KENDAL (Arrahmah.com) – Pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa malam (23/7), Wakil Ketua DPRD Kendal, Benny Kanadi, mengatakan anggota Front Pembela Islam (FPI) tidak bayar saat mengisi bensin dan juga melakukan pemukulan karyawan pom bensin tersebut serta merusak fasilitasnya dalam konvoi FPI pada hari Kamis (18/7).

Jurnalis Islampos.com yang juga sekjen JITU Muhammad Pizaro terjun melakukan investigativ reporting untuk mencari tahu duduk persoalan yang sesungguhnya dari peristiwa keributan di Sukorejo Kendal Kamis (18/7/2013). Termasuk mengecek omongan Benny tersebut.
Dia mendatangi pom bensin yang dimaksud yakni pom bensin dengan nomor pom 4451317 Sukorejo dan menemui beberapa saksi mata kejadian dan karyawan pom bensin tersebut.
Petugas pom bensin, A. Fatih, menerangkan adanya berita yang menyebut FPI memukul petugas sama sekali tidak benar. Dia menjelaskan, sebagian anggota FPI memang datang membeli bensin, tapi tanpa melakukan perusakan.
“Tidak ada apa-apa saat itu. FPI tidak melakukan perusakan,” katanya kepada Islampos.com seraya menggelengkan kepala.
Terkait kabar adanya anggota FPI yang tidak membayar bensin, petugas Pom Bensin lainnya juga menampik kebenaran berita itu.
“Di sini semua baik-baik saja mas. Tidak ada anggota FPI yang tidak membayar,” ujarnya.
Sementara itu Seno, seorang penjaga ruko tepat di depan pom bensin Sukorejo, justru mempertanyakan landasan omongan dusta anggota fraksi PKB ini, yang menyebut adanya anggota FPI yang melakukan pengrusakan. Pasalnya, saat kejadian Benny tidak berada di tempat.
“Benny gak betul. Dia ngomong gak ada dasarnya. Saya gak bela FPI dan kontra FPI, tapi saya katakan yang saya lihat,” kata pemilik ruko makanan yang hanya berjarak 20 meter dari lokasi kejadian itu.
(azmuttaqin/islampos/arrahmah.com)