumber daya alam Indonesia dikuras habis untuk memperkaya negara tertentu dan memakmurkan sebagian antek serta aktor-aktor dalam dunia bisnis di tanah air. Sebaliknya rakyat Indonesia terjajah secara ekonomi terutama umat Islam.
2) Lalu yang kedua melalui kebijakan politik yaitu amandemen UUD 1945, UU yang dibiayai asing, agen-agen asing berkeliaran di hampir semua instansi. Semua LSM yang ditunjuk diperbantukan untuk mempengaruhi opini publik, kebijakan pemerintah dan merangsek ke lembaga negara. Contohnya saja:
"Melaui KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang bekerjasama dengan asing yang melakukan screening terhadap partai, tokoh, dan lainnya yang boleh lolos untuk kontestasi pemilu. Outputnya, yang masuk ke DPR atau DPRD mayoritas ideologinya tidak jelas, tidak punya visi kenegarawanan, transaksional, dan bermental karyawan politik. Ini menyebabkan kita terjajah secara politik, karena aktor-aktor politik yang tidak bermutu hingga Indonesia dikendalikan penguasa global," jelas Hatta Taliwang.
3) Terakhir, cengkraman asing menyusup melalui kebijakan sosial, agama, budaya, dan pendidikan yang semakin liberal.
Masalah kegelisahan umat Islam pada lembaga UIN yang condong kepada Sepilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) belum tuntas adanya. Bahkan kini semakin berani, buktinya Bible bebas berkeliaran di lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi benteng terakhir dalam memperkuat aqidah umat. Ini sama saja 'gol bunuh diri' di kandang sendiri!
Contoh saja, di UIN Jakarta Fakultas Ushuludin yang esensinya menjadi fakultas pengemban dakwah Islam ini malah menjebol gawang sendiri dengan mengundang agama - agama lain yang telah jelas kesesatan dan permusuhannya kepada Islam dan mencoba mendakwahkan agama mereka kepada para mahasiswa UIN.
Pada salah satu stand agama Kristen tanpa sungkan membagi-bagikan paket berupa Al Kitab (Injil), Komik Kristen, Mazmur, dan buku Kristen kepada para mahasiswa yang mengunjungi stand tersebut dengan terlebih dahulu didakwahi agama Kristen.
Tak pelak lagi, hal itu merupakan misi 'Kristenisasi' yang terang benderang dan memasarkan pluralisme secara bebas dan di fasilitasi pihak kampus UIN Jakarta.
Ditopang siaran televisi, alat telekomunikasi yang makin canggih dan dikuasai Mafia Cina 80% rasanya menjadi tidak sulit. Hasilnya memang ada yang positif tapi banyak juga yang negatif. Manusia-manusia pintar makin banyak, tapi nuraninya kering, hedonis, korup, exibishionist, serakah, mudah diadu domba, fanatik sempit, sukuisme, dan egois. Secara sosial budaya, kita tidak berkepribadian, kita mental terjajah.
Apa sih Mafia Berkeley itu? apa hubunganya dengan World Bank ?
Mafia Berkeley adalah julukan yang diberikan kepada sekolompok menteri bidang ekonomi dan keuangan yang menentukan kebijakan ekonomi Indonesia pada masa awal pemerintahan Presiden Soeharto. Mereka disebut mafia karena pemikiranya dianggap sebagai bagian dari rencana CIA untuk membuat Indonesia sebagai boneka Amerika oleh seorang penulis muda Amerika Serikat.
Anggota Mafia Berkeley
Sebagian besar dari menteri-menteri yang dituduh sebagai Mafia Berkeley adalah lulusan doktor atau master dari University of California at Berkeley pada tahun 1960-an atas bantuan Ford Foundation. Para menteri tersebut sekembalinya dari Amerika Serikat mengajar di Universitas Indonesia. Pemimpin tidak resmi dari kelompok ini ialah Widjojo Nitisastro. Para anggotanya antara lain Emil Salim, Ali Wardhana, dan J.B. Soemarlin. Dorodjatun Koentjoro-Jakti yang lulus belakangan dari Berkeley kadang-kadang juga dimasukkan sebagai anggota kelompok ini.
Para anggota Berkeley Mafia tidak perlu harus lulusan dari Universitas Berkeley di California. Banyak lulusan dari Berkeley yang bukan anggota Berkeley Mafia. Sebaliknya, banyak pula para sarjana lulusan dari perguruan tinggi yang bukan dari Universitas Berkeley adalah anggota Berkeley Mafia.
Mafia Berkeley adalah sekelompok perumus kebijakan ekonomi Indonesia yang telah dipersiapkan secara sistematis oleh kekuatan asing selama sepuluh tahun sebelum berkuasa (1956-1965) yang merupakan bagian dari strategi perang dingin dalam menghadapi kekuatan progresif dan revolusioner di Asia.
Disebut Mafia Berkeley karena kebanyakan dari generasi pertamanya adalah lulusan Program Khusus di Univesitas Berkeley, California, Amerika Serikat. Adalah suatu hal yang aneh mengingat para mahasiswa Universitas Berkeley pada tahun 1960-an adalah sekelompok mahasiswa yang progresif dan mayoritas anti perang Vietnam. Akan tetapi program yang diberikan untuk mafia Berkeley telah dirancang khusus oleh orang Indonesia untuk dipersiapkan kemudian hari sebagai bagian dari hegemoni global Amerika. Dikatakan mafia karena mengambil ide dari bentuk kejahatan terorganisir yang terkenal mengingat fungsi mereka yang secara sistematis dan terorganisir menjadi alat dari hegemoni dan kepentingan global di Indonesia.
Kelompok mafia Berkeley telah mengabdi selama 32 tahun dalam rezim Orde Baru dan terus berlangsung hingga sekarang dimana banyak sekali anggota dan murid-muridnya yang menduduki jabatan penting dalam perekonomian di Indonesia dan menjadi sebuah saluran strategis untuk kebijakan yang dirumuskan oleh IMF, Bank Dunia dan Depkeu Amerika Serikat. Mafia Berkeley sekaligus merupakan alat untuk memonitor kebijakan ekonomi Indonesia agar searah dengan kebijakan umum dalam bidang ekonomi yang digariskan oleh Washington. Garis kebijakan ini dikenal dengan nama Washington Konsensus.
Sekilas kebijakan Washington Konsensus ini tampak wajar dan netral tetapi dibalik program itu tersembunyi kepentingan negara-negara adikuasa.
Adapun beberapa kebijakan yang dilakukan oleh kelompok ini adalah sebagai berikut:
Pertama, Kebijakan anggaran ketat, selain ditujukan untuk mengendalikan stabilitas makro dan menekan inflasi, sebetulnya juga dimaksudkan agar tersedia surplus anggaran untuk membayar hutang yang untuk mewujudkannya, penghapusan subsidi untuk rakyat dipaksakan. Pembayaran utang adalah suatu bentuk keharusan, sementara urusan yang lain yang berhubungan dengan pemenuhan dasar kebutuhan rakyat adalah urusan belakangan.
Kedua, liberalisasi keuangan untuk memperlancar transaksi global dan menjamin modal dan dividen setiap saat dapat keluar dari negara berkembang.
Ketiga, liberalisasi industri perdagangan memudahkan negara maju untuk mengekspor barang dan jasa ke nagara berkembang. Tapi negara-negara maju itu sendiri melakukan perlindungan terhadap sektor industri dan pertaniannya melalui kuota, kebijakan anti dumping, export restraint, subsidi dan hambatan non-tarif.
Keempat, privatisasi aset-aset milik negara yang dimaksudkan agar peranan negara di dalam bidang ekonomi berkurang sekecil mungkin. Dalam prakteknya, penjualan aset negara itu dilakukan dengan harga yang sangat murah sehingga sering terjadi program privatisasi identik dengan piratization seperti yang diungkapkan oleh Prof. Marshall I. Goldman dari Harvard.
Dalam prakteknya, kebijakan konsensus Washington seringkali dipaksakan sekaligus kepada negara berkembang tanpa suatu tahapan, fleksibilitas dan persiapan untuk memperkokoh kekuatan ekonomi domestik.
Dibawah kuasa mafia Berkeley, utang yang besar dan habisnya sumber daya alam dan hutan yang rusak, ternyata hanya menghasilkan pendapatan per kapita sekitar US$ 1000, dan pemenuhan kebutuhan dasar sangat minimum serta ketergantungan mental maupun finansial terhadap utang luar negeri.
Modus operandi utama dari Mafia Berkeley adalah mengabdi pada kekuasaan apapun konsekuensinya terlepas dari apapun bentuk dari pemerintahan yang berkuasa. Dalam berbagai kasus, mafia Berkeley justru menjadi corong public relation di berbagai forum dan media untuk memperlunak dan mempermanis image pemerintah yang otoriter ataupun represif. Efektifitas media relation mafia Berkeley terutama dilakukan dengan memberikan akses khusus dalam bentuk bocoran informasi dan dokumen-dokumen rahasia pada satu media harian dan satu media mingguan yang terkemuka dimana kedua media itu memiliki pandangan yang liberal dalam bidang sospol tetapi konservatif dalam bidang ekonomi.
Pola Rekrutmen mafia Berkeley dilakukan dengan berlandaskan pada prinsip utama loyalitas dan feodalisme di atas kriteria profesionalisme. Mereka diprogram untuk menjadi alat kepentigan global yang justru melecehkan arti penting dari semangat nasionalisme dan kemandirian yang sangat dijunjung tinggi oleh para pendiri negara, dimana dalam program itu, sebagai kompensasi atas loyalitas mereka, para kader Mafia Berkeley ini lantas dilengkapi dengan beberapa sarana seperti perjalanan ke luar negeri, keanggotaan di berbagai komite dan berbagai macam pujian sekaligus penghargaan yang diberikan oleh berbagai lembaga yang sebenarnya merupakan bagian dari kepentingan ekonomi global itu sendiri dalam berbagai media dan sarana-sarana lain.
Jika ada kebijakan presiden atau menteri lain yang bukan merupakan anggota Mafia Berkeley yang menyimpang dari arahan Konsensus Washington/IMF-Bank Dunia, USAID. Anggota-anggota dari Mafia Berkeley ini dengan cepat melaporkan kepada perwakilan IMF, Bank Dunia dan USAID untuk dikritik oleh laporan-laporan resmi lembaga-lembaga kreditor. Untuk menjaga agar arah strategis kebijakan ekonomi Indonesia agar sejalan dengan manifestasi dari Konsesus Washington, Mafia Berkeley menyepakati penyusunan undang-undang atau peraturan pemerintah yang dikaitkan dengan pinjaman utang luar negeri sehingga sangat terbuka adanya intervensi kepentinga global atas Indonesia.
Meski dalam beberapa kesempatan IMF dan Bank Dunia selaku tuan dari kebijakan ekonomi yang neoliberal pada dekade terakhir ini mengakui berbagai kesalahannya bahwa liberalisasi keuangan yang terlalu cepat telah meningkatkan kemungkinan suatu negara terkena krisis. dan bahkan dalam publikasi terakhirnya (An East Asian Renaissance: Ideas for Growth, 2007), badan-badan itu mengakui bahwa pemerintah harus mengambil suatu tindakan untuk mengoreksi ketidak sempurnaan pasar, terutama dalam meningkatkan skala industri domestik. Dengan kata lain berkata bahwa pasar tidak bisa menyelesaikan segalanya. Mafia Berkeley masih tetap berpedoman pada prinsip itu yang sebenarnya hanya merupakan sebuah bentuk representasi dari kepentingan "tuan" mereka di Washington. [RudiP/Rak/RioC/voa-islam.com]
SBY Penerus LB Moerdani dan Sumber Masalah Indonesia
'SBY ini vertigo dan hanya lempar handuk lalu cuci tangan' Ujar pengamat Boni Hargen dalam kesempatannya menilai sikap dan pernyataan-pernyataan kontroversial SBY akhir-akhir ini.
Pengamat Politik Boni Hargen mengatakan, pernyataan SBY yang menyebut ada indikasi pihak-pihak yang ingin membuat rusuh dalam pemilu sebagai pernyataan seseorang yang mengalami penyakit Vertigo. Sebab SBY lupa jika kerusuhan berawal dari dia.
Dia menjelaskan, harusnya ada langkah teknis yang dilakukan oleh Presiden agar tidak mudah menebar keresahan dan curhat yang meresahkan
"SBY ini hanya lempar handuk, hanya cuci tangan," tegas Boni. Sebab SBY lupa jika kerusuhan berawal dari dia.
Selain itu, ia juga menyamakan SBY dengan Vicky Prasetyo, mantan suami penyanyi dangdut Zaskia Gotic, yang gaya bicaranya asal dan ngawur.
"Artinya, orang mulai makin tidak prcaya kepada kualitas pemerintahan selama hampir 10 tahun ini," ujar Boni dalam diskusi Resesi Ekonomi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (15/12).
Sebagai presiden yang lahir dari militer dan lama bergelut di intelejen ini, SBY tentu bukan asal komentar. Pengamat Intelijen John Mempi menyatakan jika terjadi kerusuhan jelang pemilu, maka aktor berkepentingan sedang menjalankan skenario. Pasalnya bukan kerusuhan revolusioner tapi kerusuhan politik kepentingan.
"Revolusioner itu masyarakat berpusat pada satu tokoh, kalau kerusuhan ini banyak tokoh karena banyak kepentingan," ujar John dalam diskusi Resesi Ekonomi dan Potensi Ekonomi di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (15/12).
Dia membandingkan, situasi yang revolusioner terdapat pada tahun 1965 dan 1998, karena masyarakat hanya fokus yang sama pada satu tokoh, yaitu Soekarno dan Soeharto. Sementara saat ini banyak permintaan untuk menggulingkan presiden, termasuk anggota DPR, hingga Menteri Kabinet.
"Kita sekarang ini menghadapi krisis politik, ekonomi dan moral," tegas dia.
Akibat krisis multidimensi itu, rakyat sulit membedakan mana pejuang, mana pedagang. Dalam fase politik hari ini semua serba terbalik.
Susilo Bambang Yudhoyono Adalah Penerus LB Moerdani
Jangan remehkan lawan anda karena lawan akan mudah menyerang anda kembali. Begitulah bunyi kata bijak tentang perlunya mawas diri dan mengetahui lawan anda.
Demikian halnya dengan Presiden SBY, ia tidak selemah yang anda kira. Jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak rakyat Indonesia yang meremehkan SBY dengan segala stigma yang dilekatkan kepadanya di media-media nasional yang terkait dengan karakter dan kinerjanya selama menjadi presiden, misalnya "Jenderal kok peragu", atau "Jenderal belakang meja", atau "SBY lamban seperti kerbau" atau "Jenderal yang hobi curhat", dan lain sebagainya.
Dari sisi karakter atau sifat, tampaknya SBY termasuk dalam orang-orang yang bersifat plegmatif yang dari luar selalu terkesan peragu, pendiam, lamban dan perlu didorong. Akan tetapi karakter pragmatif yang terlalu sering ditekan dapat membalas dengan lebih keras sekali dia membulatkan tekad bahwa dia telah cukup bersabar dengan para penganggu. Jadi secara teoritis orang plegmatis hanya tampak lemah di luar tetapi sebenarnya mereka berkarakter kuat.
Selain itu, kita juga melupakan bahwa SBY memang bukan jenderal yang ahli pertempuran lapangan sehingga tidak heran secara wibawa dia kalah dan tampak tidak setegas dari purnawirawan jenderal lain, katakanlah Prabowo, namun demikian jenjang karir SBY sebagai intelejen ABRI (sekarang TNI) justru dapat membuatnya jauh lebih misterius dibandingkan purnawirawan jenderal lain.
Secara historis, SBY adalah pelaku reformasi bangsa namun kita memang bangsa yang terlalu lelah dan pelupa pada banyaknya agen spin doctor yang membuat kita lupa dengan kejahatan penguasa negara beserta mafianya.
Faktanya pada akhir 2013 tahun ini rakyat memang benar-benar lupa jasa SBY sebagai lokomotif utama reformasi yang di akibatkan dengan kasus-kasus yang belakangan mencuat, dari Century, Hambalang, SKK Migas bahkan penyadapan Ibu Ani SBY.
Ingat, SBY itu intelijen militer yang berperan dalam membangun musuh bersama rakyat dalam melengserkan Soeharto.
Kembali ke peran SBY, berkat operasi intelijen yang dilakukannyalah maka "para pseudo reformis" dapat menjatuhkan Pak Harto yang saat itu dikawal dua jenderal paling kuat, Wiranto sebagai mantan ajudan dan Prabowo yang masih menantunya, termasuk dengan penyebaran press release tanpa izin Wiranto bahwa ABRI sudah tidak mendukung Soeharto. Jadi "Bapak Reformasi" yang sebenarnya adalah SBY dan bukan Amien Rais atau yang lain.
Saat itu dengan hanya bergerak di belakang layar, SBY bukan saja mampu mendorong jalannya reformasi, akan tetapi juga mengambil kesempatan dari rivalitas antara Wiranto dan Prabowo untuk kemudian memetik hasilnya sehingga sanggup menjadi presiden Indonesia sebanyak dua periode dan membangun Dinasti Cikeas.
Dari sisi apapun jelas operasi senyap yang dilakukan intelejen lebih efektif dan efisien daripada operasi terbuka. Terbukti mayoritas lawan politik SBY hari ini mulai dibungkam melalui serangkaian operasi intelejen senyap yang mana tanpa mereka duga tiba-tiba mereka ditangkap oleh KPK atau aparat lain.
Bisa di bilang sejauh ini SBY adalah satu-satunya pewaris dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.
dinasti intelijen militer Indonesia yang pernah terkenal dan menjadi momok bagi sebagian rakyat Indonesia mulai dari Zulfikli Lubis, Ali Moertopo, sampai Benny Moerdani.
Karena itu rakyat agar tetap Waspada!
SBY, demi mengejar kekuasaan pribadi dengan menggadaikan SDA negara untuk kekuasaan dan menikam 3 Presiden sebelumnya, yakni Soeharto, Gus Dur dan Megawati.
Karena SBY adalah generasi baru dinasti intelijen militer Indonesia pasca matinya LB. Moerdani.
Bahkan SBY melalui BNPT lebih tegas dan terang benderang dalam politik Devide et impera dengan mengadu domba umat Islam dengan umat Islam lainnya, yakni dengan mendatangkan Ulama murjiah timur tengah Syaikh Ali Hasan Al Habaly dan mantan jihadis Mesir Dr. Najih Ibrahim yang justru di olok-olok umat Islam.
Hebatnya lagi, SBY mendapat pengakuan dari Kerajaan Inggris dengan gelar Ksatria Salib Agung alias Knight Grand Cross int The Order of The Bath.
Hal yang belum dicapai oleh Soeharto dan LB Moerdani sekalipun.
"Salam sandiwara bangsa" [rio/rojul/voa-islam.com]
VOC Gunakan Freeport Bangun Kemegahan Amerika
NINA BOBO RAKYAT DENGAN UUD 45 PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA & NKRI AKAN TETAPI RAKYAT TERLELAP AMERIKA MERAMPOK FREEPORT UNTUK KRISTENISASI DAN MEMBANGUN
kilroywink
Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia. Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Bahkan, sebagian hasil penambangan gunung emas di Papua itu, kabarnya, turut berperan serta membuat kemegahan Amerika sekarang ini.
Freeport diakui banyak pihak banyak berjasa bagi segelintir pejabat di negeri ini. Mereka bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta. Sayang, menistakan generasi anak cucu mendatang, karena sumber daya alam negeri ini terkuras habis.
Baca juga: Pekerja Freeport tewas tertimpa bongkahan batu bawah tanah dan Proyeksi energi tahun 2025 alami penurunan.
Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah JFK, Indonesia, CIA and Freeport.
Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya.
Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.
Saat itu, Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.
Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya di seluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada di sekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.
Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.
Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah di sekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.
Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.
Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.
Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden Amerika Serikat, John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah sepertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.
Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.
Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta dolar AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!
Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.
Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C. Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.
Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60 persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.
Augustus C. Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C. Long juga aktif di Presbysterian Hospital di New York dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.
Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.
Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C. Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.
Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Soeharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.
Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai Presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?
Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.
Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani adalah Freeport. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman dulunya kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak saat itu, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.
Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.
Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik Jim Bob Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.
Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A. Maley, menulis sebuah buku berjudul Grasberg setebal 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.
Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia.
Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA.
Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah.
Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang.
Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.
Orang-orang asing ini sengaja mengkondisikan pembodohan terhadap rakyat papua dan memunculkan rasa sentimen yang tinggi terhadap Pemerintah dengan harapan mereka akan bisa mengendalikan Papua.
Baru-baru ini kita pernah dengar AS menempatkan 2.500 personel militernya di Darwin dengan alasan untuk kemanusiaan. Kemanusiaan apa..? Kemudian menambahkan lagi menjadi 22.500 personel militer, dan alasan berganti menjadi untuk keamanan kawasan. Kawasan yang mana...? China yang negaranya jauh diujung berung sana saja memprotes AS dengan mengatakan "Itu adalah penempatan personel militer yang tidak tepat", lalu apa tindakan Pemerintah Indonesia...?
Itu adalah alasan yang dibuat-buat oleh AS, karena saat itu bertepatan dengan terjadinya gejolak di Freeport, jika terjadi sesuatu terhadap warga Amerika di Freeport maka personel militer ini segera diterjunkan dengan alasan mengamankan warga Amerika...lalu selanjutnya bla..bla..bla..
Freeport merupakan ladang uang haram bagi siapa pun yang mengingkari UUD 45. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga.
Freeport McMoran sendiri menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi Indonesia, namun bagi penambang emas terbesar di dunia ini terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat.
Akankah Indonesia bisa mandiri, terbebas dari jerat sesat para bedebah (kapitalisme) ?
Faktanya:
Siapa juga yang bilang dijajah Belanda selama 350 tahun?
Sesungguhnya VOC masih bercokol di Indonesia dan sebagai penjajah adalah wujud dari kapitalisme dan terus bertahan (menjajah) hingga sekarang. Hanya beda nama dan rupa-nya saja dan melanggengkan Kristenisasi dan membungkam aktivis Islam dengan isu yang mendeskreditkan.
Mereka menciptakan dogma-dogma nasionalisme bernama UUD '45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, selamat terbuai dengan mereka-mereka itu.
Adakah yang bisa mengusir kapitalis (asing) dari negara ini? Nyatanya negara melindungi kaum-kaum borjuis itu. [AndryantoM/voa-islam.com]
Anomali, Ilmuwan Dikorbankan Sebagai Koruptor
Siapa yang tidak kenal reputasi luar biasa bagus yang sebelumnya melekat pada pribadi tokoh – tokoh unggulan dan teladan di kampusnya, di kancah nasional dan di panggung dunia internasional seperti : Prof. Dr. Rudi Rubiandini, Prof Dr. Rokhim Dahuri, Prof. Dr. Nazaruddim Sjamsudin dan seterusnya sebelum mereka tersungkur terjerembab menjadi tersangka, terdakwa dan akhirnya terpidana korupsi ?
Siapa yang tidak menyesalkan jeratan kasus pidana korupsi terhadap diri mereka? Kasus korupsi yang menyesakan dada dan disesalkan seluruh rakyat Indonesia? Apakah semua itu harus terjadi? Apakah semua itu terjadi begitu saja? Apakah karakter mereka mendadak berubah setelah beralih profesi dari ilmuan akademisi menjadi koruptor atau memang ada skenario konspirasi dari pihak tertentu yang sengaja merancang jebakan untuk menjerat dan mengkriminalisasi para tokoh teladan moral dan integritas bangsa itu?
Mari kita bahas ungkap semuanya agar tidak menjadi preseden berkepanjangan di kemudian hari. Agar kasus mereka dapat menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali terutama terhadap tokoh – tokoh akademisi kampus berintegritas tinggi yang saat ini menjadi teladan dan suatu saat nanti ditunjuk menjadi pejabat tinggi negara memimpin sebuah instansi atau institusi negara yang besar dan strategis.
Rokhim Dahuri sosok akademisi cemerlang dari Institut Pertanian Bogor (IPB) terjatuh hanya karena beliau mengumpulkan sumbangan dari pihak rekanan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mana uang sumbangan tersebut bersifat sukarela, tercatat secara rapi sebagai ganti dari kebijakan beliau menghapuskan dan melarang suap di lingkungan Kementeriam KP. Beliau terbukti tidak menggunakan uang sumbangan rekanan tersebut untuk kepentingan memperkaya diri, keluarga atau kroni – kroninya. Uang tersebut lebih banyak digunakan untuk sumbangan kegiatan sosial atau kegiatan tokoh – tokoh tertentu diantaranya Amien Rais yang kemudian terungkap ke publik dan menjadi salah satu penyebab Rokhim dijadikan tersangka korupsi, lalu divonis bersalah. Beliau jadi narapidana korupsi dan dipenjarakan. Sungguh mengenaskan !
Nazaruddin Sjamsuddin, siapa yang meragukan jasa luar biasa beliau ketika sukses mengemban amanah selaku Ketua Komisi Pemiliha Umum (KPU) RI yang menyelenggarakan pemilihan umum dan pemilihan presiden tahun 2004, yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara langsung dan sangat demokratis di Indonesia. Ditengah – tengah hampir semua pihak sebelumnya meragukan keberhasilan beliau mensuksekan pemilu /pilpres. Beliau adalah figur unggulan dari Universitas Indonesia (UI), baik keilmuan, moral, integritas dan kredibilitas Nazaruddin Sjamsuddin yang terkenal sampai ke seluruh dunia, namun akhirnya terpelanting, dituduh menerima suap dan merugikan negara (padahal tidak benar) serta divonis bersalah. Sungguh sangat mengenaskan !
Rudi Rubiandini dosen teladan dan terpintar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terperangkap konspirasi mafia migas Indonesia yang bekerjasama dengan oknum – oknum KPK yang kemudian menjadikannya sebagai tersangka kasus suap ratusan ribu US$ yang sampai sekarang belum jelas motifnya. Namun, bagaimana pun juga, beliau kini menjadi pesakitan KPK. Tanpa rakyat banyak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Sungguh amat sangat mengenaskan !
Pelajaran apa dapat kita petik dari musibah menimpa tokoh – tokoh tersebut di atas? Kenapa nasib mereka bisa berubah drastis dari seorang pahlawan dan teladan menjadi orang yang terpinggirkan? Kenapa mereka tidak mampu, tidak kuasa, tidak berhasil menghadapi jebakan dan perangkap para mafia dan oknum – oknum aparat hukum antek kaki tangan para mafia? Satu hal kita, seluruh rakyat Indonesia, harus mencamkan bahwa mereka tersebut di atas, para tokoh unggulan dan teladan itu sesungguhnya tidaklah berubah dari karakter asli mereka yang berintegritas dan bermoral tinggi.
Mereka menjadi korban keadaan. Mereka dikondisikan untuk menjadi penjahat dan koruptor. Mereka adalah para teladan yang jadi tumbal permainan elit kekuasaan ...miris.
Kepada seluruh tokoh terutama di lingkungan akademis, berhati – hatilah jika anda semua mendapatkan amanah ditunjuk menjadi pejabat tinggi negara di birokarasi pemerintahan atau negara. Dunia kekuasaan itu berbeda dengan dunia kampus. Banyak penjahat, mafia, bajingan penguasa yang tampil di depan dengan wajah malaikat berkedok demi rakyat padahal mereka adalah Iblis Durjana. Mereka tidak sungkan – sungkan menghancurkan anda semua jika tidak bersedia memenuhi keinginan mereka atau mereka menganggap anda semua telah merugikan kepentingannya dengan kehadiran anda sebagai pejabat negara. Bahkan, jika anda masih ingat bagaimana misteriusnya kematian wakil menteri ESDM Widjajono Partowidagdo yang sebelum kematiannya sempat mengungkapkan perilaku dan praktek mafia minyak, gas dan tambang di Indonesia. Suatu hal yang ditabukan untuk disampaikan ke publik secara terbuka. Jika jebakan dan kriminalisasi tidak mempan, bisa jadi kematianlah yang menjadi solusi bagi para ilmuan akademisi yang beralih profesi menjadi pejabat tinggi negeri.
Ketika anda masuk ke lingkungan dunia kekuasaaan melalui penunjukan atau pengangkatan anda sebagai pejabat negara, sesungguhnya anda sudah berada dalam ancaman cengkraman mereka.
Anda seperti perawan di sarang penyamun.
Waspadalah ...waspadalah ...seperti nasihat Bang Napi. [radennuh/yudisamara/voa-islam.com]
Inilah 10 Modus Kecurangan Pemilu 2009-2014
Inilah Modus Kecurangan Pemilu 2014 mendatang..!!
Pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) adalah perwujudan demokrasi dimana seluruh rakyat yang sudah berhak sesuai ketentuan akan memilih para calon legislatif untuk mewakilinya di DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Melalui pilpres, rakyat akan memilih kandidat terbaik sebagai presiden Republik Indonesia.
Namun pelaksanaan pesta demokrasi itu kerap dinodai kecurangan – kecurangan hingga rekayasa canggih segala cara oleh pihak tertentu untuk dapat menangkan pemilu atau pilpres dan meraih kekuasaan di Indonesia. Berikut modus – modus yang akan diterapkan pada pemilu atau pilpres 2014 mendatang sama halnya dengan modus 2009.
1. Mark-up atau penggelembungan jumlah pemilih yang tercantum dalam DPT (daftar pemilih tetap). Modus ini sukses dilakukan pada pemilu atau pilpres 2009.
Saat itu oknum Pemerintah & KPU menggelembungkan jumlah pemilih pada DPT sekitar 21-26 juta dari total 173 juta pemilih. Indikasinya sangat jelas yakni :
Pertama : beredarnya informasi penerbitan 18 juta KTP palsu yg sempat mencuat namun tdk dapat dibuktikan. Media massa diduga berperan besar menutupi isu tersebut dengan imbalan uang suap atau kompensasi iklan menggiurkan.
Pembuktian adanya 18 juta KTP palsu memang sangat sulit karena akses terhadap perusahaan pencetak blanko KTP tidak bisa ditembus oleh masyarakat awam karena bersifat rahasia negara dan hanya pejabat tertentu yang dapat mengaksesnya.
Kedua : jumlah 173 juta pemilih 2009 tidak mencerminkan jumlah sebenarnya. Perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah WNI berhak memilih hanya sekitar 159 juta pemilih. Prediksi BPS ini Terbukti ketika pastisipasi rakyat pada pemilu tercatat sangat rendah yakni 71%. Bandingkan dengan pemilu atau pilpres 2004 yang mencapai 90%.
Ketiga : penerbitan dan pencatatan KTP fiktif juga dibuktikan dengan rendahnya partisipasi rate di semua pilkada yang rata – rata hanya 55-70% saja. Dengan asumsi pemilih absen atau golput maksimum 10 – 15%, masih terdapat 25 – 30 % rakyat yang indentitasnya tercatat sebagai pemilih namun secara faktual orangnya tidak ada.
Jika dicermati baik – baik dan dianalisa, maka tingkat partisipasi pemilih di pilkada adalah refleksi dari jumlah pemilih riel atau jumlah yang sebenarnya, setelah diperhitungkan jumlah warga yang abstain atau golput.
2. Disamping modus menerbitkan KTP palsu, pemilih fiktif tambahan direkapitulasi dan dicatat indentitas palsunya melalui data dari KTP asli dengan megubah nomor induk kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP asli.
3. Modus pencurangan pemilu atau pilpres dengan penyebaran 21-26 juta pemilih fiktif yang dilakukan dilakukan proporsioal dan merata ke propinsi – propinsi di seluruh indonesia. Penyisipan data pemilih palsu atau fiktif yang menjadi tambahan suara itu sekitar 250 ribu sampai dengan 1 juta per propinsi.
4. KPU menggunakan sarana Informasi Teknologi Tabulasi Perhitungan Suara (ITTPS) yang sudah direkayasa sebelum pemilu 2009 dilaksanakan. Sarana ITTPS awal yang digunakan adalah ITTPS bekas, milik KPUD DKI Jakarta. Terbukti dari gambar logo di monitor ITTPS KPU yang sempat muncul dahulu, pertama sekali saat perhitungan awal ditampilkan pada monitor ITTPS Center yakni berlogo atau bergambar MONAS. Bukan logo atau gambar burung Garuda Pancasila sebagaimana mestinya.
Sarana ITTPS yang berada di Hotel Borobudur, Jakarta pada saat pertama sekali awal perhitungan suara ditampilkan adalah sarana ITTPS lama ex milik KPUD DKI yang digunakan untuk pemilu tahun 2004, bukan sarana ITTPS baru, yang dibeli dengan harga ratusan miliar rupiah melalui lelang yang diduga sarat KKN dan pernah rencananya akan diusut oleh KPK. Namun, pengusutan dugaan KKN pada lelang pengadaan IT KPU 2009 tersebut urung dilakukan dan Antasari Azhar keburu dijebloskan ke dalam penjara.
Fakta membuktikan ITTPS KPU di Hotel Borobudur tersebut tiba – tiba 'hang' saat jumlah hasil perhitungan suara dari daerah – daerah mulai masuk secara signifikan. Hanya karena masuk jutaan hasil perhitungan suara dari daerah, ITTPS KPU bisa jebol. Anehkan?
Sesuai informasi yang kami himpun, Sarana ITTPS ex milik KPUD DKI Jakarta itu memang kapasitasnya terbatas, diseting hanya untuk keperluan Pemilu DKI (maksimum data untuk 7 juta pemilih) dan sudah direkayasa sedemikian rupa agar ketika data suara masuk melebihi kapasitas, ITTPS tersebut pasti jebol atau 'hang' !
Momentum kerusakan atau gangguan sarana ITTPS KPU Centre di Hotel Borobudur memang sengaja diciptakan atau sesuai rencana agar sarana ITTPS KPU tersebut diganti dengan sarana ITTPS KPU yang baru, dimana ITTPS pengganti itu sudah diseting, direkayasa dan diprogram sistem software-nya untuk menampilkan perhitungan suara yang TIDAK sebenarnya. Yaitu perhitungan suara yang sudah direkayasa sesuai dengan input data palsu yang sudah dilakukan sebelumnya.
Tampilan hasil perhitungan suara pemilu 2004 pada monitor ITTPS KPU Center di Hotel Borobudur, Jakarta itu adalah PALSU. Namun, celakanya hasil perhitungan palsu itulah yang dijadikan dasar atau patokan perhitungan suara sah pada pemilu 2004 lalu.
5. Modus ke – 4 tidak akan sukses jika tidak didukung supporting dokumen secara fisik, yakni dokumen hasil perhitungan suara yang dikirim oleh KPUD – KPUD seluruh Indonesia. Sebab itu, kelompok atau pihak penyabot hasil pemilu 2004 juga menyiapkan dokumen – dokumen palsu yang disesuaikan dengan tampilan monitor pada ITTPS KPU Center Hotel Boorbudur, Jakarta.
Keanehan besar yang terjadi saat tampilan hasil perhitungan suara pada monitor ITTPS KPU Center 2009 lalu, dimana sarana IT canggih bernilai ratusan miliar rupiah tersebut sangat lamban memproses dan menampilkan data dari KPUD – KPUD tidak menjadi perhatian publik. Kenapa ?
6. Pembuatan dokumen – dokumen rekapitulasi suara palsu pengganti dokumen asli yang dikirim oleh KPUD melibatkan ratusan hingga ribuan oknum aparat TNI khususnya TNI – AD yang menguasai teritorial. Informasi ini kami dapatkan langsung dari otak pelaku perekayasa dokumen rekapitulasi hasil perhitungan suara KPUD.
7. Untuk mengamankan rangkaian kecurangan dan rekayasa penambahan suara fiktif, maka sistem IT KPU diseting sedemikian rupa sehingga tidak mampu menampilkan layar multiscreen khususnya saat dilakukan pemeriksaan silang data – data antar TPS. Dengan demikian, tidak dapat diketahui apakah ada pemilih ganda atau suara rekayasa /fiktif hasil dari KTP palsu.
8. KPU 2009 berkolusi dengan oknum penguasa dengan menerbitkan peraturan KPU bahwa basis perhitungan suara KPU Pusat adalah KPUD Kabupaten/Kota saja, bukan berbasis TPS seperti peraturan KPU tahun 2004.
Peraturan KPU seperti ini menyebabkan semua rangkaian penambahan belasan hingga puluhan juta suara fiktif pada pemilu 2009 tidak dapat dideteksi oleh pengawas pemilu (Panwaslu) dan rakyat Indonesia. Very smart !
9. Masih banyak lagi modus pencurangan hasil pemilu / pilpres 2009 lalu dan modus pencurangan pemilu / pilpres 2014 mendatang. Apa saja kah itu ? Nanti saya uraiankan satu per satu secara detail dan lengkap setelah modus – modus yang sudah disampaikan tadi di atas dapat dipahami, diresapi dan dimengerti.
10. E-KTP dan penggelembungan suara pemilu 2014
KTP Elektronik di luar dugaan tidak ada partai politik, pengamat, politisi atau tokoh dan elit bangsa ini keberatan dengan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tahun 2014 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 209 juta pemilih.
Jumlah pemilih tetap sebesar 209 juta orang itu jauh melebihi prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) yakni sekitar 177 juta pemilih pada tahun 2014 mendatang. Prediksi BPS selaku instansi terdepan dan terpercaya dalam menghitung dan menyusun angka – angka ternyata diabaikan begitu saja oleh KPU dalam penetapan DPT 2014.
Padahal, jangankan jumlah pemilih pada tahun 2014, jumlah pemilih untuk tahun 2024 pun BPS mampu memberikan prediksi yang dapat dijamin akurasi dan pertanggungjawabannya.
Menjadi pertanyaan kita berikutnya adalah apakah dasar penetapan DPT tahun 2014 sebesar 209 juta atau 32 juta lebih banyak daripada perhitungan BPS? Sampai saat ini tidak diketahui secara pasti. Bagaimana dengan perhitungan jumlah calon pemilih tetap oleh Kementerian Dalam Negeri ?
Malah lebih tidak jelas. Bahkan proyek prestisius Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) yang diharapkan selesai pengerjaan dan distribusinya pada akhir 2012 lalu, hingga kini tidak jelas juntrungannya. Padahal penuntasan proyek pengadaan E-KTP tersebut semula diharapkan menjadi andalan dalam perhitungan dan penetapan calon pemilih tetap pemilu atau pilpres 2014.
Bagaimana dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi yang berjanji akan mengundurkan diri jika proyek E-KTP tidak tuntas hingga 31 Desember 2012 ? Kenapa sampai saat ini masih terdapat puluhan juta rakyat Indonesia berhak E-KTP belum menerimanya? Siapa yang bermain, mengambil keuntungan materi dan atau politik dari proyek prestisius berbiaya hampir Rp. 7 triliun itu? Plus belasan pertanyaan lain yang dapat kita ajukan terkait proyek E-KTP ini.
Semuanya membutuhkan jawaban dan perhatian sangat serius dari kita semua selaku warga negara yang peduli terhadap nasib bangsa dan negara ini.
E-KTP yang katanya proyek strategis pemerintah untuk mewujudkan sistem indentitas tunggal (single indentity number atau SIN) yang sangat berguna dan dibutuhkan pemerintah/negara dalam rangka tercapainya tata administrasi kependudukan yang baik, tertib dan ideal dimanfaatkan untuk pengelembungan suara di pilpres 2014 nantinya.
Indentitas ganda itu sama saja dengan penetapan pemilih ganda dalam semua Daftar Pemilih Tetap (DPT). Contoh paling aktual adalah dugaan penggadaan sedikitnya 18 juta KTP palsu sebelum pemilu atau pilpres 2009 lalu. Keberadaan 18 juta KTP palsu itu sangat erat kaitanya dengan tuduhan kecurangan hasil perhitungan pada pemilu atau pilpres 2009.
Bayangkan saja jika pada pemilu dan atau pilpres 2014 nanti 32 juta pemilih yang diduga fiktif atau siluman itu dilimpahkan semuanya ke salah satu partai dan/atau capres tertentu. Pemilu dan pilpres pun menjadi sia – sia belaka. Suara rakyat dikalahkan oleh suara siluman yang datang entah dari mana untuk tujuan pemenangan partai atau capres tertentu.
Bayangkan saja jika pada saat ini sudah dibuka ratusan ribu hingga jutaan rekening palsu yang digunakan untuk menerima dana ilegal untuk kepentingan pemilu dan untuk menyumbang dana pemenangan partai atau capres tertentu.
Pada pemilu dan pilpres 2014 mendatang praktek kecurangan dalam perhitungan suara hasil suara hampir dipastikan akan terjadi. Penyebabnya adalah kisruh proyek pengadaan E-KTP yang pasti bermasalah. Sedikitnya terdapat 3 masalah utama dalam proyek pengadaan ini, yaitu :
  1. Suap dan korupsi di sekitar proyek senilai hampir Rp. 7 triliun itu,
  2. Penggandaan puluhan juta bahkan mungkin mencapai 100 juta E-KTP palsu dan,
  3. Upaya penggagalan terwujudnya SIN oleh pihak – pihak tertentu dengan berbagai motif dan modus operandi.
Satu keanehan atau anomali politik adalah sikap membiarkan atau membisu dari elit politik Indonesia (Presiden, DPR, BPK, KPK, ketua – ketua partai politik, tokoh, elit bangsa dan lain – lain) ketika mengetahui dugaan korupsi dan penggandaan puluhan juta E-KTP pada proyek ini. Sudah tidak adakah kepedulian itu ?
Ada apakah dengan elit politik kita ? Kenapakah mereka diam seribu bahasa ? Apakah dapat diasumsikan kebisuan atau keapatisan mereka semua terhadap dugaan penggandaan E-KTP ini sebagai modus untuk mencari alasan menolak hasil pemilu dan pilpres 2014 jika ternyata hasilnya tidak sesuai harapan? Apakah alasan penolakan hasil pemilu atau pilpres tersebut nantinya tidak sangat membahayakan stabilitas sosial politik dan keamanan negara?
Bukankah kesuksesan pemilu atau pilpres 2014 adalah agenda politik utama yang menjadi tanggung jawab kita semua selaku anak bangsa ?
Kegagalan penyelenggaraan pemilu dan atau pilpres serta hasil – hasilnya sangat potensial menjadi pemicu (trigger) instabilitas nasional : sosial politik, ekonomi dan keamanan, yang menjadi ancaman besar terjadinya kerusuhan, huru-hara, pergolakan sipil, perang sipil hingga disintegrasi bangsa. Apakah para elit dan rakyat negeri ini tidak menyadari semua itu? [Jurnalis Independent/rio/umar/voa-islam.com]
Pahlawan Kesiangan Kambing Hitamkan Gas LPG
Gas LPG rupanya dijadikan 'kambing hitam oleh Presiden SBY serta para kroninya, mereka berlomba-lomba memberikan pernyataan di depan publik bak pahlawan kesiangan. Rasanya itulah makna yang tepat menyikapi tindak tanduk penguasa yang telah tercoreng mukanya.
Geger soal naiknya harga elpiji memakan korban yakni Dahlan Iskan. Rapat pembahasan kenaikan harga elpiji 12 Kg di Kantor Wakil Presiden Boediono muncul dua pandangan berbeda dari pemerintah antara menyetujui atau penundaan kenaikan oleh Pertamina. Meneg BUMN dinilai tidak bertanggung jawab atas kenaikan harga elpiji 12 Kg yang diumumkan Pertamina pada tanggal 01 Januari 2014.
"Meneg BUMN, Dahlan Iskan tidak melaporkan hasil RUPS Pertamina yang diantaranya, menyetujui kenaikan harga elpiji 12 Kg kepada Menko Hatta apalagi kepada Wapres Boediono. Aneh kan? Padahal, Dahlan seharusnya yang paling bertanggung jawab," kata sumber.
Tak hanya Dahlan Iskan, Karen Agustiawan, Dirut Pertamina juga rupanya dijadikan aktor 'bad guy' agar isu naiknya gas LPG sebesar 100 persen mendapat perhatian luas rakyat.
Namun reaksi cepat pemerintah terbilang janggal, karena belum lepas satu pekan sejak dikabarkan naik, semua pihak buru-buru cari muka ke rakyat dengan estafet komentar membela rakyat.
Sebagaimana banyak diberitakan, dalam dua hari terakhir para pengguna elpiji 12 kilogram beramai-ramai bermigrasi ke elpiji kemasan 3 kilogram. Karena banyak diburu, si gas melon 3 kilogram kini harganya liar tak terkendali dan ketersediaannya di pasaran semakin menipis karena awal 2014 PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram serentak di seluruh Indonesia. Harga elpiji sampai di pangkalan yang sebelumnya Rp5.850 per kg naik Rp3.959 menjadi Rp9.809 per kg. Dengan demikian, per tabung 12 kg, harganya naik dari Rp70.200 menjadi Rp117.708 per tabung.
Setelah ditambah biaya distribusi dan pengisian elpiji, maka harga elpiji di tingkat konsumen menjadi Rp130.000-140.000 per tabung. Besaran kenaikan di tingkat konsumen itu akan bervariasi berdasarkan jarak stasiun elpiji ke titik serah lalu ke konsumen.
Siapa saja yang cuci tangan lalu bak 'pahlawan kesiangan' demi meraup untung pencitraan demi Pemilu April 2014 mendatang ?
1) Presiden SBY, cuci dosa selama 10 tahun saatnya meraih simpati rakyat
Reaksi cepat ditunjukkan Presiden SBY hari ini, Minggu (5/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan memutuskan nasib elpiji 12 kilogram apakah akan diturunkan atau tetap pada harga yang sudah ditetapkan 1 Januari 2014. Namun menurut Ketua Umum Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum pengumuman esok hari tidak lebih dari sebuah babak dalam drama jelang pemilihan umum (pemilu) 2014.
Dalam kicauan akun twitter pribadinya, Anas menganggap jika minggu besok tidak ada halangan maka Presiden SBY akan mengumumkan pembatalan kenaikkan harga elpiji. Dengan begitu maka, sempurnalah "drama dua babak".
"Besok, kalau tdk ada halangan, Pak SBY akan umumkan pembatalan kenaikan harga elpiji jelang pemilu. Jika kenaikan harga elpiji dibatalkan, menyusul batalnya Perpres 105 dan 106 Th 2013, sempurnalah "drama dua babak". "elang pemilu ," demikian twit dari akun pribadi Anas Urbaningrum (@anasurbaningrum) Sabtu (4/1).
Hal tersebut disampaikan karena Anas percaya, dalam era politik modern yang liberal, kemasan kesan kadangkala bisa mengalahkan kenyataan. Oleh karena itu dia menyebut ada beberapa keputusan yang dapat dikemas semanis mungkin untuk dapat mendongkrak elektabilitas. "Fasilitas kesehatan pejabat, harga elpiji, tumpas teroris, jaminan kesehatan, dsb bisa dikemas semanis-manisnya. #jelangpemilu," ucapnya.
Namun, Anas juga meyakini kalau kemasan kesan tersebut tidak selamanya manjur. Kemasan kesan tersebut tidak akan mempengaruhi pemilih yang cermat, cerdas dan pernah dikecewakan.
"Pemilih "tercerahkan" tidak mudah terkesan oleh kemasan kesan. Mereka hanya bisa ditarik oleh kecakapan dan kerja nyata. #jelangpemilu," lanjutnya.
Oleh karena itu, dia berpesan Ojo Dumeh. Ini menurutnya karena politik tidak akan terlepas dari alam, dan alam mengandung misteri. "Politik tak mungkin terlepas dari alam. Dan alam mengandung misteri. Karena itu, ingatlah : Ojo Dumeh! #jelangpemilu," ucapnya.
2) Budiono, Wakil Presiden, cuci tangan karena Terlibat Skandal Bank Century
Wakil Presiden Boediono menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengambil keputusan soal harga elpiji non-subsidi tabung 12 kilogram pada Minggu (5/1), apakah akan diturunkan atau tetap sebesar yang dinaikkan pada 1 Januari 2014.
"Besok akan ada rapat untuk membahas elpiji dengan Presiden dan besok akan diputuskan," kata Boediono kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Sabtu (4/1).
Hal tersebut disampaikan Boediono usai dirinya dengan sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara mendadak rapat pembahasan kenaikan gas elpiji 12 kilogram yang meresahkan masyarakat.
Hadir dalam rapat yang berlangsung sekitar 3,5 jam itu antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Keuangan Chatib Basri, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, serta Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan.
Menurut Wapres, dalam rapat tadi sudah dibahas secara rinci untuk kebijakan baru harga gas elpiji dengan melihat dari berbagai sudut, serta sudah melakukan pengecekan di lapangan.
Boediono juga mengatakan rapat juga membahas laporan yang disampaikan para menteri juga masukan dari masyarakat yang selama ini berkembang.
"Kita tadi juga bahas mengenai stok dan sistem distribusi gas agar sampai ke masyarakat dengan lancar," kata Wapres.
Setelah berbagai masukan diperoleh, kata Wapres, maka hasil rapat akan diserahkan kepada Presiden yang sejak Jumat sampai Minggu (3-5 Januari) kunjungan kerja ke Jawa Timur.
"Jadi hasil rapat hari ini belum bisa kita sampaikan ke publik dan besok akan dilaporkan kepada Presiden," kata Wapres Boediono.
3) Hatta Rajasa, besan SBY, mertua Ibas Yudhoyono, calon Presiden 2014
Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, besok, Minggu 6 Januari 2013, giliran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggelar pertemuan rapat terbatas di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, mengenai apa yang telah di rapatkan hari ini.
"Tentu saya tidak akan sampaikan isi rapat tadi. Yang jelas pembahasan kita sangat baik, komprehensif, semua didengarkan. Besok hasil rapat akan dibahas bersama-sama Presiden SBY," kata Hatta Rajasa kepada wartawan, di kantor Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Sabtu 4 Januari 2014.
Hanya saja, Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengatakan pembahahasan kenaikan gas tersebut pada dasarnya untuk membela masyarakat. "Kami di pihak masyarakat. Kami tidak akan menyimpulkan sendiri," ucap Hatta.
Sementara saat ditanya soal data Badan Pusat Statistik yang melaporkan telah terjadi kenaikan angka kemiskinan sampai 0,48 juta orang, Hatta Rajasa mengatakan, hal tersebut akan segera dikendalikan.
"Domain untuk masyarakat miskin kita umumnya pangan. Oleh sebab itu, kita kendalikan habis-habisan harga pangan," ucap Boediono, di tempat yang sama.
"Pasokan harus cukup di 2014. Kita harus menjaga agar masyarakat kita terlindungi dengan baik, dan dana-dana proteksi sosial harus berjalan," lanjutnya.
4) Dahlan Iskan, Meneg BUMN, Tokoh Rotary Club & Calon Presiden 2014
Meneg BUMN Dahlan Iskan Menilai kenaikan harga elpiji sudah gila-gilaan. Inflasi bakal membumbung. Kecurigaan banyak kalangan bahwa kenaikan harga elpiji kemasan 12 kilogram akan menimbulkan kekacauan kini mulai terbukti.
Sehubungan dengan hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah sesi kuliah umum yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Keahlian Komunikasi Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB) di Lapangan Sempur, Bogor, Sabtu (4/1).
"Berdasarkan temuan BPK, memang (elpiji) sudah seharusnya naik, tapi tidak sebesar ini. Ini gila-gilaan naiknya," katanya dengan nada tinggi kepada para mahasiswa dan masyarakat yang antusias mendengarkan.
Dahlan berpesan agar pemerintah segera menambah pasokan elpiji 3 kilogram agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat. Dia juga meminta pemerintah untuk menindak tegas agen-agen yang tidak menjalankan ketentuan harga kenaikan dari pemerintah.
"Agen-agen yang menaikkan harga seenaknya harus diputus!" ucapnya dengan wajah serius. Acara bertema "Sehat (Senam, Hiburan, dan Pesta Rakyat) bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan" mulai digelar sejak pukul 06.00 WIB dan diakhiri pada pukul 10.00 WIB.
5) Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, diduga terlibat kasus Hambalang
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menegaskan, partainya menolak terhadap rencana kenaikan harga elpiji 12 kilogram oleh Pertamina.
"Partai Demokrat tidak setuju dan menolak kenaikan harga elpiji 12 kilogram oleh Pertamina. Karena, dengan kenaikan harga elpiji ini apalagi kenaikan harga lebih dari 60 persen, akan menimbulkan inflasi ataupun kenaikan harga yang akhirnya akan membebani rakyat kita," tegas Ibas di Jakarta, Sabtu (4/1/2014).
Ia melanjutkan, kekhawatiran lain apabila harga elpiji 12 kilogram naik maka akan memberikan dampak lonjakan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.
"Kita ketahui bahwa dengan kenaikan BBM tahun lalu, inflasi atau harga-harga kebutuhan pokok ikut naik, meskipun saat itu pemerintah bisa menstabilkan lonjakan harga dengan segera. Kondisi seperti ini jangan sampai terulang lagi, dan jangan ada kebijakan apapun yang justru bisa memicu kenaikan harga kebutuhan pokok," katanya.
Untuk itu, politisi muda ini menambahkan, Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan agar kenaikan harga elpiji 12 kilogram oleh Pertamina ditinjau kembali.
"Harus diadakan perubahan seperlunya, dan kuncinya adalah ekonomi stabil. Stabilitas harga harus terus terjaga dan tidak membebani rakyat," jelas putra Presiden SBY.
Menurutnya, ini merupakan kebijakan korporat (Pertamina). "Dan kami yakin, rencana kenaikan harga elpiji ini tidak dilaporkan kepada Presiden," tandasnya.
Tak Jelas Membela Rakyat, LPG Jadi Kambing Hitam Pulihkan Nama Keluarga SBY
Mantan Menko Ekuin Dr Rizal Ramli sangat menyesalkan bahwa Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg, dan itu sangat melukai rasa keadilan. ''Pertamina naikkan LPG seenaknya, ngaku rugi. Anehnya, Pertamina mau bangun Gedung kelima tertinggi di dunia, Pertamina Energy Tower, 99 tingkat, proyek mercusuar,'' kata Rizal Ramli, Ketua Kadin.
Para mahasiswa dan masyarakat pun kecewa. Memang, Pertamina naikkan LPG seenaknya, ngaku rugi. Anehnya, Pertamina mau bangun Gedung kelima tertinggi di dunia, Pertamina Energy Tower, 99 tingkat, demi memuaskan legacy dan nafsu SBY? Inilah feodalisme kuno dan hanya pencitraan belaka.
Ini Modus pahlawan kesiangan, mereka bikin api, membakar rakyatnya sendiri, lalu mereka padamkan sendiri, begitukah cara kalian menjadi 'pahlawan'??
Disadari atau tidak, kita semua sebenarnya sedang berhadapan dengan pemerintahan 'liberal' yang sudah sangat busuk, sangat korup dan sangat terkutuk..!" — diskusi pagi tentang kenaikan (gila) harga-harga yang 'tak bisa dipertanggung-jawabkan' lagi oleh pemerintah SBY
Ini Modus pahlawan kesiangan, mereka bikin api, membakar rakyatnya sendiri, lalu mereka padamkan sendiri, begitukah cara kalian menjadi 'pahlawan'?? naudzubillah [brbs/rahmatullah/voa-islam.com]
Opera Sabun Permainkan Rakyat Dengan Gas LPG
Inilah Opera Sabun Gas LPG Yang Permainkan Rakyat.
Meski bak "opera sabun" kenaikan harga elpiji 12 kilogram yang "diinterupsi" Presiden Yudhoyono, layak disyukuri sebagai bentuk dagelan politik.
Dengan cara itu, harga elpiji 12 kilogram tidak melambung. Pertamina dipaksa menurunkan besar kenaikan menjadi Rp 1.000 per kilogram. Orang berpikiran, yang membeli elpiji (nonsubsidi) itu kalangan menengah ke atas. Mereka yang punya daya beli. Tapi satu hal yang tak terbantahkan: Mereka warga negara yang membayar pajak--dan karenanya seperti warga negara yang suka beli elpiji subsidi (3 kilogram)—berhak atas barang ekonomi berupa gas elpiji.
Pertamina adalah BUMN, dimiliki negara. Dikelola sebagai korporasi. Dia punya target untung setiap tahun. Maka yang dikejar tunggal: Bagaimana sedapat mungkin meraup laba yang sebesar-besarnya. Rugi yang bikin tekor perusahaan plat merah itu tak bisa ditoleransi.
Tahun lalu, Pertamina meraih laba hingga Rp 26 triliun. Pencapaian paling berkilau sejak 1957. Cukup untuk mengantar Direktur Utamanya, Galilia Karen Agustiawan, masuk peringkat enam dalam "50 Most Powerfull in Business" yang dirilis Majalah "Fortune Global".
Dengan bangga hati, pada 9 Desember 2013 lalu, Pertamina membangun "monumen". Namanya Pertamina Energy Tower. Gedung pencakar langit ini dirancang 99 lantai, dengan tinggi lebih dari setengah kilometer. Berdiri di atas lahan 5,7 hektare di kawasan Kuningan. Nanti kita tak perlu lagi ke Menara Kembar Petronas untuk mengukur ketinggian kita dari bumi manusia ini.
Yup...Pertamina dan Karen, kini adalah dua nama yang tengah merasakan masa emas.
Maka saat BPK menegurnya karena merugi Rp 7 –an triliun, jurus menaikkan harga elpiji non-subsidi ditempuh. Menurut Karen, harga jual epiji (hingga akhir tahun 2013) sekitar Rp 5.750 per kg, sedangkan harga keekonomiannya berkisar Rp 11 ribu per kg. Pertamina tombok. Total Rp 20 triliun selama lima tahun terakhir.
Ya sudah, naikkan harga elpiji 12 kilogram saja!
Mengapa Pertamina menanggung semua itu?
"Bahan baku elpiji itu 56-60% itu diimpor dari luar negeri, sedangkan produksi dari kilang Pertamina hanya sekitar 16%, sisanya dari perusahaan KKKS," kata VP Gas dan Gas Domestik Pertamina Gigih Wahyu Irianto.
Olala...ke mana produk gas alam kita?
Tanyalah kepada Nyonya Megawati Soekarnoputri, presiden ke-5 yang menjabat antara 2001 hingga 2004 itu.
Masih ingat diplomasi dansa Megawati bareng Ziang Jemin?
Itu dia cara ampuh untuk bikin Cina mendanai sejumlah proyek di negeri kita.
Ada Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Madura dan Pula Jawa, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin di Tapanuli Tengah, dan penandatanganan penyediaan gas alam untuk Provinsi Fujian dari Terminal Gas Tangguh di Papua. Total investasi Cina di sini tahun 2003-2004 mencapai 289 juta dolar AS.
Gas kita di Donggi Senoro juga dijual ke Tiongkok dengan harga murah 3,5 dolar AS per mmbtu.
Yang dilakukan Presiden Yudhoyono?
Ah...saya tak mampu merincinya. Baca saja...
Suara Pembaharuan tahun 2011 mengabarkan bagaimana kebijakan Pemerintah terkait ihwal Gas Negara
LONDON-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Inggris David Cameron telah menandatangani serangkaian kesepakatan, investasi di bidang energi, perdagangan, pertahanan, dan pendidikan, Kamis (1/11). Indonesia dan Inggris juga mengumumkan kesepakatan US$ 12,1 miliar untuk proyek pengembangan gas alam cair di Indonesia dengan perusahaan minyak Inggris, BP (British Petroleum). Demikian dilaporkan wartawan SP Primus Dorimulu dari London, Inggris.
Sekitar 40% produksi gas di Blok Tangguh Train III akan dialokasikan untuk pasar domestik. Selebihnya, produksi lahan baru dengan nilai investasi US$ 12 miliar itu akan diekspor ke pasar Asia Pasifik. Demikian dikemukakan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Prijono usai pertemuan dengan Presiden BP Berau Ltd yang juga manajer British Petroleum Wilayah Asia Pasifik di London, Kamis (1/11) pagi.
Pada Kamis (1/11) sore, pertemuan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dan Menteri Energi dan Perubahan Iklim Inggris Edward Davey. Pemerintah Inggris dan Indonesia telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi, termasuk kegiatan hulu hingga hilir.
Jika semua negosiasi detil sudah rampung, kata Prijono, Memorandum of Agreement segera ditandatangani di Jakarta dan BP Indonesia bisa segera melakukan kegiatan operasional pada 2014. Selanjutnya, pada 2015, produksi gas dari Tangguh Train III sudah bisa dipasarkan. Pihak BP Bera Ltd sudah menyetujui untuk mengalokasikan 40% produksi ke pasar domestik dan 60% ke pasar global.
"Saya kira, ekspor gas dari Tangguh akan lebih banyak ke wilayah Asia Pasifik guna menunjang posisi geopolitik Indonesia," kata Prijono kepada Investor Daily.
Dia menambahkan, pasar gas masih terbuka lebar dan permintaan gas sangat tinggi antara lain dari Korea dan Jepang. Produksi Blok Tangguh Train III sekitar 3,8 juta metrik ton, hampir sama dengan dua blok sebelumnya. Biaya investasi Tangguh I dan II sekitar US$ 2-3 miliar. "Dana investasi US$ 12 miliar yang disiapkan BP adalah untuk kegiatan investasi selanjutnya, bukan hanya untuk Train III," kata Prijono.
Sebelumnya, BP berkomitmen untuk menambah investasinya di Indonesia sebesar US$ 12 miliar (sekitar Rp 114 triliun) untuk pengembangan lapangan gas Tangguh di Papua. Selama 35 tahun beroperasi di Indonesia, perusahaan minyak dan gas (migas) asal Inggris itu telah berinvestasi lebih dari US$ 5 miliar dan mempekerjakan lebih dari 1.200 orang di semua lini bisnisnya.
Sebagai pemegang 37% saham di Kilang Tangguh, BP bertindak sebagai operator, sedangkan pemegang saham lainnya adalah MI Berau BV 16,3%, CNOOC Ltd 13,9%, Nippon Oil Exploration (Berau) Ltd 12,23%, KG Berau/KG Wiriagar 10%, LNG Japan Corporation 7,35%, dan Talisman 3,06%.
Menurut Prijono, alokasi gas untuk pasar domestik sebesar 40% dari total produksi cukup menjawab kritik publik selama ini. Pada Blok Tangguh train I dan II, semua produksi dieskpor. Alasannya, pada 2005 saat Tangguh Train I dan II dieksploitasi, harga gas di dalam negeri sangat murah, mengikuti harga minyak mentah yang sedang rendah. "Pilihan 100% ekspor waktu itu, cukup tepat," jelas dia.
Ekspor LNG Tangguh Train I dan II pertama kali dilakukan pada 2009, sekitar 1,15 juta ton per tahun ke Power and Posco, Korea Selatan. Tangguh juga memasok 2,6 juta ton LNG per tahun ke Fujian, RRT, sedangkan sisanya diekspor sejumlah negara, antara lain ke Meksiko. Blok Tangguh Train I dan II terletak di Teluk Bintuni, Papua Barat. Masing-masing train memiliki kapasitas produksi 3,8 juta ton per tahun atau total keduanya sebesar 7,6 juta ton per tahun. Pasokan gas untuk kedua train itu berasal dari Blok Berau, Wiriagar, dan Muturi dengan cadangan terbukti 14,4 triliun kaki kubik.
Produksi Kilang Tangguh Train I-II tersebut seluruhnya dialokasikan untuk ekspor dengan rincian ke Sempra (AS) sebanyak 3,6 juta ton per tahun, ke Fujian (Tiongkok) 2,6 juta ton per tahun, dan ke Korea Selatan sekitar 1 juta ton per tahun. Oleh karena itu, pemerintah meminta agar gas yang dihasilkan dari train III 40% di antaranya dialokasikan untuk kebutuhan domestik.
Pembangunan kilang LNG Tangguh Train III merupakan salah satu dari empat kilang yang direncanakan pemerintah akan dibangun hingga 2022. Saat ini, Train III memasuki tahap plan of development (POD) tahap 2. Prijono berharap pengerjaan proyek Train III dananya tidak masuk ke Train I dan II. "Yang kami (pemerintah) jaga adalah pengelolaan manajemen modal, sehingga tidak sampai masuk dananya kembali ke Train I dan II," ujar dia.
Sebelumnya, Jero Wacik mengatakan, produksi gas Blok Tangguh di Papua diperkirakan masih sangat cukup hingga 100 tahun ke depan. Dengan cadangan sebesar itu, BP Indonesia sudah siap dengan kilang liquefied natural gas (LNG) Tangguh hingga Train 8. "BP Indonesia telah menyiapkan train tidak hanya train 3, tapi sampai train 4, 5 hingga Train 8, karena cadangan gas yang ada di Tangguh masih cukup hingga 100 tahun lagi," kata Wacik di Nusa Dua Bali, Selasa (9/10).
Menurut Wacik, pemerintah akan memberi peluang bagi siapa pun untuk mengeksplorasi gas di daratan Papua, sehingga hasil pendapatan dari gas tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan di wilayah Indonesia Timur. BP sedang menyelesaikan proses pembangunan Train 3 yang direncanakan tuntas pada 2018. "BP sedang menyelesaikan Train 3 di Tangguh dimana nantinya 40% produksi gas di Train 3 akan digunakan untuk dalam negeri. Sedangkan Train 1 dan 2 yang tadinya 100% untuk ekspor, saat ini sudah ada yang dialoksikan untuk dalam negeri sebesar 230 mmscfd," kata Jero.
Pemerintah menginginkan formula harga gas alam cair (liqufied natural gas/LNG) dari Kilang Tangguh, Papua ke PT PLN (Persero) berpatokan pada harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Hingga kini, pemerintah masih mengkaji formula harga yang telah disepakati oleh PLN dan BP Indonesia. "Kami belum tuntas membahasnya," kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo, belum lama ini.
Kesepakatan dua perusahaan energi itu mematok harga LNG dengan formula 11% dikalikan JCC (Japan Cocktail Crude), ditambah biaya transportasi sebesar US$ 1 per juta british thermal unit (mmbtu) pada 2013 atau setara dengan US$ 10/mmbtu. Selanjutnya, harga gas akan naik 12 – 14,5% terhadap JCC secara bertahap selama periode 2014 – 2032.
Pemerintah menilai, harga hasil perhitungan formula tersebut terlalu mahal pada tahun-tahun selanjutnya. Harga jual LNG berdasar formulai itu juga jauh lebih tinggi dari harga LNG Kilang Badak, Bontang ke Nusantara Regas. Harga ke FSRU Jawa Barat milik Nusantara Regas dipatok 11% REP (1+BOG) ditambah marjin usaha (alfa). REP adalah representatif export petroleum atau harga minyak mentah ekspor saat pembelian LNG, BOG adalah build of gas atau susut gas, sedang alfa adalah biaya pengangkutan dan regasifikasi.
Evita ingin menyesuaikan harga jual LNG Tangguh dengan daya beli offtaker (pembeli) domestik. Namun, harga yang disetujui tetap mempertimbangkan nilai keekonomian agar tidak merugikan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). "Jadi sekarang sedang kami hitung berapa yang terbaik, soalnya nanti yang memakai negara juga," jelas dia.
Pemerintah menargetkan keputusan terkait harga LNG Kilang Tangguh bisa disepakati pada November ini. Meski demikian, pasokan ke PLN tetap bisa dilakukan walaupun belum ada persetujuan pemerintah. "Asal keduanya sepakat pasokan bisa jalan tanpa adanya harga ini. Yang penting alokasinya dulu jelas," tambah dia.
Hingga tahun depan, pasokan LNG dari Kilang Tangguh, Papua ke Kilang Arun, Aceh diperkirakan belum bisa optimal. Pasokan dari kilang yang dikelola oleh BP Indonesia untuk PT PLN (Persero) tersebut hanya mengandalkan pasokan yang seharusnya milik Sempra Energy (Sempra Diversion).
"Tahun depan pasokan hanya dari Sempra Diversion. Kalau yang 230 juta kaki kubik per hari (million standard cubic per day/mmscfd) itu 40% jatah PLN dari Kilang Tangguh Train 3," kata Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pada Mei 2012, PLN dan BP Indonesia memang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pasokan LNG untuk pembangkit sebesar 230 mmscfd. Namun, dalam kesepakatan tersebut tidak dijelaskan pasokan tersebut akan berasal dari train berapa.
Di sisi lain, pemerintah telah berhasil mengalihkan jatah Sempra Energy ke pembeli lain. Sesuai dengan kontrak pasokan yang disepakati, sebagian jatah LNG milik Sempra Energy sebanyak 60 kargo memang bisa dialihkan sebagian. Tetapi jumlah pasokan yang boleh dialihkan hanya 50% atau sekitar 30 kargo saja. Namun, Sempra akhirnya sepakat memberikan 90% jatah gas alam cair miliknya karena rendahnya harga gas di Amerika Serikat. Dengan demikian, jumlah LNG yang dialihkan bisa sebanyak 54 kargo.
Di atas segalanya, sebuah tanya tersisa: Setelah Pemerintah (SBY-JK) sukses mengonversi minyak tanah ke gas (elpiji), mengapa gas yang muncrat dari bumi Nusantara lebih banyak diimpor?
Yang celaka 13, sebagian besar dengan kontrak berjangka waktu lama dan harga murah. [RioC/Ustman/voa-islam.com]
15 Dosa Anas Urbaningrum Menjadi Korban Ulil Amri'
anas-ibasEng ing eeng.. mari kita bahas tentang dosa-dosa dan kesalahan Anas Urbaningrum (AU) yang menyebabkam bekas anak emas Partai Demokrat ini dikorbankan 'Sang Ulil Amrinya' kubu demokrasi liberal Ulil Abshar Dhalalah dan haluan ulil amri aliran murjiah Salafi-Saudi?
Berikut daftar 'dosa kepalang besar' Anas, sebagian bagi Big Daddy dan sebagian bagi rakyat Indonesia demi keadilan hukum dan korupsi yang kepalang besar dilakukan kerabat Cikeas. Silakan disimak...
  1. Dosa / kesalahan @anasurbaningrum yang pertama adalah dia nekat maju sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 meski dilarang.
  2. SBY dan Ani SBY sudah jelas ingin Andi Malarangeng jadi Ketua Umum Partai Demokrat, eh Anas ngotot maju dan menang. Mulailah Anas Urbaningrum (AU) di incar untuk dihancurkan. Dosa dan kesalahan Anas kedua adalah tetap ngotot bertemu dan silaturahim dengan senior-senior dan teman-temannya meski mereka lain partai. SBY marah atas sikap AU ini.
  3. AU menolak undangan Dubes AS untuk bertemu, meski sudah di undang empat kali AU tetap tidak mau bertemu dubes AS.
  4. AU tetap menjalin silaturahim dengan senior-senior di TNI dan Polri meski sudah di wanti-wanti agar tidak lagi berhubungan.
  5. AU mau untuk menyetujui Nazarudin yang direkomendasikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo untuk jadi Bendahara Umum Partai Demokrat.
  6. AU tidak percaya dengan nasihat dan informasi teman-temannya bahwa setelah Rosa dan Wafid Muharam ditangkap, Klan Andi, Choel dan Rizal Malarangeng akan melakukan fitnah pada AU.
  7. AU meski tidak di inginkan jadi Ketua Umum Partai Demokrat oleh SBY, Anas malah giat melakukan konsolidasi blusukan ke seluruh Indonesia bertemu kader-kader Partai Demokrat.
  8. AU selalu bawa Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) kemana-mana, akibatnya Ibas ngadu ke bapaknya Presiden SBY bahwa kader-kader Partai Demokrat di daerah sangat kuat mendukung AU.
  9. Tidak melawan dan tidak menyerang balik ketika dirinya di fitnah Keluarga Cikeas, media bayaran, Nazar cs, tim Elang Hitam dst.
  10. fakta-kasus-LHIAU terlalu santun jadi politisi. Ia dinilai tidak mau membongkar kebejatan dan korupsi-korupsi yang dilakukan kader partai Partai Demokrat, Cikeas, SBY, Istana & kroni-kroninya.Kini ia bernasib bak Lutfi Hasan Ishaq (LHI), Anas sebaiknya belajar sama Hilmi Aminuddin yang mengancam buka semua korupsi istana ketika diperiksa KPK. Dua jam Hilmi bertahan tdk mau tanda tangan BAP di KPK jika KPK tidak cantumkan keterlibatan SBY dan kroninya dalam korupsi pangan.
    Dua jam Hilmi bertahan tidak mau tanda tangan BAP di KPK jika KPK tidak cantumkan keterlibatan SBY dan kroninya dalam korupsi pangan.
  11. AU tidak melakukan tindakan hukum 'pra preadilankan' atas penetapan tersangka dirinya oleh KPK yang melanggar KUHAP karena ada kata "dan lain-lain"
  12. AU tidak bersegera membongkar korupsi Bunda Putri Sylvia Soleha, Widodo WS, Agus Gunawan, Ibas, Ani SBY dst.
  13. AU tidak bongkar aliran dana skandal Century, para mafia pajak, Petral, migas dan lainnya yang masuk ke Partai Demokrat & timses SBY.
  14. AU tidak buka kecurangan pemilu 2009 yang merekayasa IT KPU dan perhitungan suara hingga suara Partai Demokrat bisa naik 300%. Selengkapnya >> baca
  15. sogok-pemiluAU tidak buka korupsi Choel Malarangeng, Ani Yudhoyono, Ani Pane, Ani Ratnawati, Wiwiek, Gatot, Edhie Hartanto, Hartati Murdaya Poo, dst
Baca disini
Kini Akibatnya Anas menjadi korban sandiwara penguasa. Bagaimana pendapat Anda???
Sandiwara Apa? Baca disini
Dosa Koruptor faktanya lebih besar beratus kali lipat pada keadilan, kesetaraan hukum dan kejahatan kepada kemanusiaan daripada kasus skandal #teroristainment yang banyak menjadi kendaraan 'Ulil Amri Thaghut' untuk mengalihkan isu, ayo tembak mati #teroriskoruptor wahai Densus88 agar rakyat bisa mendukungmu!

ibas-anas-sby
anas-no
densus-88-
densus88-20-persen
Kenapa kok Ulil Amri disebut-sebut? Seperti kita ketahui bersama aliran salafi-maz'um yang berafiliasi pada kerajaan Saudi masih menghukumi pemerintah demokrasi dan sejenisnya sebagai pemimpin yang harus di taati atau ulil amri, akibatnya ketika ulil amri melakukan kesalahan fatal pun masih tetap ditaati. Lalu ketika kebijakannya dan keputusan KEPRES ulil amri melegalkan minuman keras pun tetap harus di taati, keblinger akhirnya tak mampu bersuara kepada penguasa karena demokrasi mereka haramkan akan tetapi menyuarakan aspirasi melalui demo juga di haramkan, akibatnya hanya menjadi setan bisu.
Inilah salah satu letak kesalahan mereka sehingga di hukumi sebagai salafi murjiah karena mengakhirkan memberikan hukum atas suatu masalah. Terntu ini bertolak belakang dengan sikap SALAFI alias generasi Shalafush Shalih yakni Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Para Shabaat Abu Bakr Ash Shidiq, Umat Bin Khattab, Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib. Kemudian generasi setelah Sahabat yaitu Tabi'in dan generasi berikutnya yakni Tabiut Tabi'in.
Salam sandiwara bangsa demokrasi Indonesia.. Kemana nih pendukung Ulil Amri???
Innalillahi, Dugaan Kuat Presiden SBY Agen Amerika
the-oil-godfatherBangsa dan rakyat Indonesia menghadapi pemilu yang kesekian dan hingga kini kesejahteraan masih jauh dari harapan, biaya hidup semakin tinggi dan kepastian hukum makin tak tergapai.
Tanggung jawab dan kepemimpinan presiden dalam sebuah negara bukanlah sebagai simbol kedaulatan bangsa, bukan pula membangun imperium keluarga dari bisnis minyak yang tiap malam menerima pundi-pundi dollar dari 'Oil Godfather' dari Muhammad Riza Chalid yang sejatinya telah berlangsung sejak era Presiden Soeharto hingga SBY.
Jumlah uang yang luar biasa besar yang dikeluarkan negara untuk beli minyak impor melalui Petral ini tentu saja tidak pernah luput dari mafia-mafia minyak yg disebut-sebut menguasai dan mengendalikan Petral adalah Muhammad Riza Chalid. Riza diduga kuasai Petral selama puluhan tahun. Disamping Riza, dahulu Tommy Suharto juga disebut salah satu mafia minyak. Perusahaan Tommy diduga mark up atau titip US$ 1-3/barel.
Kita sudah tahu Tomy Suharto, tetapi siapakah Muhammad Riza Chalid ? Dia adalah WNI keturunan Arab yang dahulu dikenal dekat dengan Cendana, Riza, pria berusia 53 tahun ini disebut sebagai PENGUASA ABADI dalam bisnis impor minyak RI. Riza disebut-sebut sebagai sosok yang rendah hati, tetapi siapapun pejabat Pertamina termasuk Dirut Pertamina akan gemetar dan tunduk jika bertemu ia.
Di Singapore, Muh Riza Chalid dijuluki "Gasoline God Father". Lebih separuh impor minyak RI dikuasai oleh Riza, parahnya tidak ada yang berani melawan. Dahulu Global Energy Resources, perusahaan Riza pernah diusut karena temuan penyimpangan laporan penawaran minyak impor ke Pertamina, Tetapi kasus tersebut hilang tak berbekas dan para penyidiknya diam tak bersuara. Kasus ditutup, padahal itu diduga hanya sebagian kecil saja. Global Energy Resources adalah induk dari 5 perusahan : supreme energy, Orion Oil, Paramount Petro, straits oil dan Cosmic Petrolium yang berbasis di Spore & terdaftar di Virgin Island yang bebas pajak ke lima perusahaan mitra utama Pertamina.
Kelompok Riza cs ini juga yg diduga selalu halangi pembangunan kilang pengolahan BBM dan perbaikan kilang minyak di Indonesia, Bahkan penyelesaian PT. TPPI yg menghebohkan itu karena rugikan negara juga diduga tak terlepas dari intervensi kelompok Riza cs.
Bangsa dan rakyat ini sudah cukup lelah dengan intrik 'muka manis' dan episode sinetron 'terdzalimi' bukanlah solusi. Namun dibalik muka manis itu ada sejumlah fakta yang terkuak dari media internasional tentang dugaan kuat Susilo Bambang Yudhoyon adalah agen asing sebagaimana dituturkan Aljazeera berikut ini:
"Despite a smear campaign that includes allegations he is a CIA agent, polls show that Yudhoyono's personal approval ratings. Asked who was their second choice to become president should their candidate not win, electors unanimously backed Yudhoyono.
A career soldier, Yudhoyono and graduate of US military training programmes at Fort Benning, Columbus (1976 & 1982) and the Command and General Staff College at Fort Leavenworth, Texas (1991), Yudhoyono has fond memories of the US.
Informasi di atas dipaparkan Aljazeera, secara tegas menempatkan sosok Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden binaan Amerika. Tentu saja ini bermula dari jejak SBY dalam lajur militer. Ia, seorang prajurit karir, dan lulusan program pelatihan militer AS di Fort Benning, Columbus.
Jejak rekam SBY ini dibongkar akun twitter @TrioMacan2000. Dalam kicauannnya, Sabtu, (20/7) di jejaring sosial itu, ia membongkar siapa sosok SBY dan menunjukkan beberapa bukti faktual tentang keterlibatannya dalam missi rahasia Amerika Serikat.
Seperti dilansir Aljazeera, SBY adalah agen Amerika yang sangat loyal bahkan dengan bangga SBY berharap bisa menjadi bagian dari Amerika. Inilah bukti keterlibatan SBY dalam aksi AS apapun di Indonesia, termasuk pembiaran pangkalan militer dan penempatan pasukan AS di Darwin.
Kondisi ini, diperoleh SBY dengan dukungan penuh Presiden George Bush pada SBY. Fakta ini makin terkuak ketika koran terbitan Singapura, Business Times edisi 10 April 2004. Koran itu mengutip sumber di pemerintahan Bush yang menyatakan bahwa AS mendukung SBY untuk membentuk koalisi yang tidak terkalahkan.
Di mata Bush, SBY adalah sosok yang kredibel mendukung kebijakan Bush soal perang melawan terorisme Islam. Koran The Asian Wall Street Journal (AWSJ) juga menulis tajuk yang isinya senada. AWSJ menilai SBY sebagai tokoh loyalis No. 1 AS.
Kembali kepada Aljaeer, dalam situs Al http://Jazeera.Net , 4 Juli 2004, terdapat profil SBY dengan tulisan Paul Dillon bahwa SBY adalah seorang yang sangat pro AS.
Gambaran itu semakin terang benderang, ketika Paul Rowland, pimpinan National Democratic Institute for International Affairs (NDI) yangg selalu membuat jajak pendapat memenangkan SBY. Rowland mengatakan bahwa SBY "firm leader, but not an iron fist" (pemimpin yang tegas dan tidak bertangan besi).
"Pujian ini tentu berlebihan jika melihat sikap SBY yang peragu, cari aman dan tak mampu mengambil keputusan. Sikap Washington sangat hangat terhadap SBY terjadi sejak lama dan hal itu terbukti ketika ia melakukan kunjungan kerja ke AS ," begitu kicauan @TrioMacan2000.
Fakta lain
Pada September 2003, kendati badai Isabel di ibukota AS, kunjungan kerja SBY tetap jalan. Pertemuan para petinggi AS dgn SBY tetap dilakukan. Pada kunjungan SBY ke AS tersebut, SBY mendapat perlakuan istimewa terutama oleh Asosiasi Persahabatan AS-RI (USINDO Society).
Pada Jumat, 19 September 2003, SBY disambut meriah. Para petinggi AS seperti Menlu Powell, Wkl Menhan Wolfowitz dan Direktur FBI Robert S. Mueller. Wolfowitz, arsitek penjajahan AS di Irak, mengajak seluruh hadirin melakukan toast utk SBY. Capres RI dukungan dan loyalis AS sejati.
Ratusan undangan tamu VIP dan VVIP AS berdiri bersulang dengan mengangkat gelas berisi minuman beralkohol anggur dan sampanye. SBY tampak terharu menerima penghormatan ini dengan anggukan kepala tanda terima kasih. Hatinya berbunga2 penuh bahagia ... . "Saya berada di sini hari ini utk menegaskan lg solidaritas Indonesia - USA dalam koalisi global melawan terorisme Islam dunia," tutur SBY
Seperti kita tahu, komitmen pemerintahan Bush yang pro Israel, dilanjutkan Obama terhadap SBY itu ternyata tak sebatas retorika belaka. Menurut Senator Paul Findley, kedua organisasi ini merupakan dua organisasi lobi Yahudi yang paling berpengaruh di Gedung Putih. Sumbangan dana seperti ini memang diumumkan di AS sehingga sebagian mahasiswa Indonesia di sana dengan mudah mendapatkan informasi.
Di Jakarta, kini telah berdiri pula Indonesian-Israeli Public Affairs Committee (IIPAC) yang dipimpin agen Mossad, Benjamin Ketang. Benjamin Ketang adalah mantan aktivis PMII yang mendapatkan beasiwa ke Israel atas jasa Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Dan Benjamin Ketang jadi WN Israel. Padahal sebelumnya dia adalah WNI.
Kantor IIPAC pimpinan agen Mossad, Benjamin Ketang yang sebelumnya di ITC cempaka putih kini pindah ke Jl Sudirman. Mossad juga yang diduga memberikan jaminan kepada SBY untuk membantu menangkan kembali PD di pemilu dan Pilpres 2014.
"Kalau besok akun twitter ini lenyap atau disuspend selama2nya, kami harap Anda dapat mengerti siapa pelakunya," celoteh @TrioMacan2000.
Apa kompensasi yang diminta Mossad terhadap jaminan bantuan kemenangan PD di pilpres dan pemilu 2014 itu ? Papua Merdeka ? PKS ? Islam ?
"Akankah kita ucapkan selamat datang Papua Merdeka? Aceh Merdeka? Melayu Raya? Semoga tidak. Semoga Allah melindungi NKRI. Aamiin Ya Robbal 'Alamin," ungkap akun yang penuh kontroversi mengakhiri celotehannya.
Pada titik yang lain, Profesor Ilmu Politik Universitas Northwestern, Jeffrey Winters mengatakan bahwa SBY Tak Bikin AS Pusing. Adalah fakta bahwa Amerika Serikat dan negara-negara Barat menyukai SBY karena selama berkuasa SBY tak pernah membuat pusing mereka dan memainkan agenda barat dengan sangat baik.
.
"Saya rasa AS dan negara Barat senang pada SBY justru karena dia mediocre. Dia tidak membuat Amerika pusing dan dia itu good boy," ujarnya kepada wartawan. Sementara itu menurut beberapa sumber SBY dengan kebijakan pencitraannya berusaha menampilkan kewarganegaraan dan rasa nasionalismenya terhadap rakyat Indonesia. Padahal sangat bertolak belakang dengan pernyataannya ketika Hal itu dikaitkan dengan SBY saat bertandang ke Negeri Paman Sam pada 2004 lalu.
Entahlah, yang pasti jika media luar menulis perihal jejak SBY, mereka menulis tak mungkin dengan data fiksi. Kenapa? Karena kredibilitas media sebagai jaringan informasi publik, sangat mereka jaga.
Sumber: The Godfather
Share/Save/Bookmark

No comments:

Post a Comment

ya

Galery Tragedi Tugu Tani